"Dari data yang kita himpun, tatung yang akan mengikuti pawai berjumlah 543. Jumlah tersebut lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 472 tatung," kata Bong Cin Nen, pantia perayaan Cap Go Meh tahun 2009.
Dengan jumlah Tatung yang akan iktu serta, pantia harus menyediakan uang pembinaan yang jumlahnnya miliaran rupiah. Sebagaimana telah ditetap, untuk tatung yang menggunakan tandu akan mendapatkan Rp 2, 5 juta. Begitu juga dengan tatung tanpa tandu, barongsai, jelangkung, atau lainnya akan mendapatkan dana serupa, namun besarannya lebih kecil dari tatung bertandu. Dengan besarnya uang yang harus disiapkan, pantia tidak dapat hanya mengandalkan kucuran dana dari pemerintah Kota Singkawang sebesar Rp150 melalui dana APBD yang dianggarkan. "Untuk mendapatkan dana tersebut kita akan mengandalkan sponsor, dana dari pembina, dan dari dana lainnya," ujar Bong Cin Nen. Bong Cin Nen kembali menegaskan, rute pawai tatung akan lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2009, tatung akan start dari lapangan sepak bola kridasana Kota Singkawang, Jalan Pelita, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Jalan Diponegoro, Jalan Budi Utomo, Jalan Salam Diman, Jalan Setia Budia, dan akan finis dipersimpangan Kepol Mahmud-Jalan Niaga. Pada persimpangan terkahir itu menjadi lokasi khusus untuk pembangunan altar panitia dan altar bagi aliran lainnya. Pada altar itu juga akan dilakukan peroses pelelangan sebagai akhir dari festival dan ritual tatung pada perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang. Berdasarkan jadwal yang telah diatur, para tatung akan kumpul di lapangan sepak bola Kridasana sebelum jam delapan pagi. Tepat jam delapan tatung akan dilepas menelusuri jalan-jalan yang telah ditentukan. Festival itu dimungkian akan usai sesudah zukur dan sebelum pukul dua sore. Kemudian, tepat pada pukul 14.00, pihak kepolisian akan membuka simpul-sipul jalan yang sebelumnya sempat diblokir untuk kelancaraan perayaan Cap Go Meh. Sumber : http://borneotribune.com/singkawang/lebih-500-tatung-ramaikan-cap-go-meh-singkawang.html
