Bang Hot Asi dan Pak BSP ysh.,

Saya kira intinya terletak pada cara para pemuka agama berkomunikasi mengenai 
keharaman sesuatu. Terkadang, mereka mengharamkan sesuatu, tetapi *apa 
alternatifnya yang halal* dan *bagaimana memperolehnya* tidak diberitahu.

Secara psikologis, ini tidak baik karena, seperti istilah Dr. Covey, "mendebet 
terlalu banyak ke dalam rekening bank emosi." Akibatnya tentu saja 
kontraproduktif, dan umat pun bisa berpikir "sedikit-sedikit haram, wong yang 
halal saja susah".

Saya jadi teringat bagaimana Al Qur'an mendidik manusia mengenai khamar (zat 
yang bisa membuat mabuk). 
Al Qur'an mula-mula berkata, *janganlah kamu shalat sedangkan kamu dalam 
keadaan mabuk*. Setelah beberapa waktu, baru lagi dijelaskan, *dalam khamar itu 
ada manfaatnya, namun jauh lebih banyak lagi mudharatnya*. Dan setelah 
masyarakat bisa berpikir, *barulah Al Qur'an melarang khamar sama sekali*. 

Jadi, intinya, melarang sesuatu itu harus gradual dan disesuaikan dengan 
kondisi mental kaumnya, tidak main "ribak sude" atau "hantam kromo": pokoknya 
haram, full stop!

Mudah-mudahan para pemuka agama kita yang berhubungan dengan fatwa haram dapat 
membuka lagi kitab suci mereka dan dapat mengambil hikmah cara melarang yang 
baik. Mohon maaf karena saya terlalu lancang menasihati pemuka agama kita -- 
saya tidak merasa lebih paham dari mereka -- karena saya pikir, kecuali mungkin 
khutbah Jum'at dan hari raya, dakwah dan nasihat itu bukan searah, tetapi 
multi-arah, seperti terkias dalam surah Al Ashr ("saling menasihati dengan 
kebenaran dan kesabaran").

Salam,
CA

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: hotasi simamora <[email protected]>
Date: Wed, 31 Mar 2010 00:22:47 
To: <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [referensi] Fwd: FATWA MUHAMMADYAH TENTANG HUKUM MEROKOK

Saya sependapat dengan Mas Bambang SP, meskipun saya beragama Kristen,tapi 
sebagai anak bangsa dari suatu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dikenal 
sebagai bangsa yang beriman, saya juga sudah muak terhadap berbagai pihak yang 
mengaku sebagai tokoh atau pemuka agama dan membawa2 agama hanya untuk 
kepentingan sekelompok mereka saja. Hal ini juga berlaku di Kristen, Buddha, 
Hindu, dan yang lainnya.

Dari diskusi yang berkembang tentang rokok, saya amati semua setuju, termasuk 
saya yang perokok Ji Sam Soe berat, bahwa merokok itu tidak baik untuk 
kesehatan dan kesehatan orang di sekitar kita. Tapi kalau dikatakan Haram, 
dalam pertanyaan saya sebelumnya juga sudah saya katakan berarti kita juga 
telah menikmati uang haram selama ini....

Salam


________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, March 31, 2010 14:07:51
Subject: Re: Bls: [referensi] Fwd: FATWA MUHAMMADYAH TENTANG HUKUM MEROKOK

  
Ass,

Mas Ukon ysh.

Inti permasalahannya sebenarnya bukan pada merokok itu sendiri. Tetapi 
pembuatan cap haram dan halal. Itu yang berbahaya.

Saya sangat sangat sepakat bahwa rokok itu buruk bagi manusia baik langsung 
maupun tidak langsung.

Yang saya prihatinkan adalah model formalistik dari sebuah institusi yang 
sangat saya kagumi sebagai institusi yang dibangun dengan semangat pembaharuan 
islam, yang rahmatan lil alamien.

Institusi ini cenderung lebih kepada bergerak pada bidang sosial dengan 
basisnya adalah surah al Maun. Sehingga konsentrasinya adalah pada anak yatim 
dan masyarakat miskin. Karena itu bisa dipahami bahwa Muhammadiyah lebih 
mendorong dibukanya sekolah dan rumah sakit untuk pelayanan masyarakat miskin.

Sekarang mendadak berubah menjadi institusi pemberi cap... pemberi stempel. Itu 
bukanlah sifat Muhamadiyah. Bahkan KHA Dahlan pada saat membangun institusi ini 
sudah sangat spesifik mengembangkan Islam yang berorientasi kepada masalah 
sosial kemasyarakatan.

Itu sebenarnya yang sangat saya sayangkan sebagai pengagum Muhammadiyah. 

Sekali lagi bukan substansi rokok itu yang menjadi perhatian saya. Tetapi lebih 
kepada keberadaan Muhammadiyah dalam masyarakat. Saya takut Muhammadiyah akan 
menjadi seperti kelompok2 baru "Islam ". Ini yang yang sangat saya hawatirkan. 
Karena yang muncul adalah keresahan. Ini yang selalu dihindari oleh Rasulullah.

Salam dan maaf kalau kurang berkenan.

bambang sp/pengagum Islam yang rahmatan lil alamien.



 


      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke