Setuju, kalau volume IHSG digunakan untuk dibandingkan dengan saham.
Tapi kalau digunakan untuk dibandingkan dengan volume IHSG sendiri di periode 
yang berbeda, tentu akan releven.

Tapi problemnya sekarang, masih banyak pihak yang data volumenya memasukkan 
volume di luar papan reguler, seperti papan nego. Seharusnya volume papan nego 
yang dimasukkan ke dalam chart TA. Krn transaksi di papan nego tidak melalui 
lelang market. Itu hanya internal. Dengan masuknya volume di papan nego, 
dipastikan akan menyesatkan. 
Makanya saya suka geleng2 kalau ada yang menggunakan analisa volume yang ada 
transaksi papan nego disana sehingga volume suatu hari bisa melonjak tinggi 
banget padahal tidak mewakili market.
Jadi, kalau volume IHSG murni dari papan Reguler pasti akan cukup bermanfaat 
untuk analisa jangka pendek. 

Demikian pula halnya dengan volume saham. Jika digunakan untuk membandingkan 
antar saham, akan menyesatkan. Misalnya volume ASII mau dibandingkan dengan 
volume MIRA. Tentu akan menyesatkan, dikira ASII kalah liquid. Gunakan volume 
hanya untuk perbandingan dengan saham yang sama pada periode berbeda. Misalnya 
volume ASII hari ini dengan kemarin atau minggu lalu, dst.

Nah kalau mau mengadakan perbandingan antar saham, wajib menggunakan value. 
Secara sederhana ya, value = volume x price. Dengan demikian lebih mencerminkan 
besarnya uang yang mengalir di saham-saham masing2 sehingga relevan untuk 
diadakan perbandingan.

Best regards,
Angelo


  ----- Original Message ----- 
  From: Irwan Ariston Napitupulu 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, April 29, 2011 7:34 AM
  Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!


    
  Hati2 dengan volume transaksi di IHSG, karena bisa menyesatkan/menjebak dalam 
pengambilang kesimpulan akhir. Lebih baik lihat value transaksi (nilai 
perdagangan) ketimbang volume transaksi. 

  Sekedar sharing saja :)

  jabat erat,
  Irwan Ariston Napitupulu



  2011/4/28 Angelo Michel <[email protected]>




    Setelah Bullish Cage gagal meneruskan kenaikan Indeks, Red Arrow memberikan 
sinyal jual. Upaya indeks untuk menembus ke atas resistance pun gagal. Ini 
menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup besar. Ini diteguhkan lagi oleh volume 
transaksi yang besar. Jika ini benar berarti Bandar sudah Open Sale!
    Dibutuhkan kekuatan beli yang mampu mendorong indeks menembus resistance di 
3815 agar kekuatan jual ini dapat dipatahkan.
    Maka, ini adalah pengingat agar berhati-hati karena jika tidak ada kekuatan 
beli yang bisa memenuhi syarat di atas, koreksi dengan penurunan akan cukup 
dalam.


    DISCLAIMER ON

    Grafik di atas adalah hasil AMTACharts (http://id.amtacharts.com)








  

Kirim email ke