MJJ:
Arah keseluruhen tanggapendu, labo kam 'bingung.' Yang dibingungkan barangkali 
lebih kepada "bagaimana caranya" atau "kemustahilan" (kata sebagian) mengingat 
kecenderungan keengganan masyarakat Karo untuk melihat orang lain lebih sukses 
dari pada diri sendiri, seperti yang kam dan JG serta banyak pemilis setir. 
Ajakan ini dengan sendirinya juga merupakan gugahan bagi jiwa2 untuk menjadi 
gelisah karena tidak rela menghargai atau melihat orang lain, apalagi sesama 
Karo, maju. Untuk mencapai jiwa yang gelisah juga memerlukan perjuangan, belum 
lagi perjuangan menerjemahkan kegelisahan menjadi kegairahan menghargai orang 
lain yang "making things happen" (as opposed to those who "watch things happen" 
and those who ask "what happen?")  Sehingga, diajuken judul "Maukah berjuang?" 

Tersingetna, mulih-ulih Rizal Malarangeng ngingetken sada kata si kuinget i 
Metro TV: "If there is a will, there is always a way."  Kininggiten rehna ibas 
pusuh nari, adi nggo reh ibas pusuh peraten, makana i cinggur ras perukuren. 

Sentabi, teh bagi cakap Pengerana2 gia akapndu sekali tulisen enda, aku sendiri 
pe ikut nge i khotbahi. Bujur 
Bp Nona Sampaguita.



----- Original Message ----
From: sanggaruruk <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, July 11, 2008 7:57:30 PM
Subject: [tanahkaro] Re: Maukah Masyarakat Karo Berjuang untuk Persatuan?


saya juga masih binggung tentang persatuan yang dimaksud?.padahal kita
semua tau sangat sulit menyatukan kalak karo.menurut saya orang karo
sangat sulit menghargai orang lain, termasuk orang karo sendiri.jadi
saya pikir,yang pertama perlu kita lakukan adalah bagaimana cara agar
kalak karo bisa menghargai orang lain./umumnya kalak karo hanya
menilai kelemahan jelma sideban,tanpa pernah melihat eksitensinya
kedepan.lit nge masuken si banci ndukung?

romy

--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, medi sembiring <medy_sembiring@ ...>
wrote:
>
> Mjj ma,
> 
> Menarik kidah paparendu ma. Gundari i daraten enda, lit urun rembuk
kalak Karo si sangana berlangsung (meski dalam skala kitik-kitik lah
gia lebe), dengan topik/pengharapan si bali ras si i paparken mama, S.
Purba. Diskusi enda  dihadiri kalak-kalak Karo dari lintas
perorangan/organisa si.
> 
> Lit sangana dua gendang publik si sangana berlangsung i Sumut enda.
Pemilihan DPD ras Pilkada (Bupati/Wakil) , khusus yang erat kaitan
denga Karo Enda Ndai, emkap Kab. Deli Serdang, Kab. Langkat dan Kab.
Dairi. 
> 
> Dari piga-piga kali urun rembuk, akhirnya dibuatlah apa yang paling
mungkin untuk dilakukan sementara enda. Gerakan  enda emkap, membuat
selebaran. Kemudian, mereka yang terlibat dalam diskusi-diskusi ini
mendaulat empat orang untuk membubuhkan tanda tangan pada selebaran
tersebut. Mereka-mereka adalah :
> 
> - Sayang Bangun 
>   mewakili Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Seniman Karo
Indonesia (DPP-ASKI)
> 
> -Gelora Alam Raya Bangun dan Sarjani Tarigan 
>  mewakili Dewan Pimpinan Pusat Pemuda  Merga Silima (DPP PMS)
> 
> -Medi Juna Sembiring 
>  mewakili Forum Rembuk Karo (FRK). 
> 
> Bagenda isi selebaran e (yang telah dicetak dan beredar dalam
beberapa rim) :
> 
> SERUAN MORAL UNTUK MASYARAKAT KARO
> 
> 1. MASYARAKAT KARO HARUS BERSATU
> 2. MASYARAKAT KARO HARUS BANGKIT KE DEPAN
> 3. KALAU BUKAN SEKARANG, KAPAN LAGI !!!!!
> 4. MARI BERCERMIN PADA PEMILIHAN ANGGOTA DPD PADA 
>     PEMILIHAN UMUM  YANG LALU
> 5. KENAPA ORANG KARO MESTI BERSATU ?????
> 6. INGAT ANAK, CUCU, CICIT KITA. RAKYAT MISKIN SEDANG MENANGIS
> 
> 
> 
> Sayang Bangun
> DPP ASKI
> 
> 
> Gelora Alam Raya Bangun
> Sarjani Tarigan
> DPP PMS
> 
> 
> Medi Juna Sembiring
> Forum Rembuk Karo
> 
> Catatan-catatan (ini tidak ada dalam selebaran tsb) :
> 
> 1. Jelang pemilu 2004, sebuah elemen masyarakat Karo telah  berupaya
untuk memfasilitasi negosiasi diantara sesama mereka  yang mau  maju
di kancah Pemilihan DPD. Namun kenyataannya, kerina kalak Karo si
calon ndai, tetap maju.
> 
> 2. Dari evaluasi ini, kita juga tidak mengharapkan sekali. Maka yang
mungkin dapat dilakukan, sebatas seruan moral.  Namun, bilamana
memungkinkan satu kalak Karo yang maju pada satu titik momentum publik
tersebut, maka alangkah indahnya.
> 
> 3. Bilamana ada perorangan/organisa si Karo yang memiliki
cita-cita/pengharap an yang sama, maka  pintu untuk sama-sama bekerja
terkait merealisasikan pengharapan tersebut, sangatlah terbuka.
> 
> 4. Tidak tertutup kemungkinan, bila nantinya gerakan ini hanya
sebatas melaksanakan seruan moral. Tetapi, tidak tertutup juga
kemungkinan, eskalasinya akan naik, melakukan gerakan menuju
pengkerucutan sehingga diperoleh hasil satu. Permasalahannya sekarang,
apa tolak ukur yang rasional bagi publik, sehingga dapat dijadikan
cermin  perihal ketokohan mereka ???
> 
> 
> 
> 
> S`tabi
> 
> MJS
> 
> ** Perban jarang sitek mbuka email, maka untuk memperlancar
komunikasi, danci kita saling call/SMS via 0813-9648-3666
> 
> 
> --- On Mon, 7/7/08, shodan purba <shodanpurba@ ...> wrote:
> 
> From: shodan purba <shodanpurba@ ...>
> Subject: Re: [tanahkaro] Re: Maukah Masyarakat Karo Berjuang untuk
Persatuan?
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com, "Kom Karo"
<komunitaskaro@ yahoogroups. com>
> Date: Monday, July 7, 2008, 11:57 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> MJJ:
> Barangkali "persatuan" yang dimaksud disini lebih merupakan proses
perubahan 'mindset' melalui media pemilihan DPD yang akan segera
berlangsung. Ini bacaan saya dan bacaan banyak orang dimilis maupun di
keseharian di masyarakat: "kalau tidak ada benefit langsung, sangat
berat untuk turut berpartisipasi" , istilahna "labo aku kurang
cameten", "If ain't nothing in it for me why should I care" rsd......
> 
> Di sisi lain patriotisme Karo lumayan 'mekelek' bas kebanyakan
pemilis, baik yang nyaring tersurat maupun yang dalam tersirat. Ajakan
ini pada dasarnya mencoba bergerak dari semangat yang ada di hati dan
mewujudkannya melalui suatu agenda kerja. Perjuangan ini juga memiliki
milis ini sebagai media yang akan sangat banyak mendukung realisasi
agenda kerja.
> 
> Agenda kerja yang 'nyata' ada sekarang adalah bagaimana memastikan
adanya hanya 1 orang kandidat Karo untuk melaju ke perlombaan wakil
DPD Sumut. Perjuangannya adalah mengorganisir dan merumuskan metode
sejenis pemilihan pendahuluan (informal) yang disinkronkan dengan
jadwal pemilihan resmi DPD. Kalau umpanya info dari Erwin bahwa
batasan akhir 17 Juli 2008 benar, maka kita akan  nama-nama Karo yang
mendaftar dan memenuhi persyaratan admin. Kita mencari metode
bagaimana proses dan melaksanakan pengerucutan beberapa calon menjadi
hanya satu. Ajakan ditujukan kepada semua anggota masyarakat Karo,
kecuali mereka yang akan ikut maju sebagai calon. 
> 
> ETIKA PERJUANGAN: Selama masa tahapan persiapan, sebaiknya kita
tidak berbicara mengenai nama.  Sampai pada masa pengerucutan, akan
banyak waktu bagi masing-masing individu untuk memamerkan jagonya
masing-masing. Mereka yang terlibat langsung dalam mengorganisir
pengerucutan, juga diharapkan tidak memperlihatkan kecenderungannya. 
tempa-tempa KPU informal, nake....
> 
> Sentabi,
> Bp. Nona Sampaguita. 
> 
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: nomi sinulingga <[EMAIL PROTECTED] com>
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Sent: Monday, July 7, 2008 10:56:30 AM
> Subject: Re: [tanahkaro] Re: Maukah Mayarakat Karo Berjuang untuk
Persatuan?
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Persatuan macam apakah yang dimaksudkan yang mau diperjuangkan?
> 
> Nomi
>

    


      

Kirim email ke