Kesepakatan Berubah SINGKAWANG-Sekretaris Panitia Harian Imlek dan Cap Go Meh 2009, Bong Cin Nen mengakui ada sekitar 400-an tatung yang sudah membuat kesepakatan menolak dibangun tiga altar. Sebelumnya, ada keinginan dari aliran Tri Dharma dan Majelis Tao Indonesia untuk mendirikan altar sendiri. Sebelumnya, pendirian tiga altar itu sudah diakomodir oleh Ketua Umum Panitia Imlek dan Cap Go Meh 2009, Suhadi Abdullani, ketika digelar rapat koordinasi di Mapolres Singkawang, dua hari lalu. Kesepakatannya, yakni boleh mendirikan tiga altar namun tidak dibenarkan dilokasi lain, sehingga disatukan satu lokasi yakni di sekitar Tugu Naga. Penolakan tiga altar ini, kata Bong Cin Nen, sudah dilakukan secara tertulis dan sudah disampaikan kepada Polres Singkawang sehingga memudahkan pengamanan.
"Tadi (kemarin) sudah ada kesepakatan semua tatung, sehingga panitia membangun satu altar saja," katanya. Bong Cin Nen juga mengklarifikasi soal dana pengamanan yang diminta oleh Polres Singkawang. Menurut Bong Cin Nen, dana pengamanan itu hanya usulan dan belum diputuskan oleh panitia. "Itu hanya usulan. Harus dibicarakan terlebih dahulu dan tergantung dananya. Kalau tidak ada, tentu tidak akan dipenuhi usulan itu," kata Bong Cin Nen. Ketua MTI Kota Singkawang, Chai Ket Khiong dan Bong Wui Khong tetap pada pendiriannya akan mendirikan altar sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan didepan Muspida Singkawang yang langsung dipimpin oleh Kapolres Singkawang, AKBP Subnedih, dua hari lalu. "Kan, sudah ada kesepakatan. Apakah itu murni dari tatung. Itu yang menjadi pertanyaan," kata Akiong, kepada Pontianak Post, kemarin. Hal senada juga diakui oleh Ketua Tri Dharma, Bong Wui Khong. Menurut Bong Wui Khong, pendirian tiga altar disatu lokasi sudah menjadi kesepakatan bersama di rapat yang dipimpin langsung oleh Kapolres Singkawang dan sudah disetujui oleh ketua umum. "Masak, kesepakatan harus dibolak-balik lagi. Kok, sebelum-sebelumnya tidak ada yang menolak," kata Bong Wui Khong. Menurut dia, awalnya, tatung disuruh tandatangan saja untuk memperoleh santunan yang diberikan oleh panitia yang sudah dijanjikan. "Tatung juga sudah adukan hal ini kepada saya. Mereka hanya teken untuk ambil uang. Bukan menolak. Kita semua sepakat. Itu demi keamanan. Jangan sampai panitia-panitia yang tak tahu menahu ini melakukan provokasi yang tidak dibenarkan," kata Bong Wui Khong. Bong Wui Khong berjanji, tetap akan membangun altar sesuai dengan kesepakatan. "Jangan kesepakatan itu diabaikan. Kita demi amannya Singkawang," kata Bong Wui Khong. (zrf) Sumber : http://pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=14266
