Investasi di pasar modal adalah bukan spekulasi dan bukan gambling JIKA dilakukan dengan model Bapak Lo Kheng Hong.
Anda usaha buka toko/pabrik/perusahaan itu 100 % beresiko seperti anda membeli saham. Jenis usaha apa yang anda buka/jalankan itu sama besar resikonya dengan saham perusahaan apa yang hendak anda beli. Kemampuan anda mengelola perusahaan/toko/pabrik sama resikonya dengan kemampuan anda membaca/menilai suatu perusahaan yang menjadi sasaran investasi anda. Jadi nikmat usaha lancar sama nikmatnya dengan naiknya investasi anda. Memang harus disadari setiap orang memiliki talenta lebih terhadap sesuatu bukan lucky (karena bagi saya prinsip lucky adalah urusan saya dengan kasih Tuhan, yang penting usaha biar Tuhan yang menentukan), ada yang memang ahli masak, ada yang spesialis bedah, ada yang spesialis menyanyi, dll. Namun apakah berarti Anda jika bukan ahli keuangan tidak bisa berinvestasi di pasar modal, tentu tidak. Ada ahlinya, bisa saja melalui para fund manager reksadana yang tentunya memiliki profil yang baik selama ini. Jangan paksakan jika anda bukan ahlinya namun berikan kesempatan pada diri Anda, apakah diriku memang seorang ahli keuangan ? Tidak perlu gelar akademisi, tapi seorang ahli yang memiliki talenta ia akan dengan cepat merasakan bidang tertentu yang memang miliknya sejak lahir, seorang koki pasti memiliki lidah perasa yang lebih dibandingkan kebanyakan orang, begitupun seorang penyanyi akan memiliki kemampuan lebih membedakan nada dan menyanyikannya dengan merdu, begitupun seorang ahli keuangan benar-benar bakat dari lahir meski tidak memiliki gelar akademisi ia akan dengan mudah memecahkan hal yang berhubungan dengan dunia keuangan. Jangan harap semua lengkap baru berbuat, itu hal mustahil di dunia ini. Semua pasti ada kelebihan dan kekurangan yang menjadi harga dari nilai keberhasilan hidup ini. Jangan percaya prinsip dosen anda itu, itu pendapat keliru dan tidak bertanggung jawab terhadap nilai kehidupan. --- In [email protected], doktermarket@... wrote: > > Sewaktu saya kuliah, seorang dosen memberikan wejangan yang masih sangat > lekat di kepala saya: > > Sebelum berinvestasi, hendaklah kita memisahkan uang utk: > 1. Biaya hidup sehari-hari > 2. Biaya untuk sekolah anak > 3. Dana untuk keperluan darurat. > > Setelah itu semua terpenuhi, barulah dana yg ada dapat dialokasikan ke saham. > > Perlu diingat bahwa investasi saham merupakan investasi high risk > (dibandingkan dgn investasi tanah, obligasi, dan reksadana pasar uang). > > Jangan korbankan seluruh kehidupan anda saat ini demi masa depan yang belum > pasti. > Apapun kondisi market. > > Cerita orang kaya raya karena saham memang banyak, tapi cerita orang yang > sampai harus kehilangan rumah karena terlalu agresif di bursa juga tidak > kalah banyak. > > Investasi saham bukan spekulasi dengan dasar kenekatan. > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Susanto Salim <susanto.salim@...> > Sender: [email protected] > Date: Mon, 14 Nov 2011 15:53:07 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [saham] Re: Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong - Status > Pekerjaan > > Saya kira untuk hal yang satu ini lebih bijak untuk berhati2. Kalau > seandainya hidup kita saat ini sudah cukup2 saja, maka adalah tidak bijak > untuk mempertaruhkan seluruh kekayaan kita, dan beresiko jatuh miskin, demi > untuk jadi kaya raya. Lo Kheng Hong mungkin kaya raya saat ini, tapi bukan > berarti tindakannya gadai rumah perlu kita ikutin juga. Ingatlah mungkin > ada banyak orang gadai rumah disaham akhirnya kehilangan rumah dan bukan > malah jadi kaya. Tapi tentu saja para 'looser' yang kehilangan rumah ini > tidak jadi headline di surat kabar apalagi dipanggil wawancara di TV. > > Saya sepakat dengan metode FA yang dipakai LKH tapi tidak sepakat kalau > sampai harus mengambil resiko yang demikan besar. > ----------- > *Predictability: Does the Flap of a Butterfly's Wings in Brazil Set a > Tornado in Texas? > *Edward N. Lorenz > > > > 2011/11/14 tongnyangkong <tongnyangkong@...> > > > ** > > > > > > No body know the future, tomorrow is a mystery. Only the God know the > > answer. Jika kamu yakin dengan analisis anda maka tak perlu menyisihkan > > sepeserpun uang di tabungan anda kecuali uang dapur dan uang sekolah anak > > dalam waktu tidak lebih dari 1 bulan. > > > > Menunggu sampai punya 36x biaya hidup baru berinvestasi di pasar modal > > maka hari ini cerita Lo Kheng Hong tak pernah ada, apalagi yang > > bersangkutan jelas menulis berasal dari keluarga kurang mampu. kalau sudah > > punya 36x biaya hidup per bulan tentunya sudah termasuk kelompok menengah > > karena hanya kelompok menengah atas yang mampu menyediakan biaya hidup > > selama itu. > > > > --- In [email protected], Hendrik Limbono <hendrik_lwww@> wrote: > > > > > > bener, KALAU market naik terus sih gpp, gak usah menyisihkan iaya hidup > > juga gpp > > > tapi pada kenyataannya ada saat - saat bearish, tidak selalu bullish. , > > > > > >  > > > ======================================= > > > bei5000.com > > > > > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
