Mejuah-juah,
 
Poin Sada:
 
Ibas kesempaten enda ateku pebetehken ras nungkun kerna gelar, alamat ras no hp 
teman-teman kami si sada angkaten i ITB tahun 1981. Adi la kusalah lit kami 21 
kalak karo:
1. Sri Ulina br Purba (Kimia)
2. Bastanta Bukit (Mesin)
3. Mulia Ginting (Teknik Minyak)
4. Artiya Sembiring (Geologi)
5. Wasit Peranginangin (Geodesi)
6. David Ketaren (Sipil)
7. Litmuli Ginting (Sipil)
8. Tenang Ginting
9. Rubendi Tarigan (Geologi)
10.Astrayuda Bangun (Elektro)
11.Hal Sembiring (Elektro)
12.Masta br Kembaren (Matematika)
13.Sentosa Bukit (Teknik Kimia)
14.Edison Sembiring (Teknik Fisika)
15.Nazarudin Ginting (Matematika/Elektro)
16.John Hery Karo-karo (Mesin)
17.Antony Sinulingga (Planologi)
18.Jarden Sitepu (Teknik Minyak)
19. Cosmas Bangun (Elektro)
20. Darwin Sembiring (Geologi)
21....? (Teknik Penyehatan).
 Ntah lit denga deba siitehndu, tolong pesehndu man bangku ya.
Memang ibas tahun 1981, kudat informasi bahwa angkaten kami enda me sinteremna 
kalak karo masuk ITB. Ras mungkin pe menjadi rekord seh gundari. Tentu 
peristiwa enda ateku ngingetkenca gelah min generasi mudanta kalak karo tetap 
ersemangat guna nuntut ilmu. Sebab melalui pendidikan nge maka kita kerina 
banci pedas maju.
Man bandu kam kerina angkatan 1981 ITB, kalak karo atau pe la kalak 
karo tolong gelah banci min hadir ibas acara Malam Iota Tau Beta 1981:
Wari/Tgl : Jumat/6 Juni 2008
Pukul : 18.30-seh dung
Ingan : i Romeo Restoran, Basement Automal, SCBD Jl. Jenderal Sudirman.
 
Acaranta enda gratis. Reh lah kita asa bancinta. Gelah banci ka kita pulung bas 
paksa e guna ercakap-cakap mpersada arih ras mburo ate tedeh. Peseh tenah enda 
man teman-temanta kerina ya. La sigejab enggo 20-27 tahun kita lanai jumpa.
 
Bujur ras mejuah-juah,
David Ketaren/0812 950 4292 
 
Poin Dua
 
Man bandu moderator milis Tanah Karo, lit piga-piga usulen simehuli man bandu. 
Adi banci iaturken min percakapen-percakapen ibas milis secara terarah. Lit si 
umum ia, si sederhana-sederhana saja ia, si banci erguna langsung man 
singogesa. Adi enggo si agak mberat ras spesifik iarahken ia kubas diskusi 
khusus, ras enda adi banci icatatndu jadi topik2 atau tema2 khusus. Lit ia 
butuh waktu ndekah ncakapkenca misalna soal asul-usul kita kalak karo. Atau 
iseminarken ibas sada perjumpaan si teratur terjadwal. Enda tentuna soal 
simberat ras membutuhken kemampuan si meganjang ia. Atau si umum-umum saja si 
agak ringan-ringan ia, misalna: 1. Topik kerna peluang bisnis ras ekonomi 
rakyat; 2. Topik kerna kerja-kerja kalak karo. Enda pe sangat perlu, uga gelah 
kita anak singuda banci ngergai budayanta kalak karo. Tentu perlu ia 
imodifikasi rikutken keadaan, situasi ras jamanta gundari. Melala denga ibas 
kita ndalanken budayanta erbahansa kita kalak karo lampas mate,
 hehe....runggu seh berngi, terlat man, perpan pe laratur, ruangen pul-pul 
asap, pangannta kurang sehat (melalasa daging-daging, lemak, rsd).; 3. Tukar 
Informasi.
 
Endam sitik usul-usul sederhana. Mohon maaf aku adi kurang berkenan 
kata-katangku.
Tabi ras Mejuah-juah.
Salam Hangat.
 
 
 
 
 


--- On Thu, 5/29/08, Pa Canggah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Pa Canggah <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [tanahkaro] Situs Putri Hijau telah dipatok
To: [email protected]
Date: Thursday, May 29, 2008, 1:44 AM







Mejuah-juah
 
Satukan uang makan, beli kembali situs itu.
Itu saja nya caranya yang paling jitu, kempu bulangna. 
Keke pun kita kalau pengembang sudah bayar sama yang menjualnya, khan tak benar 
juga.
Mengharap pemerintah turun tangan? Ee orong me lebe, sangana pula sibuk 
menghadapi pilkado.
Kalau pengembang atau yang punya proyek sedikit cerdik, tentu situs itu akan di 
pelihara dan di per cantiknya. Promosikan jadi tujuan wisata, tempat acara2 
budaya, dan sekali2 jadikan tempat pemilihan putri hijau masa kini, bak 
pemilihan ratu kecantikan. Semoga..
 
Egia, perlu juga kita keke, ertina megermet, nggermetti taneh sideban, ula kari 
terdaya kerina taneh nininta nai. Tah enggom pe, la sieteh, perban la keke arih?
 
Mejuah-juah


Radio Karo Accees Global <radiokaroaccessglob [EMAIL PROTECTED] com> 
wrote:


Ija kalak Karo Endai ? Enggo Ka Medem... Jangku Jangku Gia ningen kari lalap, 
adi pedemken rumah.. 




2008/5/28 pelangiharum <[EMAIL PROTECTED] com>:






Pembangunan Rumah di Situs Sejarah Tetap Jalan
Selasa, 27 Mei 2008 | 19:52 WIB
http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 05/27/19524172/ pembangunan. rumah.di. \
situs.sejarah. tetap.jalan

MEDAN, SELASA - Patok kayu kini sudah tertancap di kawasan situs Putri
Hijau, Kecamatan Namorambe, Deli Serdang. Patok tersebut merupakan
penanda dimulainya pembangunan perumahan di kawasan bersejarah itu.

Peneliti sejarah dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Badan Warisan
Sumatera (BWS) dan mahasiswa merasa diintimidasi mandor pembangunan di
lokasi.

"Saya berusaha menahan diri. Saya jelaskan keperluan kami di lokasi.
Namun mereka terus jelaskan bahwa minggu depan akan datang material
bangunan lain seperti batu dan semen," kata Eron Damanik peneliti dari
Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (Pussis) Unimed, Selasa (27/5)
di Medan.

Menurut Eron sikap mereka tidak bersahabat. Di lokasi bekas Benteng
Putri Hijau itu para mandor menginterogasi rombongan dengan nada tinggi.
"Saya katakan kami dari kampus yang melakukan penelitian dan perjalanan
sejarah di situs ini bersama mahasiswa," tutur Eron seraya menjelaskan
jumlah rombongan ada sembilan orang.

Sikap para mandor itu cukup menganggu para peneliti dan mahasiswa. Meski
tidak ada larangan, secara psikologis rombongan tidak merasa nyaman di
lokasi. Eron menjelaskan bahwa kawasan itu merupakan kawasan sejarah
yang tidak boleh mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Namun para
mandor tidak memedulikannya. "Mereka tidak mau tahu, mereka tetap
melaksanakan rencana pembangunan, " katanya.

Hal yang sama disampaikan Direktur Pasca Sarjana Universitas Negeri
Medan (Unimed) Ichwan Azhari. Dia membatalkan rencana mengabadikan
tempat itu meski hal itu ingin dia lakukan untuk keperluan penelitian.
Tempat bersejarah itu, katanya, tidak boleh rusak atau berubah fungsi.

Pada abad 12 sampai 15, berdasarkan catatan sejarah, tempat itu pernah
dipakai Putri Hijaupembesar Kerajaan Arumemakai sebagai benteng. Benteng
itu persis terletak di barat Sungai Petani. Salah satu penanda benteng
itu yang bisa dilihat berupa gundukan tanah yang di sisinya dipagari
bambu. Tempat itu disebut-sebut pernah menjadi pusat Kerajaan Aru yang
berpengaruh di pesisir timur Sumatera.

Ichwan mengatakan perusakan Benteng Putri Hijau itu menjadi perhatian
pemerhati sejarah dalam dan luar negeri. Peneliti National University of
Singapore Edwars McKinnon, tuturnya, melaporkan hal ini ke organisasi
pendidikan dan kebudayaan dunia (Unesco). Dia dan kalangan pemerhati
sejarah akan menemui Bupati Deli Serdang Amri Tambunan untuk
menghentikan pembangunan di lokasi bersejarah itu. Perusakan kawasan
itu, tuturnya, jelas menyalahi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1999 Tentang
Benda Cagar Budaya dan Kepurbakalaan.

Sebelumnya awal Mei lalu buldozer sempat masuk ke kawasan Benteng Putri
Hijau di Desa Deli Tua Kuta, Kecamatan Namorambe, Deli Serdang. Buldozer
itu memeratakan tanah yang akan dipakai untuk perumahan. Saat itu
informasi masuknya buldozer disampaikan Edwards Mckinnon yang
mengunjungi lokasi.





 














      

Kirim email ke