Benar sekali Pak Tong, berbisnis di pasar modal tidak ada bedanya dengan 
berbisnis di sektor riil.

Ini yang harus disadari oleh semua pelaku bisnis di pasar modal.

Salam,
Tommy J


  ----- Original Message ----- 
  From: tongnyangkong 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, November 14, 2011 10:57 PM
  Subject: [saham] Re: Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong - Status 
Pekerjaan


    
  Investasi di pasar modal adalah bukan spekulasi dan bukan gambling JIKA 
dilakukan dengan model Bapak Lo Kheng Hong.

  Anda usaha buka toko/pabrik/perusahaan itu 100 % beresiko seperti anda 
membeli saham.

  Jenis usaha apa yang anda buka/jalankan itu sama besar resikonya dengan saham 
perusahaan apa yang hendak anda beli.

  Kemampuan anda mengelola perusahaan/toko/pabrik sama resikonya dengan 
kemampuan anda membaca/menilai suatu perusahaan yang menjadi sasaran investasi 
anda.

  Jadi nikmat usaha lancar sama nikmatnya dengan naiknya investasi anda.

  Memang harus disadari setiap orang memiliki talenta lebih terhadap sesuatu 
bukan lucky (karena bagi saya prinsip lucky adalah urusan saya dengan kasih 
Tuhan, yang penting usaha biar Tuhan yang menentukan), ada yang memang ahli 
masak, ada yang spesialis bedah, ada yang spesialis menyanyi, dll. 

  Namun apakah berarti Anda jika bukan ahli keuangan tidak bisa berinvestasi di 
pasar modal, tentu tidak. Ada ahlinya, bisa saja melalui para fund manager 
reksadana yang tentunya memiliki profil yang baik selama ini. 

  Jangan paksakan jika anda bukan ahlinya namun berikan kesempatan pada diri 
Anda, apakah diriku memang seorang ahli keuangan ? Tidak perlu gelar akademisi, 
tapi seorang ahli yang memiliki talenta ia akan dengan cepat merasakan bidang 
tertentu yang memang miliknya sejak lahir, seorang koki pasti memiliki lidah 
perasa yang lebih dibandingkan kebanyakan orang, begitupun seorang penyanyi 
akan memiliki kemampuan lebih membedakan nada dan menyanyikannya dengan merdu, 
begitupun seorang ahli keuangan benar-benar bakat dari lahir meski tidak 
memiliki gelar akademisi ia akan dengan mudah memecahkan hal yang berhubungan 
dengan dunia keuangan.

  Jangan harap semua lengkap baru berbuat, itu hal mustahil di dunia ini. Semua 
pasti ada kelebihan dan kekurangan yang menjadi harga dari nilai keberhasilan 
hidup ini.

  Jangan percaya prinsip dosen anda itu, itu pendapat keliru dan tidak 
bertanggung jawab terhadap nilai kehidupan.

  --- In [email protected], doktermarket@... wrote:
  >
  > Sewaktu saya kuliah, seorang dosen memberikan wejangan yang masih sangat 
lekat di kepala saya:
  > 
  > Sebelum berinvestasi, hendaklah kita memisahkan uang utk:
  > 1. Biaya hidup sehari-hari 
  > 2. Biaya untuk sekolah anak
  > 3. Dana untuk keperluan darurat. 
  > 
  > Setelah itu semua terpenuhi, barulah dana yg ada dapat dialokasikan ke 
saham. 
  > 
  > Perlu diingat bahwa investasi saham merupakan investasi high risk 
(dibandingkan dgn investasi tanah, obligasi, dan reksadana pasar uang). 
  > 
  > Jangan korbankan seluruh kehidupan anda saat ini demi masa depan yang belum 
pasti. 
  > Apapun kondisi market. 
  > 
  > Cerita orang kaya raya karena saham memang banyak, tapi cerita orang yang 
sampai harus kehilangan rumah karena terlalu agresif di bursa juga tidak kalah 
banyak. 
  > 
  > Investasi saham bukan spekulasi dengan dasar kenekatan. 
  > 
  > Powered by Telkomsel BlackBerry®
  > 
  > -----Original Message-----
  > From: Susanto Salim <susanto.salim@...>
  > Sender: [email protected]
  > Date: Mon, 14 Nov 2011 15:53:07 
  > To: <[email protected]>
  > Reply-To: [email protected]
  > Subject: Re: [saham] Re: Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong - Status 
Pekerjaan
  > 
  > Saya kira untuk hal yang satu ini lebih bijak untuk berhati2. Kalau
  > seandainya hidup kita saat ini sudah cukup2 saja, maka adalah tidak bijak
  > untuk mempertaruhkan seluruh kekayaan kita, dan beresiko jatuh miskin, demi
  > untuk jadi kaya raya. Lo Kheng Hong mungkin kaya raya saat ini, tapi bukan
  > berarti tindakannya gadai rumah perlu kita ikutin juga. Ingatlah mungkin
  > ada banyak orang gadai rumah disaham akhirnya kehilangan rumah dan bukan
  > malah jadi kaya. Tapi tentu saja para 'looser' yang kehilangan rumah ini
  > tidak jadi headline di surat kabar apalagi dipanggil wawancara di TV.
  > 
  > Saya sepakat dengan metode FA yang dipakai LKH tapi tidak sepakat kalau
  > sampai harus mengambil resiko yang demikan besar.
  > -----------
  > *Predictability: Does the Flap of a Butterfly's Wings in Brazil Set a
  > Tornado in Texas?
  > *Edward N. Lorenz
  > 
  > 
  > 
  > 2011/11/14 tongnyangkong <tongnyangkong@...>
  > 
  > > **
  > >
  > >
  > > No body know the future, tomorrow is a mystery. Only the God know the
  > > answer. Jika kamu yakin dengan analisis anda maka tak perlu menyisihkan
  > > sepeserpun uang di tabungan anda kecuali uang dapur dan uang sekolah anak
  > > dalam waktu tidak lebih dari 1 bulan.
  > >
  > > Menunggu sampai punya 36x biaya hidup baru berinvestasi di pasar modal
  > > maka hari ini cerita Lo Kheng Hong tak pernah ada, apalagi yang
  > > bersangkutan jelas menulis berasal dari keluarga kurang mampu. kalau sudah
  > > punya 36x biaya hidup per bulan tentunya sudah termasuk kelompok menengah
  > > karena hanya kelompok menengah atas yang mampu menyediakan biaya hidup
  > > selama itu.
  > >
  > > --- In [email protected], Hendrik Limbono <hendrik_lwww@> wrote:
  > > >
  > > > bener, KALAU market naik terus sih gpp, gak usah menyisihkan iaya hidup
  > > juga gpp
  > > > tapi pada kenyataannya ada saat - saat bearish, tidak selalu bullish. ,Â
  > > >
  > > > Â
  > > > =======================================
  > > > bei5000.com
  > > >
  > >
  >



  

Kirim email ke