Kalau dirunut-runut barangkali semuanya juga akhirnya terlibat kasus 
korupsi.  

Ya kalau memang korupsi, dikenakan hukuman lah. Kalau semuanya 
terlibat, yah biar semuanya dihukum sekalian. 

Namanya juga mau menjelang pemilu, pasti banyak lah ya manufer-
manufer politik. Kasus-kasus diungkapkan, muncul ke permukaan. 
Seringnya yg nama-namanya muncul saat sekarang ini hanya menjadi 
pion. Biangnya masih di belakang layar... masih memainkan peranannya 
sebagai dalang, seperti dalang dalam pertunjukan wayang... 

Tapi, bisa jadi yg dikira dalang saat ini ternyata belum apa-apa. Ada 
lagi dalang dari sang dalang. Dalang kuadrat... 

Best Regards, 
 
Edi Natanael Tarigan__________________________________
SAP Project Manager
Project Odyssey - Friesland Foods Hellas 
Office: +302105589300 (Greece) 
Mobile: +306948111369 (Greece), +628121004532 (Indonesia)
 
 


--- In [email protected], "cpatriawgmail" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> --- In [email protected], "MU Ginting" <gintingmu@> wrote:
> >
> > Sada soal siterpaksa si aloken sebagai kalak Karo, emkap MS Kaban 
> > sebagai menteri pertama Karo, enggo lit persoalenna si ateta min 
ula 
> > lit. Persoalen enda enggo lit, em apa adanya. Karo jalan terus. 
> > Soal sidebanna perlu kang seh kujah ukurta, emkap adi bas sada 
> > kantor kepala kantorna nangko sen 1T (sada triliun) encage 
sepuluh 
> > kalak pegawai kantorna ibagikenna 100 ribu sekalak, man kai kin 
> > atena e maka ibagikenna man kerina? Pertama ngalihken persoalen 
ku 
> > pegawai kantor, gelah ula sisada jadi penangko. Tapi kai kin 
ertina 
> > sen sibagikenna adah ndai bandingken sada T? Masalah utama ras si 
> > perlu itindak tetap masalah peangko (utama), labo kalak si 
sengaja 
> > dat bagian gelah kerina ikut 'menderita'dituduh penangko. 
Masalahna 
> > tetap nge masalah penangko, labo masalah jelma si dat sitik sen 
> > tangkon, gelah kerina jadi penangko. Penangko licik atau 
pengecut! 
> > MUG
> > 
> 
> saya belakangan ini menunggu reaksi baik dari partai , keluarga ,
> simpatisan , atau etnis dari mereka yang berhubungan dengan 52 
terkena
> suap BI itu.
> 
> Masih di memori saya, dulu  jamanya setelah mbah harto turun dan
> habibi naik, ada pejabat2 di padang yang terkena tuduhan korupsi dan
> bukti buktinya jelas. Lalu apa yang terjadi coba ? sebagian kelompok
> masyrakat Padang datang ke dprd dan mengajukan protes kalau si anu 
gak
> mungkin korupsi.
> 
> Sekarang, saya tidak mengambil contoh dari milis ini tapi saya lihat
> aksi reaksioner dari anggota partai lain yang anggotanya terkena
> tuduhan suap BI. Ada yang mencak mencak gak terima anggota partainya
> terkena suap karena dia sudah lama kenal  dan dia bilang orang ini
> punya 'Ilmu' jadi dulu pernah ada org yang yang ngerjain dia, 
besoknya
> org itu tertimpa musibah. Nah yang bikin statemen
> itu org yang menurut saya org yg punya intelejensia tinggi padahal
> HUKUM ADALAH HUKUM.
> 
> Ini negara gimana sich, harusnya si Hamka itu didukung karena dia
> berani jujur. salah empat Teknis pemberantasan korupsi yang erbaik
> adalah ketika penerima suap membeberkan siapa siapa penerima 
suapnya,
> apalagi kalau sampai pada pejabat tinggi atau lebih tinggi
> 
> Tentunya kalau tidak setuju, silahkan tekan saja lagi si Hamka itu 
dan
> ajukan peradilan teradapnya, proses hukum silahkan berlaku.
> 
> Tapi untuk masyrakat yang punya hubungan langsung atau tidak
> langsung, hidup mesti jalan terus dan tidak perlu merasa gelisah.
> 
> KEADILAN sosial baru bisa berjalan kalau kita adil terhadap diri
> sendiri dan orang lain, kalau anggota keluarga saya misalnya ada 
yang
> tertangkap kpk karena korupsi, silahkan ditangkap saja oleh pak 
hakim
> dan Pak Jaksa.  Saya dukung pak hakim dan pak jaksa.
> 
> kalau saya punya dua tetangga, satu pak dulatif yang terkena kasus
> maling ayam dan satu lagi Pak Soebroto yang terkena kasus BLBI 2
> Milyard, dua duanya harus dihukum sesuai UU yg berlaku tanpa 
pandang bulu.
> 
> 
> chalo ,
> 
> 
> 
> carlos



Kirim email ke