MJJ man 'nande', BurGit breTiganna: Persentase pemilis dari jumlah masyarakat Karo sangat kecil. Tetapi dengan lingkup yang juga sangat kecil (masy Karo), postingan puluhan perhari sudah sangat memadai dikatagorikan sebagai group discussion yang aktif. Dari beberapa milis atau news group umum internasional yang saya ikuti, hanya 1 yang mampu memiliki lalu lintas posting yang rata-rata 50 per-hari, selebihnya sama atau bahkan tidak lebih aktif dari milis Karo ini.. Keaktifan diskusi Subjek: Ya, kurang. Mungkin saya salah tangkap, tetapi yang saya lihat adalah adanya nuansa 'kiniKaron' diantara para pemilis, adanya kerinduan akan perbaikan kehidupan masyarakat Karo di segala lini, termasuk di bidang persatuan dan kepemimpinan. Didengungkan langsung atau via milis? Media komunikasi yang paling simpel dan murah untuk Subjek ini adalah milis ini. Kalau promosi langsung akan memakan sumber daya yang sudah pasti lebih mahal. Efek multiplikasi juga akan lebih besar di milis ini dari pada komunikasi langsung. Minjam bahasandu, "... hare gene... masih belum ngelihat keampuhan internet..." Saya belum berbicara mengenai hasil, dalam arti respons positif dari anggota. Yang jelas kam dan saya harus mau mengakui bahwa 'perbedaan' (pandangan) adalah suatu anugrah Tuhan, sesuatu yang harus dilalui dalam hidup ini. Hanya saja, saya merasa 'pas' setelah melakukan/mengajukan apa yang saya fikirkan baik, dan merupakan hak azasindu juga untuk menyatakan pesimis dan bahkan Subjek yang melibatkan 'pengerucutan' tidak kena didiskusikan di milis ini. Uga dage hasilna? Ibas si e aku pe tek bagi penggelarendu: "kai pe labo mis iting", bagi si ngetep lacina.... Sitek nari: Calon DPD bukan BALON Bupati: Dari awal saya menunjukkan pengerucutan calon Karo untuk anggota DPD sebagai 'test case.' Saya belum melihat apalagi membahas suatu 'test case' untuk persatuan dan kepemimpinan Karo pada pemilihan kepala kab/kota. Dari daftar calon saya melihat 3 orang Karo. Kans untuk menang akan lebih besar kalau hanya ada 1 nama orang Karo. Sentabi, bujur kam nggo aktif nanggapi, Bp Nona Sampaguita
----- Original Message ---- From: Kaipe_labo_mis iting <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, July 15, 2008 7:34:06 AM Subject: Re: [tanahkaro] Re: Maukah Masyarakat Karo Berjuang untuk Persatuan? Mejuah-juah nake ... manai ngasup natap2 ngenca dahin arah suki2 enda ... Shodan Purba wrote: Ajakan ini muncul karna adanya 'kiniKaron' (lihat saja keaktifan milis, media dan lembaga Karo lainnya), yang bertolakbelakang dengan latar dan faktor apatisnya masyarakat Karo akan kepimimpinan Karo, Bicara ttg keaktifan milis, berapa persen siy dari orang karo yang aktif di milis? Dan berapa persen pula dari member milis yang aktif berdiskusi ttg hal ini? Ku lihat tidak lebih dari 10 orang saja? Jadi sepertinya ajakan soal PERSATUAN ini kurang pas didengung2kan di milis. Mungkin akan lebih terasa efeknya klo mengadakan propaganda langsung Lagipula, hari gini, isu PERSATUAN diusung dengan tujuan mengerucutkan seorang calon agar menduduki satu posisi, sepertinya sudah BASI. Jujur aku berani bilang klo sangat PESIMIS bisa mempersatukan orang KARO untuk mengusung satu calon. Ga usah repot2 mbahas soal BALON KARO u/ jadi bupati, lah dalam kehidupan sehari2 saja pun kita susah bersatu. Di milis ini saja yang aktif segelintir orang saja sulit untuk bersatu. Masing2 merasa pendapatnya paling benar dan yang lain harus menerima itu tanpa syarat. Baru bicara wacana persatuan sudah begini? Belum masuk kepada kriteria BALON? Reh na kari kuta jahe nari ... tarigan ah ndai nge si cocok na si calon ken sab ia mehuli bla bla ... reh ka na si kuta julu nari ... ei labo ... sinulingga ah ndai nge si cocok na sab ia bage bage bage .. semua tim sukses akan mengulas kebaikan2 BALONnya, dan itu sudah biasa bukan? Jadi kesimpulanna man bangku, ei cakap pengari2 nari ngenca ei nake ... padin lah kita bicara tentang sesuatu yang lebih konkrit .. ei ula ka kari sungkun kena aku, kai si lebih konkrit ei nake, sab kerina si bas milis enda ku idah ermacam2 ilmuna, adi burgit ini sangana erlajar ... erlajar ngue-ue .. ei pe lalap la lulus2 deh hehehe ... kecuali emang tujuenna gelah lit topik si man bahasen menjelang jam kantor habis ei lain ka cerita na me kin ... Eakkk .... lanjuttttttt. ......... .... ola lit ukur si kitik yah .... ! Burgit bre tiganna ----- Original Message ---- From: shodan purba <shodanpurba@ yahoo.com> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com; Kom Karo <komunitaskaro@ yahoogroups. com> Sent: Monday, July 14, 2008 2:25:02 PM Subject: Re: [tanahkaro] Re: Maukah Masyarakat Karo Berjuang untuk Persatuan? MJJ: Ajakan ini muncul karna adanya 'kiniKaron' (lihat saja keaktifan milis, media dan lembaga Karo lainnya), yang bertolakbelakang dengan latar dan faktor apatisnya masyarakat Karo akan kepimimpinan Karo, susahnya masy Karo me-nokoh-kan seseorang Karo lainnya. Ajakan ini muncul dalam kerangka memperkokoh segala aspek 'kiniKaron' yang berarti bergeser dari kemasabodohan, dan keengganan menghargai sisi positif orang (Karo) lain. Ajakan ini muncul karena 'segera' ada test case, dalam rangka pemilihan anggota DPD. Saya tidak tahu, ada berapa kalak Karo yang mendaftar dan lulus administrasi sampai batasnya minggu ini. Kalau lebih dari 1, akan terulang kasus 2004, kecuali dilakukan 'pengerucutan. ' Ya, nuansa 'politik praktis'nya kental, tapi bidikan utamanya lebih kepada pergeseran/perubaha n mind-set. Ciri sederhana pemimpin adalah yang melakukan terlebih dahulu sesuatu untuk kepentingan umum. Mereka yang berani mengumpulkan 2500 (?) tandatangan dan fotokopi KTP sudah memiliki ciri utama ini. Masyarakat Karo dapat membantu me-nokoh-kan petarung ini. Seseorang yang menjadi tokoh karena adanya dukungan masyarakat Karo akan lebih memperhatikan kepentingan umum mayarakat Karo, dari pada mereka yang kurang memperoleh dukungan. Ajakan ini bertopeng pada kenyataan/sinyaleme n bahwa dibalik semua ketidakyakinan akan persatuan dan kepeminpinan Karo, ada kerinduan untuk bergeser menjadi orang yang making things happen, instead of watching, let alone asking: "what happen?" Sentabi teh bagi khotbah isi tulisen enda, aku sendiri pe ikut i khotbahi. Bujur, Bp Nona Sampaguita ----- Original Message ---- From: nomi sinulingga <[EMAIL PROTECTED] com> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Sent: Monday, July 14, 2008 12:46:31 PM Subject: Re: [tanahkaro] Re: Maukah Masyarakat Karo Berjuang untuk Persatuan? Ketika persatuan karo yang diperjuangkan sudah dijelaskan oleh teman2 di milis ini. AKu makin jelas...bahwa tujuannya adalah pengerucutan orang karo yang akan diusung menjadi pemimpin. Untuk mewujudkan ini, Medi sduah menceritakan apa yang dikerjakan saat ini. Sebagai orang yang awam politik dan hanya menjadi pengamat saja...sori kalau aku sedikit pesimis dengan usaha menyatukan Karo seperti itu. Terlalu praktis dan politis apa yang dikerjakan untuk mewujudkan kesatuan tersebut...sehingga kami rakyat biasa ini akan sulit untuk percaya. Mengusung hanya satu calon untuk pemimpin hanya memanfaatkan topeng kata persatuan dan tentunya untuk kepentingan sekelompok orang yang sudah melakukan perjuangannya ini. Sedangkan perjuma2 di Tanah KAro...belum tentu ada yang peduli. Pengalaman hidup masyarakat Karo yang sering dibohongi oleh penguasa akan membuat mereka pesimis dengan kata "berjuang untuk karo". Sudah jelas sekali...dalan2 i tanah Karo ceda kerina...dan janji-janji untuk KARO sudah tidak asing lagi ditelinga ketika jelang pemilu. Belum ada satu model pribadi sampai saat ini yang muncul yang benar2 dipercaya oleh masyarakat Karo. Tanpa diminta pun masyarakat akan meminta orang yang berintegritas dan memperjuangkan KARO (kalau ada) untuk memimpin masyarakat Karo... e saja pendapatku sebagai masyarakat awam... Bujur Nomi
