Rekans sh.
Saya benar2 terkesan pendapat mas CA (mohon maaf asmonya siapa?) :
Mudah-mudahan para pemuka agama kita yang berhubungan dengan fatwa haram dapat
membuka lagi kitab suci mereka dan dapat mengambil hikmah cara melarang yang
baik. Mohon maaf karena saya terlalu lancang menasihati pemuka agama kita --
saya tidak merasa lebih paham dari mereka -- karena saya pikir, kecuali mungkin
khutbah Jum'at dan hari raya, dakwah dan nasihat itu bukan searah, tetapi
multi-arah, seperti terkias dalam surah Al Ashr ("saling menasihati dengan
kebenaran dan kesabaran").
Disini yang sebenarnya sedang saya perhatikan dengan sangat jelas ...... adanya
keinginan untuk melihat bahwa memperbaiki dengan kesabaran dan kesantunan
adalah sebuah hal yang sangat utama ..... sebagai sebuah ajaran yang rahmatan
lil alamien perlu sekali mengedepankan kata rahmatan lil alamien secara benar
..... saya tidak mencoba menyalahkan kelompok tertentu karena saya sendiri
banyak kelemahannya. Tetapi saya hanya mencoba mengingatkan diri saya sendiri
bahwa janganlah seperti mas CA "mendebet terlalu banyak ke dalam rekening bank
emosi.
Semoga saja saya tidak keliru...
salam
bambang sp