--- In [email protected], "Si Laga Man" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected] Romy alias "sanggaruruk" wrote:
> "... kita semua tau sangat sulit menyatukan kalak karo. menurut saya
> orang karo sangat sulit menghargai orang lain, termasuk orang karo
> sendiri.jadi saya pikir,yang pertama perlu kita lakukan adalah
> bagaimana cara agar kalak karo bisa menghargai orang lain. umumnya
> kalak karo hanya menilai kelemahan jelma sideban,tanpa pernah melihat
> eksitensinya kedepan ..."
>
> Romy ini semakin menarik bagiku ketika membaca tulisan antropolog dari
> UI, Egia br Sitepu, di Sora Sirulo tah edisi berapa (lupa) yang
> berjudul Ngaci. Rommy sendiri adalah seorang antropolog dari USU yang
> di dalam tulisan Egia digambarkan sebagai seorang ahli 'ngaci'
> (memikat) burung dari Rumah Berastagi (kisah nyata).
>
> Sekarang aku semakin tertarik padanya atas beberapa poin (meski dalam
> konteks milis ini kita tidak perlu sangat akurat-ilmiah):
>
> 1. sulit menyatukan orang Karo
> 2. orang Karo sulit menghargai orang lain
> 3. orang Karo hanya menilai kelemahan orang lain
>
> Poin 1 aku setuju sepenuhnya. Tapi poin 2 dan 3 aku kira perlu
> dipertajam dengan mengganti kata 'orang lain' menjadi 'sesama'
> sehingga poin 2. orang Karo sulit menghargai sesama dan poin 3. orang
> Karo hanya menilai kelemahan sesama.
>
> Akupun belum tentu benar, Rom, tapi kita perlu membagi pengalaman dan
> kesan pribadi. Kesanku, orang Karo sangat menghargai bahkan cenderung
> segan berlebihan terhadap orang yang tidak dikenalnya alias asing
> baginya. Karena itu pula, ketika orang Karo hendak menunjukkan pada
> orang lain bahwa dia kenal dekat dengan seseorang, dia cenderung
> menceritakan yang buruk-buruk dari orang itu. Tujuannya sebenarnya
> bukan untuk memburukkan orang itu tapi untuk menunjukkan bahwa dia
> kenal dekat dengan orang itu (gejap-gejapken bas pengalamenta
> masing-masing).
>
> Aku sering bilang pada teman-teman, tokoh utama bukanlah orang yang
> ditulis tapi adalah si penulis sendiri. Ketika seorang penulis (di
> milis atau di media lain) berlebihan sekali menceritakan keburukan
> seseorang, sebenarnya dia tidak tertarik menceritakan orang yang dia
> tulis, tapi lebih tertarik pada diri sendiri (onani). Tulisannya hanya
> menunjukkan bahwa dia lebih berkualitas daripada orang yang dicercanya.
>
> Satu lagi yang hendak kutambahkan, dari semua yang dilakukan oleh
> Robert Valentino Tarigan selama ini (baik sebagai pengembang bimbingan
> tes BIMA maupun pemrotes illegal logging) kurasakan diriku menjadi
> tidak apa-apa alias kecil sekali. Dia telah berbuat banyak sekali.
> Tapi, dari teman-teman Karo sering kudengar kesan meremehkan dia.
>
> Dalam hatiku: "Siugapa nari kin atena jagona kalak Karo ndai maka akui
> kena jago?! Dan kita sendiri sudah berbuat apa kin?" Kok susah kali
> takluk sama kawan sendiri? Kalau sama orang lain yang tak dikenal,
> bisa tungkuk-tungkuk dan ngue-ngue saja.
>
> Kalau mau tau posisiku, buktikan aja sama Valentino apakah dia
> mengenal Juara Ginting. Aku yang mengenal dia, tapi dia tidak kenal
> aku sama sekali (silahkan buktikan). Begitulah posisiku.
>
> Selamat bergabung dan berdiskusi di milis ini untuk Rommy Ginting.
>
> Juara R. Ginting
>mjj bg
usur si begi anding-andingen bas kalak karo emekap"adisekalak dnga
kalak karo mehangkai denga jelma sideban(biar denga kalak,banci reban
i kuta sideban luar tanah karo)tapi adi ngo dua,ntah telu ngo ia
sidabuh-dabuhen".saya pikir andingen itu bukan asal dikarang-karang
tapi merupakan pengalaman di perantauan.usur kap sibegi(mungkin canda
atau bukan saya kurang tau pasti)lit sada jlema siengo banci kataken
sukses mulih kukutana.lit terbegi sora-sora sumbang si mungkin
bentukna bagenda."gundari anakah ngo idah erminak lang bareda simompa
rimotah nge.Atau kai kin anakah barenda pe parap-parapenta.Ada juga
pentang mbaru medak kap ah, tempa ka pe la sitandan kudinta.dari hal
itu saya kesimpulan kalau orang karo hanya menilai dari kelemahan
orang lain.padahal yang bicara hanya berjalan ditempat,sementara orang
lain sudah melalang buana.mungkin saya juga telalu cepat menarik
kesimpulan.
sangat sulit menurut saya menyatukan orang karo dalam satu suara untuk
menyokong satu orang calon DPD karena saingan terberatnya adalah orang
karo sendiri yang mencalonkan diri menjadi calon DPD.seandainya orang
karo bersatu meyokong satu calon DPD harus berjuang extra karena
pertimbangan berbagai paktor lain.bukan berarti saya pesimis.
saya sepakat dengan calon yang abang tawarkan.banyak perjuanganya pada
masyarakat karo khususnya,dimana dalam perjuangan itu VALENTINO
menggunakan dana pribadi setau saya,bahkan pernah hampir menggorbankan
nyawa.menurut saya tidaklah salah kalo dia diberikan kesempatan untuk
berjuang di kancah nasional.
bang km membatasi diri kalo km bukan orang belakang VALENTINO,la pe
turikendu engo kueteh labo km jd orang dibalik layarna.adi km pe
dekahen nge kuta kalakah.karena abang bicara berdasarkan kaca mata
abang sendiri.
adakah langkah-langkah yang bisa menyatukan orang karo dalam satu pilihan?
BAGAIMANA SETRATEGI KITA?