Emiten property itu ada banyak jenisnya. Ada yang fokus di property
untuk wilayah industri, ada yang fokus di property untuk perumahan,
ada yang fokus di property untuk apartemen maupun perkantoran. Masing2
memiliki karateristik yang berbeda.

Yang perlu dicatat, harga tanah (land bank) yang dicatat di neraca itu
adalah harga historicalnya. Harga masa lalu. Kita tahu bahwa
belakangan ini harga tanah naik tajam untuk wilayah tertentu. Jadi,
perlu dilihat harga perolehan tanah atau yang dicatat di neraca itu
berdasarkan harga tahun berapa. Dan waktu itu apakah dicatatnya dengan
harga pasar/wajar ataukah dengan harga mark up. Perlu diketahui, ada
saya dengar (dari orang2 yg memang bidangnya property), bahwa suka ada
yang nakal soal transaksi pembelian lahan ini. Ditampungi dulu lahan
yg akan dibeli oleh emiten dengan memakai perusahaan/orang tertentu,
lalu setelah itu baru dijual ke perusahaan dengan harga yang sudah di
mark up.

Jadi, saya lebih menyarankan untuk menghitung valuasi perusahaan yg
bergerak di bidang property, pelajari dulu emitennya fokus di yang
mana, lalu pencatatan di neraca seperti apa, prospek lahan yg masih
tersisa seperti apa dan kira2 berapa nilainya, dst...dst...dst.

Repot? Ya iyalah repot, namanya juga analisa fundamental, harus siap
repot kalau mau dapat valuasi yang lebih mencerminkan. Hasilnya pun
sepadan kalau setelah dihitung, ternyata harga sahamnya di pasar jauh
lebih murah dibanding dengan potensi yg dimiliki dalam 2-3 tahun
mendatang (misalkan). Kalau ngga ketemu juga, ya anggap saja apes.
Kalau ngga mau repot, ya pakai grafik sajalah, jadi ujung2nya trading
lagi...trading lagi. :)

Kalau mau investasi yang ngga repot hitung2annya, ya di banking.
Karena di banking khususnya yang sudah puluhan tahun berdiri, jauh
lebih gampang ngitungnya. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2012/10/30 Al Hambra <[email protected]>:
> kalau untuk perusahaan property gimana bang ian? apa cukup relevan dgn PBV ?
>
> On 10/30/12, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> wrote:
>> Saran saya, kalau mau melihat suatu perusahaan/saham tambang (termasuk
>> batubara) itu mahal atau tidaknya, jangan melihat angka PBV nya,
>> karena angka ini bisa menyesatkan. Lebih baik lihat cadangan terukur
>> dari potensi lahan tambangnya yang ada.
>>
>> Saya ambil contoh ekstrimnya bagaimana angka tersebut bisa
>> menyesatkan. Kalau saya memperoleh lahan tambang katakan seluas 1000
>> dengan perkiraan cadangan 100, lalu saya catat harga perolehannya di
>> tahun xxxx senilai Rp100 (saya pakai nilai wajar karena jujur), akan
>> berbeda bila saya mencatatatnya dengan nilai Rp1000 (saya markup
>> habis2an).
>> Yang saya catat dengan nilai Rp100, maka PBV perusahaan saya akan
>> terlihat tinggi.
>> Yang saya catat dengan nilai Rp1000, maka PBV perusahaan saya akan
>> terlihat rendah.
>>
>> Jadi, berhati2lah bila mau pakai angka PBV untuk perusahaan tambang,
>> karena bisa menyesatkan dan tidak apple to apple untuk membandingkan
>> dengan perusahaan sejenis pun (katakan saja di sektor batubara).
>>
>> Kalau untuk perbankan, baru bolehlah dlihat PBV nya, karena aset utama
>> perbankan itu sifatnya lebih standar antara angka pencatatan dan
>> nilainya cenderung sama karena bentuknya uang, :)
>>
>> Sekedar masukan saja dan semoga bermanfaat.
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>
>
> ------------------------------------
>
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN 
> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL 
> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK 
> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>
> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
> Yahoo! Groups Links
>
>
>


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke