Uh mantap bener tekanan jual hari ini, yang nahan aseng terus, net buy tambah 
gede
Yah BIPI makin mlorot
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Angelo Michel" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 29 Apr 2011 14:59:25 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!

Setuju Bang. mungkin saya perlu tonjolkan bagian kutipan saya yang ini:
"Jadi, kalau volume IHSG murni dari papan Reguler pasti akan cukup bermanfaat 
untuk analisa jangka pendek. "

Untuk penggunaan data volume IHSG yang sudah terlalu jauh di masa lalu akan 
sulit diandalkan karena sudah ada perubahan signifikan saham2 yang mengalami 
adjustement. Semakin jauh ke  belakang akan semakin irrelevan. Ini berlaku juga 
untuk data value ya.

Tapi kalau untuk jangka pendek, data volume masih bisa releven walaupun yang 
terbaik adalah data value. Saya tidak pernah menyangkal ini.
Jika kita berpaut erat pada data value tentu kita akan mengurangi keyakinan 
kita akan data volume.
Namun, jika yang kita punya ada adalah data volume, menurut saya sudah cukup 
untuk menggambarkan kondisi market, again... untuk jangka pendek pada indeks. 
Ini kan kita sedang bicara TA dengan data volume dan umum digunakan di seluruh 
dunia. Bagaimana pun volume tetap digunakan sebagai indikator juga. Meskipun 
tidak sebaik value, tidak berarti tidak ada gunanya sama sekali. Hanya saja, 
kalau toh mau menggunakan volume, gunakanlah volume yang berasal dari transaksi 
di papan reguler. Itu saja Pak. 
He he he kalau kita menyatakan data volume tidak ada gunanya berarti kita 
menyalahkan metastock dan amibroker yang menyediakan data untuk volume. 
....Canda Bang...;D

Kembali ke laptop, kasus IHSG sekarang ini, kita coba lihat dengan data value.
Di bawah ini adalah grafik histogram hasil data value (bukan volume). Saya 
gunakan value tgl 20 April sebagai skala 100%.



Dalam kasus ini, (mungkin kebetulan) malah kekuatan jual yang besar lebih 
terlihat di tanggal 21 April 2011, dimana indeks bergerak sempit (spinning 
top), gagal melanjutkan kenaikan sehingga membentuk resistance untuk periode 
berikutnya. Jika value sedemikian besar (75% dari value tgl 20 April) 
menggambarkan kekuatan beli yang sepenuhnya, seharusnya ia sudah terbang 
kemana-mana, yes?
Dikhawatirkan kekuatan yang masuk disitu adalah kekuatan jual. Malah bisa jadi 
kekuatan jual sudah masuk pada sessi dua 20 April 2011. 

Sebenarnya prinsipnya sama dengan apa yang terjadi di tanggal 13 April dimana 
harga mengalami pullback (penurunan tertahan) tentu karena ada kekuatan beli 
masuk dengan value sebesar hampir 80%. Setelah itu Indeks tidak pernah close di 
bawah itu. Selalu di-pullback ke atas yang akhirnya menghasilkan rebound 
tanggal 20 April.

Yang terjadi sejak 21 April 2011 sampai kemarin adalah kebalikannya. Kekuatan 
jual di sekitar level 3814 terlihat cukup kuat sehingga ini menggambarkan 
Bandar yang open sale. Hanya saja masih ada kekuatan beli di hammer tanggal 26 
April (58.6%) yang menurut saya belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan 
menembus resistancenya. Saya sedang mengharapkan masuknya kekuatan beli yang 
baru yang menambahkan kekuatan beli di 26 April. Selama ini belum masuk ya, 
resistance tidak akan tembus.

Jadi dengan menggunakan data value pun, may point of view still remain at is, 
Sir.

Best regards,
Angelo

















  ----- Original Message ----- 
  From: Irwan Ariston Napitupulu 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, April 29, 2011 1:04 PM
  Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!


    
  Tetap tidak bisa, Pak Michel. Bila kita paham bagaimana angka IHSG berasal, 
maka saya yakin kita tidak akan berpendapat seperti di bawah walaupun hanya 
untuk membandingkan antar periode di IHSG itu sendiri. Volume tinggi di IHSG 
tidak bisa otomatis menggambarkan ada perubahan penting yg bisa menggerakan 
IHSG sedang terjadi. Beda dengan di saham, dimana peningkatan volume bisa 
langsung diartikan sebagai kemungkinan adanya perubahan penting yg sedang 
terjadi di saham tersebut.

  Saya berikan data volume dan value transaksi IHSG yg bisa dilihat di gambar 
yg saya kirim, IHSG01 dan IHSG02. 
  Di tulisan awal, Pak Michel mencoba mengambil kesimpulan sbb:

  "Upaya indeks untuk menembus ke atas resistance pun gagal. Ini menunjukkan 
ada kekuatan jual yang cukup besar. Ini diteguhkan lagi oleh volume transaksi 
yang besar." (saya kutip dari tulisan Pak Michel di awal posting)

  Kalau kita mengikuti pasar 3 hari belakangan ini, volume transaksi jadi 
tinggi, karena ada saham2 murah seperti ENRG, BIPI, TRUB, dan saham2 dengan 
harga murah secara nominal lainnya yg ditransaksikan dengan volume transaksi 
yang besar tapi dengan value transaksi yg cenderung biasa2 saja.

  Itu sebabnya, kenapa terlihat 3 hari belakangan ini (26-28 April) volume 
transaksi tinggi, tapi value transaksinya hanya antara 3-4 triliun saja. 
Sementara pada tanggal 11-15 April, volume transaksi jauh di bawah volume 26-28 
April, tapi value transaksinya lebih besar dari periode 26-28 April tersebut 
dimana rata2 di atas 4 T.

  Jadi, bisa disimpulkan sementara bahwa volume besar yg terjadi 3 hari 
belakangan ini lebih disebabkan karena ada saham2 2nd dan 3rd liner (bukan 
motor penggerak IHSG) yg harga sahamnya di bawah 200 perak ditransaksikan 
dengan volume yang jauh lebih besar dari rata2 biasanya, dan bukan karena 
adanya saham2 big cap (motor penggerak IHSG) yang ditransaksikan dengan volume 
besar. Kalau dibahas dan dianalisa lebih lanjut, buntutnya bisa mengarah ke 
membaca peta pergerakan perbandaran, yang saya rasa nantinya malah jadi 
menyimpang dari topik awal :)

  Dengan kata lain, kesimpulan Pak Michel yang mengatakan adanya kekuatan jual 
yang cukup besar hanya karena volume transaksi yang besar di IHSG, menjadi 
diragukan dan kalau boleh saya simpulkan dari data yang saya lihat dan tunjukan 
menjadi tidak mencerminkan kondisi di lapangan.

  Hal ini tentu saja berbeda bila volume dibahas untuk saham yang sama. Itu pun 
sebenarnya masih harus dengan catatan memperhatikan periode nya. Volume 
transaksi ketika saham itu berada di harga sekitar 500 perak seperti BUMI dulu 
di tahun 2009, dan volume ketika saham itu sudah berada di 3400 perak seperti 
sekarang, tentunya sudah tidak pas untuk dibandingkan. 

  Sekedar sharing saja, dan semoga hal ini bisa bermanfaat.

  jabat erat,
  Irwan Ariston Napitupulu





  2011/4/29 Angelo Michel <[email protected]>




    Setuju, kalau volume IHSG digunakan untuk dibandingkan dengan saham.
    Tapi kalau digunakan untuk dibandingkan dengan volume IHSG sendiri di 
periode yang berbeda, tentu akan releven.

    Tapi problemnya sekarang, masih banyak pihak yang data volumenya memasukkan 
volume di luar papan reguler, seperti papan nego. Seharusnya volume papan nego 
yang dimasukkan ke dalam chart TA. Krn transaksi di papan nego tidak melalui 
lelang market. Itu hanya internal. Dengan masuknya volume di papan nego, 
dipastikan akan menyesatkan. 
    Makanya saya suka geleng2 kalau ada yang menggunakan analisa volume yang 
ada transaksi papan nego disana sehingga volume suatu hari bisa melonjak tinggi 
banget padahal tidak mewakili market.
    Jadi, kalau volume IHSG murni dari papan Reguler pasti akan cukup 
bermanfaat untuk analisa jangka pendek. 

    Demikian pula halnya dengan volume saham. Jika digunakan untuk 
membandingkan antar saham, akan menyesatkan. Misalnya volume ASII mau 
dibandingkan dengan volume MIRA. Tentu akan menyesatkan, dikira ASII kalah 
liquid. Gunakan volume hanya untuk perbandingan dengan saham yang sama pada 
periode berbeda. Misalnya volume ASII hari ini dengan kemarin atau minggu lalu, 
dst.

    Nah kalau mau mengadakan perbandingan antar saham, wajib menggunakan value. 
Secara sederhana ya, value = volume x price. Dengan demikian lebih mencerminkan 
besarnya uang yang mengalir di saham-saham masing2 sehingga relevan untuk 
diadakan perbandingan.

    Best regards,
    Angelo


      ----- Original Message ----- 
      From: Irwan Ariston Napitupulu 
      To: [email protected] 
      Sent: Friday, April 29, 2011 7:34 AM
      Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!


        
      Hati2 dengan volume transaksi di IHSG, karena bisa menyesatkan/menjebak 
dalam pengambilang kesimpulan akhir. Lebih baik lihat value transaksi (nilai 
perdagangan) ketimbang volume transaksi. 

      Sekedar sharing saja :)

      jabat erat,
      Irwan Ariston Napitupulu



      2011/4/28 Angelo Michel <[email protected]>




        Setelah Bullish Cage gagal meneruskan kenaikan Indeks, Red Arrow 
memberikan sinyal jual. Upaya indeks untuk menembus ke atas resistance pun 
gagal. Ini menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup besar. Ini diteguhkan lagi 
oleh volume transaksi yang besar. Jika ini benar berarti Bandar sudah Open Sale!
        Dibutuhkan kekuatan beli yang mampu mendorong indeks menembus 
resistance di 3815 agar kekuatan jual ini dapat dipatahkan.
        Maka, ini adalah pengingat agar berhati-hati karena jika tidak ada 
kekuatan beli yang bisa memenuhi syarat di atas, koreksi dengan penurunan akan 
cukup dalam.


        DISCLAIMER ON

        Grafik di atas adalah hasil AMTACharts (http://id.amtacharts.com)















  

Kirim email ke