Mungkin kalau untuk saham property dilihat land bank nya, itu khan aset utama 
untuk ekspansi.

Itu kalau menurut saya :)

Moga2 kagak salah, soalnya lumayan untung main disaham property :)

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Al Hambra <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 30 Oct 2012 20:26:54 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Jangan Pakai PBV Untuk Valuasi Tambang

kalau untuk perusahaan property gimana bang ian? apa cukup relevan dgn PBV ?

On 10/30/12, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> wrote:
> Saran saya, kalau mau melihat suatu perusahaan/saham tambang (termasuk
> batubara) itu mahal atau tidaknya, jangan melihat angka PBV nya,
> karena angka ini bisa menyesatkan. Lebih baik lihat cadangan terukur
> dari potensi lahan tambangnya yang ada.
>
> Saya ambil contoh ekstrimnya bagaimana angka tersebut bisa
> menyesatkan. Kalau saya memperoleh lahan tambang katakan seluas 1000
> dengan perkiraan cadangan 100, lalu saya catat harga perolehannya di
> tahun xxxx senilai Rp100 (saya pakai nilai wajar karena jujur), akan
> berbeda bila saya mencatatatnya dengan nilai Rp1000 (saya markup
> habis2an).
> Yang saya catat dengan nilai Rp100, maka PBV perusahaan saya akan
> terlihat tinggi.
> Yang saya catat dengan nilai Rp1000, maka PBV perusahaan saya akan
> terlihat rendah.
>
> Jadi, berhati2lah bila mau pakai angka PBV untuk perusahaan tambang,
> karena bisa menyesatkan dan tidak apple to apple untuk membandingkan
> dengan perusahaan sejenis pun (katakan saja di sektor batubara).
>
> Kalau untuk perbankan, baru bolehlah dlihat PBV nya, karena aset utama
> perbankan itu sifatnya lebih standar antara angka pencatatan dan
> nilainya cenderung sama karena bentuknya uang, :)
>
> Sekedar masukan saja dan semoga bermanfaat.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>

Kirim email ke