PEMANGKAT-Pendaftaran tatung dan pembagian buku paramitha yang dilakukan 
panitia Cap Go Me 2009 Makin Kecamatan Pemangkat dipadati para peserta. Hampir 
seluruh tatung didalam kota Pemangkat mendaftar, dan sebagain lainya adalah 
peserta dari luar seperti Singkawang dan kecamatan lain.
"Peserta pawai CGM tahun ini diperkirakan membludak, bahkan bisa melampuai 
peserta tahun lalu karena animo masyarakat sangat tinggi untuk meramaikan 
perayaan tahunan ini," ungkap Ketua Panitia CGM pemangkat Bong She Kiong, saat 
ditemui di kantor Makin Pemangkat Jalan Mohammad Hambal, Selasa (3/20 kemarin.

Tahun lalu peserta hanya 80 tatung, namun sampai pukul sekitar 13.00 wib jumlah 
pendaftar dan mengambil buku paramitha sudah 76 orang. Jumlah tersebut akan 
bertambah, karena pendaftaran akan ditutup sekitar sore bahkan sampai ke malam. 
Pendaftaran ini juga merupakan pendataan tatung yang senantiasa ikut makin. 
Bahkan pada saat para peserta mendaftar dan mengambil buku paramitha pertama 
kali, para tatung sudah mendapatkan sumbangan perdana sebesar Rp 100 ribu dari, 
Lio To Jin, salah satu pengusaha Pemangkat. 

Dengan demikian menambah semangat para tatung. Menurut Zayadi panggilan lain 
Bong She Khiong, pendaftaran ini juga akan menjadi bukti tanggung jawab panitia 
kepada masyarakat. Terutama pada mereka yang memberikan sumbangan kepada para 
tatung. Sehingga pada pelaksanaan nantinya tidak ada peserta pawai gadungan 
alias tatung aspal. "Tiap tahun pasti ada oknum tertentu yang menjadi tatung 
palsu dan meminta sumbangan dengan masyarakat menggunakan buku paramitha buatan 
sendiri bukan panitia," ungkapnya. 

Salah satu bentuk antisipasi, panitia nantinya akan mengecek ulang peserta 
tatung sebelum pelaksanaan. Berdasarkan nama yang tertera dalam buku 
pendaftaran. Panitia berharap tahun ini panitia tidak kecolongan dengan aksi 
oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut."Kejadian tersebut membuat panitia 
setiap tahun memperbaharui cap stempel yang ada didalam buku paramitha, dengan 
demikian tidak ada yang meniru cap tersebut kemudian disalahgunakan demi 
kepentingan sendiri," tegasnya. Dia meminta oknum yang mencoba berbuat hal yang 
kurang baik tersebut untuk mengurungkan niatnya. Karena kalau sampai ketahuan 
oleh panitia maka akan mendapat tindakan yang keras. 

"Lebih baik mendaftar sebagai peserta dari pada harus menjadi penipu 
masyarakat," katanya. Dalam buku paramita tersebut, panitia kembali menegaskan 
soal tata tertib yang harus dipatuhi oleh panitia. Seperti soal larangan 
mempertontonkan hal yang tidak sepantansnya, mengindahkan rute panitia, serta 
peraturan lalu lintas saat melakukan pawai. Dalam kesempatan tersebut, Makin 
mengucapkan terima kasih atas dukungan semua lapisan masyarakat atas suksesnya 
perayaan Imlek di Pemangkat. Kemudian Makin juga memperlihatkan koleksi pertama 
patung nabi Konghucu, patung ukiran asli kayu jati asal Jepara dengan warna 
cerah, sehingga terlihat tampak terbuat dari bahan keramik. Patung tersebut 
juga merupakan hadiah dari pengusaha Pemangkat Lim Bun Tet yang sukses ditanah 
perantauan. (har)  

Sumber : http://pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=14206

Kirim email ke