Garap dengan Serius , Jalan ke Sambas Dipecah

SINGKAWANG- Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Singkawang, Ajun Komisaris Polisi 
Rahmat Tri Haryadi mengakui, pihaknya sudah mempersiapkan skenario untuk 
pemblokiran jalan yang akan dijadikan tempat perayaan Cap Go Meh sepekan 
mendatang. Menghadapi perayaan ini, kata Rahmat, tidak harus seluruh jalan 
ditutup dan ada jalan alternatif yang bisa dilintasi bagi warga. Khususnya bagi 
mereka yang hendak ke Pontianak - Sambas maupun yang mau ke dalam kota. Jalur 
akses dari Pontianak menuju Sambas dipecah dua alternatif. Pertama, kata dia, 
melalui Jalan Tani-Pelangi dan Ratu Sepudak dan kedua yakni, Jalan Achmad 
Yani-Alianyang-Ratu Sepudak. 

Sementara itu, dijadikannya Cap go meh Singkawang tahun 2009 sebagai kalender 
even nasional yang digabungkan dalam Singkawang Festival mendapat sambutan 
warga. Hal in membuktikan keseriusan Pemkot Singkawang dalam memajukan 
pariwisata. "Ini adalah, bentuk keseriusan pemkot. Tentu memiliki daya tarik 
tersendiri, sehingga Singkawang terpilih menjadi tempat wisatawan untuk melihat 
ritual cap go meh yang merupakan ritual keagamaan setahun sekali, yang menurut 
kepercayaan warga Tionghoa adalah untuk membersihkan kota dari pengaruh mahluk 
halus," kata Agus Soetomo, kepada Pontianak Post, kemarin. 
Tomo, panggilan akrabnya mengakui, masyarakat Singkawang baik secara langsung 
maupun tidak langsung tentu harus mampu menjaga keamanan Singkawang untuk 
selamanya. 

"Alhamdulillah, selama ini Kota Singkawang dinilai aman. Itu membuktikan 
masyarakat sudah cerdas, bahwa konflik itu tidak ada gunanya," kata Tomo 
menjelaskan. Dia berharap, dengan keseriusan pemerintah memperoleh hasil yang 
maksimal. "Keseriusan itu harus dilakukan, bukan hanya cap go meh ini saja, 
tapi event-event lainnya," kata Tomo.  Kepala Kepolisian Resort Singkawang, 
Ajun Komisaris Besar Polisi, Subnedih mengakui siap mengamankan jalannya 
perayaan cap go meh tahun 2009 ini yangmenjadi agenda nasional. "Patut kita 
syukuri, cap go meh Singkawang masuk dalam kalender event nasional. Tentu 
masyarakat harus bisa menjaga keamanan itu sendiri," kata Subnedih.

Menurut dia, hasil evaluasi terhadap pelaksanaan imlek di Kota Singkawang tidak 
terjadi kekacauan dan gangguan yang menjurus pada konflik. "Kita sejak awal 
sudah bertekad untuk menyukseskan pelaksanaan imlek. Alhamdulillah, semuanya 
berjalan lancar. Hanya satu kasus penjabretan yang terjadi di Singkawang 
Selatan terhadap warga luar. Tak lama setelah kejadian, pelakunya sudah 
tertangkap. Cap go meh harus seperti imlek kemarin tidak terjadi gangguan," 
katanya.  (zrf)

Sumber : http://pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=14207

Kirim email ke