Kok tidak nyambung sih apa yang Anda tulis, yang dimaksud sikap mental 
berbisnis di pasar modal TIDAK BEDA dengan berbisnis di sektor riil adalah 
harus dikelola dengan managemen yang baik, bukan sekedar mencari uang panas.

Salam,
TJ

  ----- Original Message ----- 
  From: Susanto Salim 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, November 15, 2011 12:13 PM
  Subject: Re: [saham] Re: Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong - Status 
Pekerjaan


    
  Ya beda lah pak, coba bayangkan kalau semua orang cuman maen di pasar modal 
saja, siapa yang mau bikin komputer, siapa yang mau produksi indomie, yang 
tanem padi di sawah siapa.....Dengan bermain dipasar modal kita tidak 
memproduksi barang dan jasa, kecuali kalau kita membeli saham ipo yang secara 
tidak langsung uang kita digunakan untuk memproduksi barang atau jasa.

  Menanamkan uang di usaha atau investasi sama2 mengandung resiko, dan menurut 
saya adalah tidak bijak untuk mengambil resiko yang terlalu tinggi. Apakah 
resiko di sektor riil sama besarnya dengan di saham, saya kira kalau kita mau 
tau, bolehlah kita lihat jumlah orang kaya hasil dari saham dan dari sektor 
riil, seandainya lebih banyak yang kaya dari sektor riil dibanding dari saham, 
maka bisalah disimpulkan 'bermain' di sektor riil lebih aman, atau sebaliknya.
  -----------
  Predictability: Does the Flap of a Butterfly's Wings in Brazil Set a Tornado 
in Texas?
  Edward N. Lorenz





  2011/11/15 T Jayamudita <[email protected]>

      

    Benar sekali Pak Tong, berbisnis di pasar modal tidak ada bedanya dengan 
berbisnis di sektor riil.

    Ini yang harus disadari oleh semua pelaku bisnis di pasar modal.

    Salam,
    Tommy J


      ----- Original Message ----- 
      From: tongnyangkong 
      To: [email protected] 
      Sent: Monday, November 14, 2011 10:57 PM
      Subject: [saham] Re: Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong - Status 
Pekerjaan


        
      Investasi di pasar modal adalah bukan spekulasi dan bukan gambling JIKA 
dilakukan dengan model Bapak Lo Kheng Hong.

      Anda usaha buka toko/pabrik/perusahaan itu 100 % beresiko seperti anda 
membeli saham.

      Jenis usaha apa yang anda buka/jalankan itu sama besar resikonya dengan 
saham perusahaan apa yang hendak anda beli.

      Kemampuan anda mengelola perusahaan/toko/pabrik sama resikonya dengan 
kemampuan anda membaca/menilai suatu perusahaan yang menjadi sasaran investasi 
anda.

      Jadi nikmat usaha lancar sama nikmatnya dengan naiknya investasi anda.

      Memang harus disadari setiap orang memiliki talenta lebih terhadap 
sesuatu bukan lucky (karena bagi saya prinsip lucky adalah urusan saya dengan 
kasih Tuhan, yang penting usaha biar Tuhan yang menentukan), ada yang memang 
ahli masak, ada yang spesialis bedah, ada yang spesialis menyanyi, dll. 

      Namun apakah berarti Anda jika bukan ahli keuangan tidak bisa 
berinvestasi di pasar modal, tentu tidak. Ada ahlinya, bisa saja melalui para 
fund manager reksadana yang tentunya memiliki profil yang baik selama ini. 

      Jangan paksakan jika anda bukan ahlinya namun berikan kesempatan pada 
diri Anda, apakah diriku memang seorang ahli keuangan ? Tidak perlu gelar 
akademisi, tapi seorang ahli yang memiliki talenta ia akan dengan cepat 
merasakan bidang tertentu yang memang miliknya sejak lahir, seorang koki pasti 
memiliki lidah perasa yang lebih dibandingkan kebanyakan orang, begitupun 
seorang penyanyi akan memiliki kemampuan lebih membedakan nada dan 
menyanyikannya dengan merdu, begitupun seorang ahli keuangan benar-benar bakat 
dari lahir meski tidak memiliki gelar akademisi ia akan dengan mudah memecahkan 
hal yang berhubungan dengan dunia keuangan.

      Jangan harap semua lengkap baru berbuat, itu hal mustahil di dunia ini. 
Semua pasti ada kelebihan dan kekurangan yang menjadi harga dari nilai 
keberhasilan hidup ini.

      Jangan percaya prinsip dosen anda itu, itu pendapat keliru dan tidak 
bertanggung jawab terhadap nilai kehidupan.






  

Kirim email ke