seinget saya yang hasilnya tidak pasti itu 0/0 pak, saya bukan ahli matematika, tapi saya kira pembagian dengan 0 inilah yang membuat error persamaan yang dibuat oleh salah satu rekan, sehingga 1 bisa jadi =2... Kalo satu jadi dua itu katanya kerjaannya orang akunting sesuai mau nya bos :D
Dalam dunia nyata ilmuwan berasumsi bahwa dunia ini berjalan mengikuti aturan tertentu (istilahnya newtonian universe), dalam asumsi ini bisalah dikatakan bahwa jika semua variabel diketahui dan cara kerja segala sesuatu diketahui maka semuanya bisa dihitung (dengan asumsi kita punya komputer yang super canggih). Dalam hal saham, kalau kita mengetahui perilaku semua orang di bursa, berapa banyak duit yang dia punya, dia mau beli atau jual, maka tentu kita bisa menebak harga si saham mau kemana secara akurat. 2011/3/25 hakitrader <[email protected]> > > > *Sebetulnya yg membuat ilmu pasti menjadi tidak pasti adalah angka 0 > contoh:* > *0 x 1.000.000 = 0 x 2.000.000 = 0* > *1.000.000 = 2.000.000 ?* > *1 / 0 = tak terhingga ? berapa? tidak pasti. * > http://www.facebook.com/hakie1 > http://www.tviexpress.com/andyelia1 > > ----- Original Message ----- > *From:* Susanto Salim <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Friday, March 25, 2011 1:55 PM > *Subject:* Re: [saham] valuasi saham [article] > > > > Kalo menurut saya, matematika nya sendiri merupakan ilmu pasti...1+1 ya > hasilnya pasti = 2. Masalahnya ketika matematika harus diterapkan dalam > kehidupan nyata, maka kita harus membuat model, dalam arti menterjemahkan > keadaan dari dunia nyata dalam rumus2 matematika. Karena dunia nyata itu > sangat kompleks dan variabelnya sangat banyak, maka saya kira nyaris > mustahil kita bisa membuatnya dalam model matematika yang sempurna. Apalagi > kita sendiri tidak 100% mengerti si dunia nyata yang kompleks ini, gimana > mau bikin model yang perfek, kalo yang bikin model sendiri tidak memiliki > pengetahuan yang sempurna. > > Akhir kata, dalam sebuah tutorial statistik ada kutipan yang mengatakan: > "All models are wrong, but is it usefull?" > Artinya menurut saya, tidak ada model yang sempurna, tapi meski tidak > sempurna si model bisa punya manfaat (punya nilai prediksi). Misal analisa > TA tidak mungkin 100% akurat, tapi untuk bermanfaat dan bisa kasih cuan > lumayan, TA memang gak perlu 100% akurat 60% akurat saja sudah cuan. (kalo > 50-50, mending pake metode lempar koin aja) > > >
