Assalaamu alaikum wr. wb
Wah, bahasan ini malah rasanya lebih rumit lagi daripada tema "Misi
Hidup"...... :-). Disini kita berbicara tentang konsep alam semesta dan
konsep ketuhanan. Bener-bener saya merasa lepas dari mulut Buaya dan
dilempar ke mulut Singa.
Tubuh manusia bila dicangkokkan benda asing ke dalamnya akan terjadi
reaksi penolakan. Menurut saya, demikian juga bila pada benak manusia
dicangkokkan pemikiran yang asing akan terjadi reaksi penolakan yang
sama. Hipotesa pak Sunarman menimbulkan reaksi penolakan di benak saya
:-), jadi ternyata masih "benda asing".
Saya tunggu kok nggak ada yang melayani undangan menguji hipotesis ini
padahal saya tidak ingin menjadi orang pertama yang menularkan
kebingungan. Jadi mohon orang dekil yang bingung ini diberi informasi
:-)
>Saya punya hipotesis
>[yang masih perlu diuji] bahwa salah satu aspek Allah adalah sistem
>itu sendiri.
Mungkin pak Sunarman bisa menerangkan lebih lanjut apa yang dimaksud
dengan kalimat di atas.
Saya takut ini merujuk pada paham bahwa Allah adalah Sistem itu sendiri.
Dalam paham ini, Tuhan adalah jiwa dari alam semesta ini seperti adanya
Jiwa bagi Manusia. Dalam paham ini, seperti juga manusia yang terdiri
dari milyaran sel hidup yang "berdiri sendiri" tetapi pada saat yang
sama juga adalah satu kesatuan yag digerakkan oleh Jiwa. Maka demikian
juga seluruh alam semesta ini sebenarnya adalah satu kesatuan yang
digerakkan oleh satu jiwa yaitu "Tuhan". Dalam paham ini Tuhan bukanlah
pencipta alam semesta melainkan satu kesatuan dengan alam semesta ini.
Paham seperti ini kalau tidak salah diyakini oleh penganut agama Budha
misalnya (ayat ini saya kutip sembarangan dari tulisan rekan) agama
Buddha Theravada menyatakan "tidak ada [pribadi] Brahma yang menciptakan
alam semesta ini."
Paham tsb jelas susah diterima oleh akal saya yang terlanjur memahami
bahwa Tuhan adalah pencipta alam semesta beserta sistemnya. Sistem bukan
merupakan Tuhan itu sendiri ataupun salah satu aspek (apapun arti aspek
di sini) dari Ketuhanan.
>Semua makhluk bergerak menurut sistem itu. Tali tasbih
>itu hanya satu, tapi ia menembus dan merangkai semua butir tasbih.
>Kalau tiap individu makhluk hidup adalah sebuat butiran tasbih, maka
>terlihat bahwa sesungguhnya Allah itu berada di dalam diri tiap
>makhluk, tetapi juga sekaligus di luarnya.
Karena menurut saya Sistem bukan Tuhan itu sendiri sehingga statement
"Allah berada di dalam diri tiap makhluk" otomatis tidak bisa saya
terima. Semua Makhluk memang terikat dalam sistem yang ada, tetapi tidak
lantas dapat dikatakan bahwa Allah berada dalam diri tiap makhluk.
Saya lebih cenderung bahwa dengan merenungi ciptaanNya dan menyadari
adanya sistem di alam semesta ini maka kita akan menyadari kebesaran
Tuhan yang menciptakan semua ini.
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)