kalau boleh saya tambahkan meski saya tidak menyetujui fraud yang dilakukan sarijaya. Menurut saya fraud lewat emiten jauh lebih dasyat, misl lewat mark up segala bentuk, pemakaian dana untuk kepentingan pribadi/kelompok emiten, hingga korting penerimaan pelanggan lewat perusahaan pemasaran milik pengendali. Nilainya jauh lebih dasyat.
Menurut saya aturan yang sangat urgent yang harus segera diterbitkan otoritas pasar modal adalah aturan penempatan dana emiten lewat Kontrak Pengelolaan Dana, menurut saya disana "AKAN BISA" terjadinya banyak fraud oleh emiten. Harus ada kejelasan keterbukaan informasi, rups, atau aturan lainnya yang terperinci agar fraud disana berkurang atau setidaknya tereliminasi. Emiten hanya boleh sembarangan menggunakan dana perusahaan setelah seluruh saham di pasar mereka beli kembali, selama ada saham milik mayarakat selembarpun maka mereka tidak berhak sembarangan menggunakan dana perusahaan sepeserpun. Otoritas pasar modal harus tegas pada emiten yang melakukan divestasi aset, menurut saya ada satu ide yaitu dana yang diperoleh lewat divestasi harus kembali dulu pada pemegang saham. Setelah dana dibayarkan kepada pemegang saham emiten bisa minta kembali lewat right issue. Hal ini untuk mencegah fraud penggembosan dana oleh pihak-pihak tertentu di dalam emiten itu sendiri. Tidak fair jika emiten hendak menguasai aset terdivestasi di dapat dari pasar modal, namun ketika divestasi dilakukan dana tidak dikembalikan lebih dulu kepada para pemegang sahamnya. Bahasa sederhananya, jika A mau membesar menjadi A100 boleh mengambil dana dari pemegang saham lewat IPO atau right issue, namun jika A100 mau menjadi B100 boleh tapi kembali dulu menjadi A, setelah itu baru lakukan right issue agar A menjadi B100. Menurut saya hal ini sangat baik mencegah fraud terutama penggunaan dana hanya pada pihak tertentu. Kalau setelah right dan pemegang saham menyetujui A menjadi B100, berarti itu sudah urusan pemegang saham berikutnya, sudah tau kok masih dibeli berarti kan sudah mengerti. Semoga otoritas pasar modal membaca ide sederhana dari saya. Salam ttd. Tong Nyang Kong ---------- note : maaf tidak menerima pesan lewat chatting ---------- ---- semua pesan harus diberi judul dan kenal dari mana agar lebih -- - diprioritaskan untuk dibaca, tapi itupun tidak ada jaminan dibaca - --- In [email protected], "Irwan Ariston Napitupulu" <irwanariston@...> wrote: > > > Jangan merendahkan Indonesialah. Di AS dan Eropa, sama sajalah. Justru saya > bangga dengan Indonesia. > > Lihatlah sesuatu dengan perspektif yg lebih luas, jangan hanya fokus di > negatifnya saja krn akan cenderung memberikan kesimpulan yg salah tentang > Indonesia. > > Indonesia memang memiliki kekurangan, tapi secara overall, Indonesia masih > lebih baik dari kebanyakan negara di dunia. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > Sent from my BlackBerry® > > > -----Original Message----- > From: "adi noe" <adinoe.mail@...> > Sender: [email protected] > Date: Sat, 26 Nov 2011 05:43:52 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi > > Kasian deh di indo org yg licik pasti bisa ngerjain org yg ga tau apa2. > Yg perlu di inget indo ibarat hutan rimba yg berkuasa dialah yg menang. > No rule > > sent from 3® > > -----Original Message----- > From: "Irwan Ariston Napitupulu" <irwanariston@...> > Sender: [email protected] > Date: Sat, 26 Nov 2011 05:36:54 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi > > > T+3, duit disampaikan ke sekuritas. Seperti yg anda katakan, manajemen > sarijaya yg tanggung jawab atas kas tsb, jadi yg anda tuntut itu manajemen > sarijaya lah, bukan otoritas bursa. > > Khan otoritas bursa jobdes nya ngga jaminan pembayaran diterima nasabah yg > jualan saham toh? :) > > Saya bukan tdk prihatin atas masalah anda dgn sarijaya, tapi tempatkanlah dgn > baik dan tepat siapa yg bertanggung jawab dlm hal ini dgn memperhatikan tugas > dan fungsi masing2 serta aturan yg berlaku. > > Kira2, kenapa BI atau otoritas bursa koq ngga gantiin duit nasabahnya bank > century yg lenyap krn kasus produk investasinya? > Coba tanya, kenapa? Khan jawabannya krn memang bukan dalam tanggung jawab > mereka utk hal tsb termasuk gantiin duit nasabah. > > Apa karena kasus itu jadi hilang kepercayaan orang untuk produk investasi di > bank? Khan ngga juga toh, malah makin bertambah tapi sekarang mereka makin > paham hal2 yg perlu diperhatikan. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > Sent from my BlackBerry® > > > -----Original Message----- > From: hliem99@... > Sender: [email protected] > Date: Sat, 26 Nov 2011 05:12:33 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi > > Mungkin kasus enron dll berbeda dengan sarijaya. Enron melakukan manipulasi > lapkeu, lehman bangkrut dll tapi ada proses penyelesaian yg fair atas > perusahaan ini. > Sarijaya ada beberapa hal : cash di rekening sarijaya ditilep oleh > management (ini tanggungjawab mgmt) > Proses settle T+3 (ini seharusnya tanggung jawab bei/ksei/kpei/bapepam karena > mereka harus memastikan ini match) > > Regards > > -----Original Message----- > From: Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> > Sender: [email protected] > Date: Fri, 25 Nov 2011 22:13:19 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi > > Kasus Sarijaya adalah kasus diluar perkiraan banyak orang. > > Belajar dari kasus Sarijaya itulah, makanya otoritas bursa melakukan > perbaikan2 dari sisi pengontrolan. > > Mulai dari KSEI yg mensosialisasikan soal AKSes agar trader/investor bisa > melakukan kontrol tambahan atas sahamnya dengan menjalankan fungsi > monitoring. Lalu juga untuk cash nya, sekarang sedang mau dijalan dengan > dibuatkan segregat account dengan nasabah dibukakan rekening terpisah di > bank pembayar, sehingga kalau ada apa2 dengan sekuritasnya, dana nasabah > jadi aman. > > Di bursa AS juga banyak kasus2 koq. Seperti contoh terkenalnya adalah kasus > Enron. Laporan keuangannya bagus, tidak masalah, tiba2 ambruk dan bankrut > sehingga banyak uang orang hilang karena memiliki saham tersebut. Lalu, > kasus Lehman Brothers juga sama. Memang sih, cara hilangnya beda, tapi toh > kerugiannya cenderung diderita oleh trader/investor. Apakah trader/investor > Enron dan Lehman Brothers bisa dapetin duitnya balik akibat kerugian yg > dideritanya yg bisa dibilan bukan karena kesalahan mereka karena > mempercayai laporan keuangan yg telah di audit oleh akuntan terkenal? Tidak > juga toh? > > Saya pribadi sangat prihatin dengan korban2 kasus Sarijaya. Tapi, sulit > juga kita menuntut otoritas bursa menggantikan uang nasabah Sarijaya yg > hilang karena fraud dari manajemen/pemilik Sarijaya, sementara dari sisi > hukum kita tahu otoritas bursa tidak dalam posisi menjamin uang nasabah > akan aman 100% di sekuritas. Bank Indonesia saja khan juga tidak menjamin > 100% uang nasabah bank yg ada di suatu bank akan selamat atau utuh toh > bila pihak manajemen bank nya melakukan fraud? > > Menurut saya, kita pribadi perlu lebih care, lebih peduli dengan aset/harta > kita sendiri. Banyak pilihan yg ada di pasar baik itu bank ataupun > sekuritas, pilihlah yg menurut anda aman dan nyaman, walau mungkin ada > biaya yg perlu anda bayar lebih tinggi untuk ketenangan tersebut. Misalnya, > kalau di bank, anda mendapatkan bunga yg lebih kecil. Kalau di sekuritas, > anda dikenakan biaya transaksi yang lebih tinggi. Semua itu bagi saya > adalah harga yg perlu kita bayar untuk mendapatkan ketengangan dan > kenyamanan aset kita. > > Semoga bermanfaat. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2011/11/25 <hliem99@...> > > > ** > > > > > > Terima kasih pak irwan, untuk hal ini sangat jelas proses dan resiko nya, > > dan tindakan apa yg harus dilakukan. Bgmn dgn kasus sarijaya, dijelaskan > > dgn logika? > > Regards > > ------------------------------ > > *From: * Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> > > *Sender: * [email protected] > > *Date: *Fri, 25 Nov 2011 21:26:31 +0700 > > *To: *<[email protected]> > > *ReplyTo: * [email protected] > > *Subject: *[saham] Pasar Negosiasi > > > > > > > > Sekedar pengetahuan saja bagi para trader dan pelaku pasar lainnya, > > di BEI itu mengenal tiga pasar: > > > > 1. Pasar reguler: pasar yg biasanya tempat kita jualan dan beli. > > Penyerahan saham dan pembayaran adalah T+3. > > 2. Pasar tunai: Hanya sesi 1 saja bukanya. Saham harus sudah tersedia > > dan diserahkan hari itu bagi yg jualan. Bagi yg beli, dana sudah harus > > tersedia. Alias transaksi perdagangannya adalah T+0. Biasanya yg > > melakukan transaksi di pasar tunai adalah karena butuh uang cepat, > > atau butuh barang cepat (karena jual melebihi jumlah barang yg > > dimiliki). Perdagangan right juga dilakukan di pasar tunai. > > 3. Pasar negosiasi: Penyerahan saham dan pembayaran bisa antara T+0 > > s.d. T+3, tergantung kesepakatan antara pembeli dan penjual. Harga nya > > pun juga bisa diluar ketentuan fraksi. Misalkan saja, kita bisa jualan > > harga saham di 1111, kalau pasar reguler bisanya di 1110 atau di 1120. > > Pasar negosiasi ini bisa dimanfaatkan bagi beli atau jualan dengan > > jumlah odd lot, maupun dengan jumlah block besar, atau bisa juga untuk > > transaksi tutup sendiri dimana dealnya sudah terjadi di luar bursa, > > tinggal menjalankan "balik nama" kepemilikan saham di lantai bursa. > > > > Kira2 itu gambaran singkatnya. Untuk detilnya, bisa dicari > > informasinya lebih jauh. > > > > Semoga bermanfaat. > > > > jabat erat, > > Irwan Ariston Napitupulu > > > > > > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
