Assalaamu 'alaikum wr. wb.
|Pada paragraph kedua tulisan saya tersebut, tentunya saya tidak
|bermaksud agar fenomena yang diceritakan terjadi pada pejalan Tuhan di
|agama lain tsb terjadi juga di dalam pejalan tarekat Islam. Justru
|karena AlQuran tidak sekelas dengan Kitab Suci agama lain maka Orang
|Islam (meski telah hidup 'hatinya') berbeda sehingga tidak boleh
|meninggalkan firman Allah dalam kitab suci AlQuran. Saya bahkan berpikir
|bahwa AlQuran dan Hadist tidak mungkin ditinggalkan oleh muslim meski
|telah hidup 'hati'nya atau setinggi apapun tingkat jiwanya. Justru ybs
|semakin bersikeras memahami AlQuran dan Hadist.
|
|Tapi kalau dipikir lebih jauh, menyetujui bahwa kitab suci agama lain
|itu sekelas dengan Hadist nabi juga berbahaya. Jika trend fenomena boleh
|tidak berpedoman pada kitab suci untuk pejalan tharekat agama lain juga
|terjadi pada tharekat islam maka barangkali jangan-jangan pejalan
|tharekat islam cenderung boleh tidak berpedoman pada Hadist nabi.
|
|Tanpa adanya penjelasan lebih jauh mengenai yang dimaksud Kitabullah &
|Kalamullah, maka pada akhirnya saya harus kembali kepada pendapat bahwa
|Kitab Suci agama lain pada awalnya benar-benar kitab dari Allah selevel
|juga dengan AlQuran (tidak dibedakan kitabullah dan kalamullah). Hanya
|saja pada suatu saat, kitab-kitab suci tsb pada sebagiannya mengalami
|perubahan oleh tangan-tangan manusia. Jadi kitab suci agama lain tsb
|sebenarnya pada awalnya tidak selevel dengan buku karangan Manusia Suci
|ataupun selevel dengan Hadist Nabi ataupun ada di bawah level Kitab suci
|AlQuran, melainkan selevel dengan AlQuran. Juga saya harus mengutuk
|fenomena (bila benar terjadi) yang --konon menurut teman saya tsb--
|terjadi pada pejalan tarekat non islam dimana mereka boleh tidak
|berpedoman pada kitab suci bila telah hidup "Hati"-nya.
Sesungguhnya begini majelis Tasawuf.
Sebenarnya, al-Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada
orang-orang yang diberi ilmu.
Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang
zalim. (QS. 29:49)
Orang yang diberi Ilmu adalah orang yang telah bertemu diri.
Terangnya Al Qur'an dalam dada orang-orang tersebut, menjadikan Al Qur'an
implemented
dalam zaman itu. Al Qur'an menjadi demikian mengatur teknis, detail, dan
jelas, bagi
mereka. Tidak global seperti yang ada dalam dada kita.
Untuk itu, Hal teknis sesuai zaman itu, atau untuk menjawab permasalahan
yang berkembang pada
masa itulah, menjadi buku-buku yang tertulis oleh mereka-mereka itu.
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)