Indonesia Mengajar
Upayakan Kirim Sarjana Berkualitas untuk Mengajar di daerah Pelosok
Bandung,
19 Juli 2010. Indonesia Mengajar, program solusi alternatif
pendidikan yang digagas Anies Baswedan, berusaha mengupayakan pengadaan
pengajar berkualitas di daerah pelosok dengan mengirimkan 50 sarjana
baru berkualitas yang dilatih jadi Pengajar Muda (sebutan untuk
rekrutmen yang dikirim ke daerah) ke 5 kabupaten di Sumatera,
Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Para Pengajar Muda ini akan mengajar SD
di daerah-daerah yang kekurangan guru. Hal itu dipaparkan Anies di
hadapan 200-an peserta dalam diskusi bertajuk “How Indonesian Young
Leaders Can Reach Their Goals While Inspiring Others Throuh Education”
yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITB di Aula Timur ,
kampus ITB hari ini.
Pada acara yang sama Anies menjadi pembicara
bersama dengan Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan RI yang juga
alumnus ITB. Bambang menjelaskan tentang peran anak muda yang dapat
mendorong kemajuan melalui jalur pendidikan meski di daerah terpencil
sekalipun. Ia memaparkan peran seorang wanita muda bernama Butet
Manurung yang telah memberikan pengabdian total bagi anak‐anak Rimba dan
anak‐anak yang luput dari perhatian sekolah formal. Butet menyediakan
pendidikan alternatif kepada suku orang rimba di Bukit Dua Belas, Hutan
Nasional di Jambi, Sumatra dan beberapa daerah di Indonesia lainnya.
Sedangkan
Anies yang juga Rektor Paramadina dan Ketua Yayasan Indonesia Mengajar,
menyebutkan Indonesia Mengajar adalah buah dari gagasan mewujudkan
keinginan agar anak-anak Indonesia di mana pun harus mendapatkan
pengajaran dan pendidikan dengan didampingi generasi terbaik bangsa ini.
Selanjutnya, ia menjelaskan satu studi yang melaporkan
kekurangan jumlah guru yang hampir merata. Program Indonesia Mengajar
berupaya mengurangi kesenjangan itu. Tidak hanya dalam soal jumlah, tapi
juga dalam hal kualitas. Program ini akan merekrut lulusan terbaik dari
perguruan tinggi terbaik di tanah air, melatihnya menjadi Pengajar Muda
yang akan bertugas ke sekolah-sekolah hingga ke ujung negeri ini dalam
skema kerja yang menarik selama setahun.
Dalam jangka pendek,
dari para lulusan terbaik beberapa universitas terbaik di Indonesia itu,
lahir tenaga pengajar yang andal, yang memiliki motivasi tinggi untuk
menjadi cahaya bagi para siswa yang kurang beruntung di daerah
terpencil. Mereka diharapkan akan mendorong kualitas belajar yang lebih
baik.
Kelak, para Pengajar Muda akan menumbuhkan inspirasi bahwa
menjadi guru tidak sekadar mulia, tapi juga bergengsi, menarik, dan
menjanjikan sebagai profesi. Dengan demikian, negeri ini akan memiliki
putra-putra terbaik bangsa yang akan mendampingi siswa dan berdiri di
depan kelas.
"Untuk memperkuat pendidikan kita harus dimulai dari
pendidikan formal tingkat dasar. Namun jika tenaga pendidiknya tidak
mencukupi, maka akan sulit untuk mewujudkan impian tersebut. Kini
saatnya saya mengajak kepada generasi muda lulusan perguruan tinggi
untuk mau berperan menjadi pengajar di wilayah terpencil guna memberikan
motivasi dan mimpi kepada anak-anak di pelosok Indonesia agar menjadi
maju," tuturnya.
Pilihan Menarik
Menjadi Pengajar Muda
Untuk tahun 2010, Indonesia Mengajar
akan mengirimkan 50 Pengajar Muda untuk bertugas selama setahun dengan
mengajar di berbagai Kabupaten yaitu Tulang Bawang-Lampung dan
Bengkalis-Riau di Sumatera, Passer-Kaltim di Kalimantan, Majene-Sulbar
di Sulawesi, dan Halmahera Selatan-Maluku Utara Kepulauan Maluku.
Adapun persyaratan umumnya adalah sarjana dan
berusia maksimal 25 tahun. Memiliki Indeks Prestasi (IP) minimal 3 dalam
skala 4. Berprestasi di kegiatan akademis maupun non-akademis. Memiliki
jiwa dan semangat untuk mengabdi dan mengajar di daerah. Bagi mereka
yang tertarik dan memenuhi persyaratan menjadi Pengajar Muda, Indonesia
Mengajar telah membuka pendaftaran secara online di websitenya,
www.indonesiamengajar.org.
Proses rekrutmen online tersebut akan berakhir pada tanggal 30 Juli
2010.
Pengumuman penyaringan rekrutmen online akan dilaksanakan
pada awal Agustus 2010. Para calon Pengajar Muda tadi akan mengikuti tes
berikutnya dan terakhir akan dipanggil untuk wawancara. Selanjutnya
bagi yang lolos seleksi akan mendapat pelatihan bersertifikat di bulan
September – Oktober 2010. Di awal Nopember 2010, mereka akan ditugaskan
di daerah yang telah ditentukan.
Selama bertugas sebagai Pengajar
Muda, mereka akan mendapatkan supervisi dan bimbingan di lapangan dari
fasilitator di kabupaten. Secara berkala para Pengajar Muda yang
bertugas dalam satu kabupaten akan berkumpul untuk melakukan evaluasi
dan penyegaran metode pengajaran.
Setelah bertugas setahun, para
Pengajar Muda yang sudah lulus program Indonesia Mengajar ini akan
diberikan pilihan untuk melanjutkan tugasnya selama setahun lagi di
daerah yang berbeda, atau mulai memulai karir di perusahaan-perusahaan
yang bermitra dengan Indonesia Mengajar. Indonesia Mengajar juga akan
membantu mereka yang ingin melanjutkan kuliah ke jenjang pendidikan yang
lebih tinggi melalui jaringan lembaga beasiswa di dalam dan luar negeri
yang juga bekerja sama dengan Indonesia Mengajar.
Hingga saat
ini, Indonesia Mengajar telah menjalin kerjasama dengan banyak pihak
seperti Kementerian Pendidikan Nasional dan mendapat dukungan dari
Mendiknas langsung, Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan di lokasi
penempatan Pengajar Muda, kalangan pendidik, universitas, jaringan
beasiswa dan kalangan korporat. Saat ini, program Indonesia Mengajar
didanai oleh Indika Group yaitu Indika Energy, Tripatra dan Petrosea.
***
Untuk
keterangan lebih lanjut:
Endang K. Saputra
Pelaksana
Relasi Media
Yayasan Indonesia Mengajar
0813-10292930
[email protected]
www.indonesiamengajar.org