Ya beda lah pak, coba bayangkan kalau semua orang cuman maen di pasar modal
saja, siapa yang mau bikin komputer, siapa yang mau produksi indomie, yang
tanem padi di sawah siapa.....Dengan bermain dipasar modal kita tidak
memproduksi barang dan jasa, kecuali kalau kita membeli saham ipo yang
secara tidak langsung uang kita digunakan untuk memproduksi barang atau
jasa.

Menanamkan uang di usaha atau investasi sama2 mengandung resiko, dan
menurut saya adalah tidak bijak untuk mengambil resiko yang terlalu tinggi.
Apakah resiko di sektor riil sama besarnya dengan di saham, saya kira kalau
kita mau tau, bolehlah kita lihat jumlah orang kaya hasil dari saham dan
dari sektor riil, seandainya lebih banyak yang kaya dari sektor riil
dibanding dari saham, maka bisalah disimpulkan 'bermain' di sektor riil
lebih aman, atau sebaliknya.
-----------
*Predictability: Does the Flap of a Butterfly's Wings in Brazil Set a
Tornado in Texas?
*Edward N. Lorenz



2011/11/15 T Jayamudita <[email protected]>

> **
>
>
> **
> Benar sekali Pak Tong, berbisnis di pasar modal tidak ada bedanya dengan
> berbisnis di sektor riil.
>
> Ini yang harus disadari oleh semua pelaku bisnis di pasar modal.
>
> Salam,
> Tommy J
>
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* tongnyangkong <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Monday, November 14, 2011 10:57 PM
> *Subject:* [saham] Re: Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong - Status
> Pekerjaan
>
>
>
> Investasi di pasar modal adalah bukan spekulasi dan bukan gambling JIKA
> dilakukan dengan model Bapak Lo Kheng Hong.
>
> Anda usaha buka toko/pabrik/perusahaan itu 100 % beresiko seperti anda
> membeli saham.
>
> Jenis usaha apa yang anda buka/jalankan itu sama besar resikonya dengan
> saham perusahaan apa yang hendak anda beli.
>
> Kemampuan anda mengelola perusahaan/toko/pabrik sama resikonya dengan
> kemampuan anda membaca/menilai suatu perusahaan yang menjadi sasaran
> investasi anda.
>
> Jadi nikmat usaha lancar sama nikmatnya dengan naiknya investasi anda.
>
> Memang harus disadari setiap orang memiliki talenta lebih terhadap sesuatu
> bukan lucky (karena bagi saya prinsip lucky adalah urusan saya dengan kasih
> Tuhan, yang penting usaha biar Tuhan yang menentukan), ada yang memang ahli
> masak, ada yang spesialis bedah, ada yang spesialis menyanyi, dll.
>
> Namun apakah berarti Anda jika bukan ahli keuangan tidak bisa berinvestasi
> di pasar modal, tentu tidak. Ada ahlinya, bisa saja melalui para fund
> manager reksadana yang tentunya memiliki profil yang baik selama ini.
>
> Jangan paksakan jika anda bukan ahlinya namun berikan kesempatan pada diri
> Anda, apakah diriku memang seorang ahli keuangan ? Tidak perlu gelar
> akademisi, tapi seorang ahli yang memiliki talenta ia akan dengan cepat
> merasakan bidang tertentu yang memang miliknya sejak lahir, seorang koki
> pasti memiliki lidah perasa yang lebih dibandingkan kebanyakan orang,
> begitupun seorang penyanyi akan memiliki kemampuan lebih membedakan nada
> dan menyanyikannya dengan merdu, begitupun seorang ahli keuangan
> benar-benar bakat dari lahir meski tidak memiliki gelar akademisi ia akan
> dengan mudah memecahkan hal yang berhubungan dengan dunia keuangan.
>
> Jangan harap semua lengkap baru berbuat, itu hal mustahil di dunia ini.
> Semua pasti ada kelebihan dan kekurangan yang menjadi harga dari nilai
> keberhasilan hidup ini.
>
> Jangan percaya prinsip dosen anda itu, itu pendapat keliru dan tidak
> bertanggung jawab terhadap nilai kehidupan.
>
>

Kirim email ke