Saya sependapat dengan Mas Bambang SP, meskipun saya beragama Kristen,tapi sebagai anak bangsa dari suatu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang beriman, saya juga sudah muak terhadap berbagai pihak yang mengaku sebagai tokoh atau pemuka agama dan membawa2 agama hanya untuk kepentingan sekelompok mereka saja. Hal ini juga berlaku di Kristen, Buddha, Hindu, dan yang lainnya.
Dari diskusi yang berkembang tentang rokok, saya amati semua setuju, termasuk saya yang perokok Ji Sam Soe berat, bahwa merokok itu tidak baik untuk kesehatan dan kesehatan orang di sekitar kita. Tapi kalau dikatakan Haram, dalam pertanyaan saya sebelumnya juga sudah saya katakan berarti kita juga telah menikmati uang haram selama ini.... Salam ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, March 31, 2010 14:07:51 Subject: Re: Bls: [referensi] Fwd: FATWA MUHAMMADYAH TENTANG HUKUM MEROKOK Ass, Mas Ukon ysh. Inti permasalahannya sebenarnya bukan pada merokok itu sendiri. Tetapi pembuatan cap haram dan halal. Itu yang berbahaya. Saya sangat sangat sepakat bahwa rokok itu buruk bagi manusia baik langsung maupun tidak langsung. Yang saya prihatinkan adalah model formalistik dari sebuah institusi yang sangat saya kagumi sebagai institusi yang dibangun dengan semangat pembaharuan islam, yang rahmatan lil alamien. Institusi ini cenderung lebih kepada bergerak pada bidang sosial dengan basisnya adalah surah al Maun. Sehingga konsentrasinya adalah pada anak yatim dan masyarakat miskin. Karena itu bisa dipahami bahwa Muhammadiyah lebih mendorong dibukanya sekolah dan rumah sakit untuk pelayanan masyarakat miskin. Sekarang mendadak berubah menjadi institusi pemberi cap... pemberi stempel. Itu bukanlah sifat Muhamadiyah. Bahkan KHA Dahlan pada saat membangun institusi ini sudah sangat spesifik mengembangkan Islam yang berorientasi kepada masalah sosial kemasyarakatan. Itu sebenarnya yang sangat saya sayangkan sebagai pengagum Muhammadiyah. Sekali lagi bukan substansi rokok itu yang menjadi perhatian saya. Tetapi lebih kepada keberadaan Muhammadiyah dalam masyarakat. Saya takut Muhammadiyah akan menjadi seperti kelompok2 baru "Islam ". Ini yang yang sangat saya hawatirkan. Karena yang muncul adalah keresahan. Ini yang selalu dihindari oleh Rasulullah. Salam dan maaf kalau kurang berkenan. bambang sp/pengagum Islam yang rahmatan lil alamien. Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

