Sekarang saya jadi mumet... Selama ini Saya hanya trading Pakai MA10, MA20 dan MA50. Kalau goldencross saya pasang order beli 1 tick diatas harga Tertinggi penutupan hari sebelumnya. Lalu SL 1 tick diharga terendah penutupan atau max -4%.
Kalau deathcross, ya langsung jual 1 tick diharga terendah. Mungkin ilmu saya belum sampai untuk analisa PBV yg jelimet ini. Beda-beda pula persektor.. :( Salam, Rb Sent from my iPad On 30 Okt 2012, at 20:00, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> wrote: > Emiten property itu ada banyak jenisnya. Ada yang fokus di property > untuk wilayah industri, ada yang fokus di property untuk perumahan, > ada yang fokus di property untuk apartemen maupun perkantoran. Masing2 > memiliki karateristik yang berbeda. > > Yang perlu dicatat, harga tanah (land bank) yang dicatat di neraca itu > adalah harga historicalnya. Harga masa lalu. Kita tahu bahwa > belakangan ini harga tanah naik tajam untuk wilayah tertentu. Jadi, > perlu dilihat harga perolehan tanah atau yang dicatat di neraca itu > berdasarkan harga tahun berapa. Dan waktu itu apakah dicatatnya dengan > harga pasar/wajar ataukah dengan harga mark up. Perlu diketahui, ada > saya dengar (dari orang2 yg memang bidangnya property), bahwa suka ada > yang nakal soal transaksi pembelian lahan ini. Ditampungi dulu lahan > yg akan dibeli oleh emiten dengan memakai perusahaan/orang tertentu, > lalu setelah itu baru dijual ke perusahaan dengan harga yang sudah di > mark up. > > Jadi, saya lebih menyarankan untuk menghitung valuasi perusahaan yg > bergerak di bidang property, pelajari dulu emitennya fokus di yang > mana, lalu pencatatan di neraca seperti apa, prospek lahan yg masih > tersisa seperti apa dan kira2 berapa nilainya, dst...dst...dst. > > Repot? Ya iyalah repot, namanya juga analisa fundamental, harus siap > repot kalau mau dapat valuasi yang lebih mencerminkan. Hasilnya pun > sepadan kalau setelah dihitung, ternyata harga sahamnya di pasar jauh > lebih murah dibanding dengan potensi yg dimiliki dalam 2-3 tahun > mendatang (misalkan). Kalau ngga ketemu juga, ya anggap saja apes. > Kalau ngga mau repot, ya pakai grafik sajalah, jadi ujung2nya trading > lagi...trading lagi. :) > > Kalau mau investasi yang ngga repot hitung2annya, ya di banking. > Karena di banking khususnya yang sudah puluhan tahun berdiri, jauh > lebih gampang ngitungnya. :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2012/10/30 Al Hambra <[email protected]>: > > kalau untuk perusahaan property gimana bang ian? apa cukup relevan dgn PBV ? > > > > On 10/30/12, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> wrote: > >> Saran saya, kalau mau melihat suatu perusahaan/saham tambang (termasuk > >> batubara) itu mahal atau tidaknya, jangan melihat angka PBV nya, > >> karena angka ini bisa menyesatkan. Lebih baik lihat cadangan terukur > >> dari potensi lahan tambangnya yang ada. > >> > >> Saya ambil contoh ekstrimnya bagaimana angka tersebut bisa > >> menyesatkan. Kalau saya memperoleh lahan tambang katakan seluas 1000 > >> dengan perkiraan cadangan 100, lalu saya catat harga perolehannya di > >> tahun xxxx senilai Rp100 (saya pakai nilai wajar karena jujur), akan > >> berbeda bila saya mencatatatnya dengan nilai Rp1000 (saya markup > >> habis2an). > >> Yang saya catat dengan nilai Rp100, maka PBV perusahaan saya akan > >> terlihat tinggi. > >> Yang saya catat dengan nilai Rp1000, maka PBV perusahaan saya akan > >> terlihat rendah. > >> > >> Jadi, berhati2lah bila mau pakai angka PBV untuk perusahaan tambang, > >> karena bisa menyesatkan dan tidak apple to apple untuk membandingkan > >> dengan perusahaan sejenis pun (katakan saja di sektor batubara). > >> > >> Kalau untuk perbankan, baru bolehlah dlihat PBV nya, karena aset utama > >> perbankan itu sifatnya lebih standar antara angka pencatatan dan > >> nilainya cenderung sama karena bentuknya uang, :) > >> > >> Sekedar masukan saja dan semoga bermanfaat. > >> > >> jabat erat, > >> Irwan Ariston Napitupulu > >> > > > > > > ------------------------------------ > > > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > > Yahoo! Groups Links > > > > > > >
