Mejuah-juah,
 
Enda lit kukutip kerna Sambutan Presiden ibas Pembukaan Musrenbangnas 2008, i 
jakarta, 6 Mei 2008. Khusus ku kutip kerna bagiin program pemerintah ibas 
mengentasken kemiskinen (halaman 4 ras 5). Ija nina ibagi ibas 3 cluster, alu 
konsep mere ikan, mere pancing ras mere sampan. Cuba sioge ras-ras:
 
****[Saudara-saudara, 
Meskipun nanti Menko Kesra akan menjelaskan secara lebih rinci tentang upaya 
menyukseskan program peningkatan kesejahteraan rakyat dan penanggulangan 
kemiskinan, saya ingin memberikan penekanan dan penggarisan untuk Saudara 
laksanakan. 

Pertama, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan itu memang 
menjadi prioritas dan agenda kita. Jika pada tingkat nasional kita tetapkan 
sebagai prioritas, Saudara juga harus begitu. Jangan diletakkan pada urutan 
terakhir. Sama mindset kita, sama berpikir kita. 

Yang kedua, kimiskinan ini memang persoalan fundamental sejak kita merdeka 
bahkan barangkali atau tentunya sebelum merdeka. Negara lain juga mengalami 
persoalan yang sama. Itulah mengapa lahir MDGs pada tahun 2000. Masyarakat 
dunia bersepakat mengurangi tingkat kemiskinan separuhnya selama 15 tahun. Kita 
menjadi bagian dari itu, bahkan ingin mempercepat penurunannya itu tidak harus 
15 tahun. Lebih cepat, lebih baik sesuai dengan kemampuan kita dan sesuai 
dengan perkembangan keadaan perekonomian di negara kita. 

Sesungguhnya trennya, kecenderungannya itu membaik. Tidak benar kalau 
kecenderungan kemiskinan terus meningkat, apalagi secara tajam. Oleh karena 
itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua Gubernur, Bupati, Walikota, semua 
Pejabat Pemerintahan Pusat dan Daerah atas kerja kerasnya untuk terus-menerus 
mengurangi kemiskinan di tanah air kita. 

Yang ingin saya sampaikan, peningkatan kesejahteraan rakyat atau penanggulangan 
kemiskinan ini setelah kita mengkaji apa yang kita lakukan selama ini, terutama 
10 tahun terakhir ini, maka Pemerintah mengkonsolidasikan, mengintegrasikan, 
memperbaiki konsep, design, policy, termasuk instrumen-instrumen untuk 
mengefektifkan program penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan 
ini. Kita temukan 3 cluster, wilayah, bagian. 

Cluster pertama, apa yang kita sebut dengan perlindungan dan bantuan sosial. 
Ibarat falsafah ikan dan kail, kita kasih ikannya bagi mereka yang sungguh 
sangat miskin. Contoh, asuransi kesehatan untuk saudara kita yang miskin dan 
setengah miskin, beras untuk rakyat miskin, pendidikan bagi mereka yang 
memerlukan bantuan, BOS misalnya, Bantuan Langsung Tunai Bersyarat, bantuan 
untuk mereka-mereka yang lemah secara sosial dan juga bantuan di daerah 
bencana. Itu adalah bantuan langsung masyarakat dalam bentuk cluster 
perlindungan dan bantuan sosial. Saya minta ini betul-betul sampai dan tepat 
sasaran karena biaya yang kita keluarkan juga besar. 

Cluster kedua, yang kita kenal Pogram Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. 
Ini juga cukup besar biayanya yang kita berikan pada Kecamatan, di seluruh 
tanah air dan Desa yang tahun lalu dan tahun depan yang insya Allah tahun depan 
per Kecamatan rata-rata Rp 3 miliar. Saya lihat hasilnya bagus, tolong 
disukseskan bersama-sama. Cluster kedua ini sudah termasuk kail, karena kita 
memberdayakan masyarakat lokal. 

Cluster ketiga adalah Kredit Usaha Rakyat. Membantu usaha mikro, usaha kecil 
dan usaha menengah. Mempermudah para pengusaha kecil, mikro, menengah 
mendapatkan modal, karena yang kita lakukan adalah Kredit Usaha Rakyat dengan 
pola penjaminan. Rp 1,4 triliun anggaran kita keluarkan dengan catatan sekian 
kali lipat bisa untuk memberikan penjaminan atas Kredit Usaha Rakyat itu. 

Inilah tiga cluster yang harus sukses, harus kita pertanggungjawabkan kepada 
rakyat. Kita tahu cluster satu dan cluster dua, tahun ini mengeluarkan uang Rp 
58 triliun, tahun lalu Rp 51 triliun, tahun sebelumnya Rp 41 triliun, tahun 
sebelumnya Rp 24 triliun, tahun 2004 ketika saya mulai mengemban amanah waktu 
itu Rp 19 triliun. Kita ingin terus tingkatkan sesuai dengan perkembangan 
ekonomi kita. Mari kita pertanggungjawabkan dan kita pastikan itu sampai pada 
sasarannya. 

Cluster yang ketiga, KUR, minggu lalu saya dilapori sekitar Rp 3,5 triliun 
telah dialirkan, belum cukup. Saya minta pada Pimpinan Perbankan milik negara 
lebih banyak lagi dialirkan dan terutama mereka-mereka yang memerlukan modal Rp 
1 sampai Rp 5 juta. Jumlahnya jutaan di negeri kita ini. Kalau itu dialirkan, 
usaha mikro, kecil, menengah hampir pasti pendapatan rakyat kita meningkat. 
Kalau pendapatannya meningkat, pendapatan mereka meningkat, pastilah kemiskinan 
berkurang. 

Terhadap ini semua, saya meminta kepada jajaran pemerintahan, terutama para 
Bupati dan Walikota untuk turun langsung. Dengan kepemimpinan Saudara, saya 
yakin program itu akan mengalir dengan baik. Kalau program ini berjalan dengan 
baik, 3 cluster itu, saya punya keyakinan Saudara-saudara meskipun iklim masih 
belum bersahabat dalam ekonomi kita, dunia usaha kita, tapi kita akan bisa 
melindungi golongan ekonomi lemah di negeri ini dari gejolak kenaikan harga 
atau inflasi, terutama pada komoditas pangan.]***

Usulku gelahmin kita simeteh informasi enda banci min ibukakendu ibas jamburnta 
enda gelah melala kalak karo simetehsa. Khususna info si enggo min mendetail. 
Kai syarat-syarat guna ndat kenca. Sumber info menurut jenis-jenis program 
siioge kita ndai eme: kantor menko kesra, depkes, depsos, diknas, daerah 
tertinggal. Berarti kita harus mengases data ku sumber pertama langsung. Ide 
awal: si kita puna kemampuen mengakses arah website kantor e, ras ngontak 
petugasna untuk nungkun adi lit hal-hal sikurang jelas. Emaka sibukaken ibas 
jambur enda gelah ia terang benderang. Uga akapndu? Gelah kalak karo sibutuh 
(pribadi), bagepe usaha kecil ras mikro, ras kuta-kuta karo sibutuh banci mis 
erbahan rencana kongkrit guna ndatket ras melaksanaken program enda. Enda sada 
usahanta sikitik-kitik sibanci langsung nampati kerina kalak karo sibutuh.
 
Salam hangat,
David Ketaren



--- On Thu, 5/29/08, david ketaren <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: david ketaren <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [tanahkaro] Info: Kalak Karo Angkaten 1981 i ITB
To: [email protected]
Date: Thursday, May 29, 2008, 8:41 AM











Mejuah-juah,
 
Poin Sada:
 
Ibas kesempaten enda ateku pebetehken ras nungkun kerna gelar, alamat ras no hp 
teman-teman kami si sada angkaten i ITB tahun 1981. Adi la kusalah lit kami 21 
kalak karo:
1. Sri Ulina br Purba (Kimia)
2. Bastanta Bukit (Mesin)
3. Mulia Ginting (Teknik Minyak)
4. Artiya Sembiring (Geologi)
5. Wasit Peranginangin (Geodesi)
6. David Ketaren (Sipil)
7. Litmuli Ginting (Sipil)
8. Tenang Ginting
9. Rubendi Tarigan (Geologi)
10.Astrayuda Bangun (Elektro)
11.Hal Sembiring (Elektro)
12.Masta br Kembaren (Matematika)
13.Sentosa Bukit (Teknik Kimia)
14.Edison Sembiring (Teknik Fisika)
15.Nazarudin Ginting (Matematika/ Elektro)
16.John Hery Karo-karo (Mesin)
17.Antony Sinulingga (Planologi)
18.Jarden Sitepu (Teknik Minyak)
19. Cosmas Bangun (Elektro)
20. Darwin Sembiring (Geologi)
21....? (Teknik Penyehatan).
 Ntah lit denga deba siitehndu, tolong pesehndu man bangku ya.
Memang ibas tahun 1981, kudat informasi bahwa angkaten kami enda me sinteremna 
kalak karo masuk ITB. Ras mungkin pe menjadi rekord seh gundari. Tentu 
peristiwa enda ateku ngingetkenca gelah min generasi mudanta kalak karo tetap 
ersemangat guna nuntut ilmu. Sebab melalui pendidikan nge maka kita kerina 
banci pedas maju.
Man bandu kam kerina angkatan 1981 ITB, kalak karo atau pe la kalak 
karo tolong gelah banci min hadir ibas acara Malam Iota Tau Beta 1981:
Wari/Tgl : Jumat/6 Juni 2008
Pukul : 18.30-seh dung
Ingan : i Romeo Restoran, Basement Automal, SCBD Jl. Jenderal Sudirman.
 
Acaranta enda gratis. Reh lah kita asa bancinta. Gelah banci ka kita pulung bas 
paksa e guna ercakap-cakap mpersada arih ras mburo ate tedeh. Peseh tenah enda 
man teman-temanta kerina ya. La sigejab enggo 20-27 tahun kita lanai jumpa.
 
Bujur ras mejuah-juah,
David Ketaren/0812 950 4292 
 
Poin Dua
 
Man bandu moderator milis Tanah Karo, lit piga-piga usulen simehuli man bandu. 
Adi banci iaturken min percakapen-percakap en ibas milis secara terarah. Lit si 
umum ia, si sederhana-sederhana saja ia, si banci erguna langsung man 
singogesa. Adi enggo si agak mberat ras spesifik iarahken ia kubas diskusi 
khusus, ras enda adi banci icatatndu jadi topik2 atau tema2 khusus. Lit ia 
butuh waktu ndekah ncakapkenca misalna soal asul-usul kita kalak karo. Atau 
iseminarken ibas sada perjumpaan si teratur terjadwal. Enda tentuna soal 
simberat ras membutuhken kemampuan si meganjang ia. Atau si umum-umum saja si 
agak ringan-ringan ia, misalna: 1. Topik kerna peluang bisnis ras ekonomi 
rakyat; 2. Topik kerna kerja-kerja kalak karo. Enda pe sangat perlu, uga gelah 
kita anak singuda banci ngergai budayanta kalak karo. Tentu perlu ia 
imodifikasi rikutken keadaan, situasi ras jamanta gundari. Melala denga ibas 
kita ndalanken budayanta erbahansa kita kalak karo lampas mate,
 hehe....runggu seh berngi, terlat man, perpan pe laratur, ruangen pul-pul 
asap, pangannta kurang sehat (melalasa daging-daging, lemak, rsd).; 3. Tukar 
Informasi.
 
Endam sitik usul-usul sederhana. Mohon maaf aku adi kurang berkenan 
kata-katangku.
Tabi ras Mejuah-juah.
Salam Hangat.
 
 
 
 
 


--- On Thu, 5/29/08, Pa Canggah <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: Pa Canggah <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [tanahkaro] Situs Putri Hijau telah dipatok
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Thursday, May 29, 2008, 1:44 AM





Mejuah-juah
 
Satukan uang makan, beli kembali situs itu.
Itu saja nya caranya yang paling jitu, kempu bulangna. 
Keke pun kita kalau pengembang sudah bayar sama yang menjualnya, khan tak benar 
juga.
Mengharap pemerintah turun tangan? Ee orong me lebe, sangana pula sibuk 
menghadapi pilkado.
Kalau pengembang atau yang punya proyek sedikit cerdik, tentu situs itu akan di 
pelihara dan di per cantiknya. Promosikan jadi tujuan wisata, tempat acara2 
budaya, dan sekali2 jadikan tempat pemilihan putri hijau masa kini, bak 
pemilihan ratu kecantikan. Semoga..
 
Egia, perlu juga kita keke, ertina megermet, nggermetti taneh sideban, ula kari 
terdaya kerina taneh nininta nai. Tah enggom pe, la sieteh, perban la keke arih?
 
Mejuah-juah


Radio Karo Accees Global <radiokaroaccessglob [EMAIL PROTECTED] com> 
wrote:


Ija kalak Karo Endai ? Enggo Ka Medem... Jangku Jangku Gia ningen kari lalap, 
adi pedemken rumah.. 




2008/5/28 pelangiharum <[EMAIL PROTECTED] com>:






Pembangunan Rumah di Situs Sejarah Tetap Jalan
Selasa, 27 Mei 2008 | 19:52 WIB
http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 05/27/19524172/ pembangunan. rumah.di. \
situs.sejarah. tetap.jalan

MEDAN, SELASA - Patok kayu kini sudah tertancap di kawasan situs Putri
Hijau, Kecamatan Namorambe, Deli Serdang. Patok tersebut merupakan
penanda dimulainya pembangunan perumahan di kawasan bersejarah itu.

Peneliti sejarah dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Badan Warisan
Sumatera (BWS) dan mahasiswa merasa diintimidasi mandor pembangunan di
lokasi.

"Saya berusaha menahan diri. Saya jelaskan keperluan kami di lokasi.
Namun mereka terus jelaskan bahwa minggu depan akan datang material
bangunan lain seperti batu dan semen," kata Eron Damanik peneliti dari
Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (Pussis) Unimed, Selasa (27/5)
di Medan.

Menurut Eron sikap mereka tidak bersahabat. Di lokasi bekas Benteng
Putri Hijau itu para mandor menginterogasi rombongan dengan nada tinggi.
"Saya katakan kami dari kampus yang melakukan penelitian dan perjalanan
sejarah di situs ini bersama mahasiswa," tutur Eron seraya menjelaskan
jumlah rombongan ada sembilan orang.

Sikap para mandor itu cukup menganggu para peneliti dan mahasiswa. Meski
tidak ada larangan, secara psikologis rombongan tidak merasa nyaman di
lokasi. Eron menjelaskan bahwa kawasan itu merupakan kawasan sejarah
yang tidak boleh mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Namun para
mandor tidak memedulikannya. "Mereka tidak mau tahu, mereka tetap
melaksanakan rencana pembangunan, " katanya.

Hal yang sama disampaikan Direktur Pasca Sarjana Universitas Negeri
Medan (Unimed) Ichwan Azhari. Dia membatalkan rencana mengabadikan
tempat itu meski hal itu ingin dia lakukan untuk keperluan penelitian.
Tempat bersejarah itu, katanya, tidak boleh rusak atau berubah fungsi.

Pada abad 12 sampai 15, berdasarkan catatan sejarah, tempat itu pernah
dipakai Putri Hijaupembesar Kerajaan Arumemakai sebagai benteng. Benteng
itu persis terletak di barat Sungai Petani. Salah satu penanda benteng
itu yang bisa dilihat berupa gundukan tanah yang di sisinya dipagari
bambu. Tempat itu disebut-sebut pernah menjadi pusat Kerajaan Aru yang
berpengaruh di pesisir timur Sumatera.

Ichwan mengatakan perusakan Benteng Putri Hijau itu menjadi perhatian
pemerhati sejarah dalam dan luar negeri. Peneliti National University of
Singapore Edwars McKinnon, tuturnya, melaporkan hal ini ke organisasi
pendidikan dan kebudayaan dunia (Unesco). Dia dan kalangan pemerhati
sejarah akan menemui Bupati Deli Serdang Amri Tambunan untuk
menghentikan pembangunan di lokasi bersejarah itu. Perusakan kawasan
itu, tuturnya, jelas menyalahi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1999 Tentang
Benda Cagar Budaya dan Kepurbakalaan.

Sebelumnya awal Mei lalu buldozer sempat masuk ke kawasan Benteng Putri
Hijau di Desa Deli Tua Kuta, Kecamatan Namorambe, Deli Serdang. Buldozer
itu memeratakan tanah yang akan dipakai untuk perumahan. Saat itu
informasi masuknya buldozer disampaikan Edwards Mckinnon yang
mengunjungi lokasi.






 














      

Kirim email ke