Ass.Wr.Wb
Saudaras, ijinkan kami meresumekan 2 (dua) ceramah yang pernah diterima di
kantor (di Surabaya), saya resumekan secara singkat sebagai berikut:
(resume ini adalah persepsi saya sendiri, semoga tak deviasi)

1. Prof. DR. Nurcholis Madjid/Cak Nur, Selasa 15 September 1998
Umumnya materialisme demikian kentalnya menarik fokus jiwa manusia, secara
ilmu dapat diketahui bahwa raga atau fisik atau lebih luas lagi adalah
fisika mempunyai variables yang dapat dideteksi pendek-pendek sehingga dapat
dikuantitatifkan, maka mempunyai daya ramal lemah shg hasilkan solusi yang
lemah pula dan berjangkauan relatif pendek.
Pada bidang soft science misalnya ilmu-ilmu sosial juga ekonomi inipun hanya
mampu meng-analisis events yang sudah terjadi dan itupun tetap berdaya ramal
rendah. Terbukti krisis dg. cepat menerkam kita, event yang telah terjadi
ini baru bisa dianalisis dengan tajam oleh para ekonom, sosiolog,
pakar-pakar relevant setelah terjadi, bukannya sebelumnya. Sebelum krisis
malah disebutkan ekonomi kita ok punya.
Rohani kita mengandalkan mekanisme lompatan, yaitu rohani-pun hanya bisa
percaya karena ada berita dari para nabi / rasul, kitab suci dan kontak
dengan Tuhan, (maka para salik perlu mursyid)
Manusia saat ini ter-alienasi, jaman dahulu pada masyarakat manusia dg.
lingkungan seolah jadi satu environment. Saat ini demikian terpisah, Sebagai
makhluk rohani dan fisika terjadi gap / stress dengan efek kumulatif toksik
(shg perlu hiburan maka ada bisnis hiburan dan �hiburan�). Bahaya kemunduran
akhlak dan fisik menerpa.
Suatu bangsa yang mulai kehilangan akhlak yang baik, maka moral fitness to
survive mulai menghilang, sunatullah : jika moral fitness / akhlak yang baik
menghilang maka berakibat kehancuran / katastrop yang bersifat objektif (tak
tergantung kita lagi) contoh sejarah skala besar :
Utsmaniyah hancur dlm. 700 th, juga andalusia / spanyol hancur dalam 700
tahun, juga Umawiyah dan Abbasiyah. (note : Amerika baru 200 th, barangkali
mau lebih cepat utk. rekor ? ) . . lha . .  kita malah mungkin bisa lebih
cepat ya ?.

2. Drs. ..(nama depan saya lupa)... Towil (Dari Kanwil Depag Sby.), Selasa
15 Desember 1998

Singkat saja :
Current status
a. Krisis menerkam Indonesia (relatif) lebih parah dibanding negara lainnya
b. Mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam
c. Perintah Allah SWT : � Taati Allah dan Rasulnya � adalah zero option utk.
selamat.

Kesimpulan saya :
Umat Islam yang mayoritas di Indonesia tidak men-taati Allah dan rasulnya,
maka sunatullah : krisis menimpa. Inkonsistensi  mayoritas muslimin yang
akibatkan moral fitness / akhlak yang baik sbg mukminin terbang entah kemana
(ke bintang tsuraya ?). bagaimana bisa begini, mungkin beberapa ketidak
taatan / kealpaan berat (apa saja ya ?) yang ada existed kronis dan akut
pada Kita?
Ada masalah akhlak dalam skala umat dan teralienasinya antar umat
(individu, kelompok, partai) Islam.
Bdsk. referensi Zero option diatas, jelas sekali mengundang Sunatullah
objektif.
Bagaimana analisis / treatment dari sudut pandang Tasawuf utk. skala besar
umat Islam ini?, saya yang dangkal lagi lemah tak punya kompetensi.
wassalamu'alaykum wr.wb
Nana Aryana

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, March 04, 1999 10:08 AM
Subject: [Tasawuf] Siapa bisa jawab- Oknum Polisi Berondong Jamaah Sholat


>
>Assalamu'alaikum wr wb,
>
>Mengapa kita baru prihatin atau baru tersentuh rasa-bersaudara kita
>      terhadap sesama muslim
>setelah ada suatu peristiwa yang mengenaskan ya...?.  Misalnya pembantaian
>      dsb.
>
>Dan anehnya lagi perasaan ini hadir hanya sesaat saja. Buktinya pembantaian
>      yang berlansung
>sekian lama di Bosnia, kini tak lagi dirasakan sebagai bagian dari
>      darah-daging kita yang teriris.
>Perang sepanjang jaman di Timur Tengah adalah pemandangan yang biasa yang
>      tidak menyentuh
>nurani lagi. Mengapa? Apakah memang manusia mempunyai sifat imum?
>
>Sudah berapa Rasul dan Nabi yang diturunkan di daerah itu (Timur-Tengah)
>      tapi kok tidak tercipta
>suasana 'aman-tentram' versi 'kita' ya....? Mengapa hal ini terus terjadi?
>
>Ribuan manusia berdoa tentang keselamatan-kemakmuran di muka Bumi. Bukan
>      hanya manusia biasa
>tapi juga para Manusi Suci, Para Nabi, Rasul, Awlia dan para
>      Sholihiin...... kenapa dunia tetap saja isinya
>begini? Apakah Tuhan tidak mendengar do'a hambanya? Mana nanji-Mu Yaa..
>      Allah yang Engkau
>janjikan pasti akan mengabulkan setiap do'a hambaMu?
>
>Akankah kita protes kepada Allah ? Ini adalah ide yang gila..... gile...
>      bener!!
>
>Bukankah hal ini penyebabnya hanya satu hal, yaitu karena adanya Syaitan
>      sebagai pemicu kejahatan.
>Mengapa Allah tidak menghilangkan syaitan itu dari tatanan system jagad
>      raya ini agar aman damai?
>Mengapa Allah dulu-dulunya menciptakan atau mengadakan syaitan padahal
>      Allah Maha Tahu apa
>yang bakal diperbuat syaitan terhadap dunia?
>
>
>Rekan-rekan milis yang terhormat,
>Tidaklah perlu kita saling menyalahkan satu dengan yang lain. Peristiwa
>      demi peristiwa yang terjadi
>itu menurut saya bukan murni kehendak manusia. Dari beberapa pertanyaan
>      saya di atas kalau dicari
>jawabannya akan sangat sulit. Karena jawabanya itu menyangkut wewenagn
>      mutlak Allah. Seolah-olah
>kita akan mendikte Allah yang Maha Tahu.
>
>Menurut saya yang perlu kita lakukan adalah mawas diri, usaha semampunya
>      menurut kapasitasnya,
>lalu mengambil pelajaran dan hikmah dari semua kejadian itu.
>
>Kejadian-demi kejadian yang mengerikan itu tidak ada yang sia-sia. Semua
>      menggambarkan
>keseimbangan ada baiknya dan ada pula buruknya. Juga sebagai bahan-bakar
>      iman agar tetap
>membara-menyala dalam hati kita...
>
>Semoga kita senantiasa dituntun Allah di atas jalan yang diridloiNya.
>      Amiin.
>
>Kurang lebih mohon maaf.
>Wassalamu'alaikum wr wb,
>Wargino
>
>
>
>
>
>
>
>
>Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> on 03/04/99 07:38:19 AM
>
>Please respond to [EMAIL PROTECTED]
>
>To:   "'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL PROTECTED]>
>cc:    (bcc: Wargino Sihim)
>Subject:  RE: [Tasawuf] RE: Oknum Polisi Berondong Jamaah Sholat
>
>
>
>
>Assalamu'alaikum wr wb.
>
>
>Saya jadi membayangkan bagaimana sekarang anda saudara seagama yang saya
>cintai seadainya bertemu dengan rasulullah dan menanyakan apa yang telah
>kamu lakukan terhadap saudara-saudaramu yang teraniaya di-Ambon ;sedih
>membayangkannya
>
>Dikatakan kita beriman tapi kita belum tergerak dan tersentuh dengan
>penderitaan saudara kita. Barangkali sangat banyak yang kita lakukan
>selain doa. Doa memang wajib .. tetapi alangkah lebih baik kita juga
>berjihad dengan harta yang kita miliki walaupun tidak seberapa dan
>menyalurkannya lewat bantuan kemanusian yang dikelola oleh saudara
>muslim lainnya.
>
>Saya belum bisa belum bisa mengerti bila ada orang yang mampu berserah
>diri tapi membiarkan saudara-saudara kita teraniaya. Sementara kita
>masih bisa menikmati dan mencintai kehidupan duniawi seperti sebelumnya
>seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
>
>Tidak usah kita berpikir ini rencana jangka panjang yang harus terjadi
>di-Indonesia dan kita tidak bisa melakukan apa-apa. Bisa, kita bisa
>melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan masing-masing jangan tunggu
>sampai anda tahu semua fakta baru tergerak untuk membantu karena
>barangkali saat tersebut sudah terlambat.
>
>Maafkan saya yang sedih dan bingung.
>
>
>Wassalamu'alaikum Wr Wb
>
>Eko Raharjo
>>----------
>>From:    R. Sunarman[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>>Sent:    Wednesday, 3 March 1999 15:33
>>To:      Tasawuf
>>Subject:      [Tasawuf] RE: Oknum Polisi Berondong Jamaah Sholat
>>
>>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
>>
>>Memang kita semua serba salah. Ada dorongan agar kita berbuat
>>sesuatu, tetapi kita tidak dapat merumuskannya dengan jelas. Apa
>>yang dapat kita lakukan dalam kapasitas kita masing-masing? Menunggu
>>perintah seseorang untuk beramai-ramai menyerbu Ambon? Menunggu
>>seseorang mengkoordinir pengumpulan dana untuk membantu mereka? Saya
>>sendiri menyadari keterbatasan yang ada pada saya, sehingga saya
>>hanya mampu mengajak rekan-rekan untuk berdoa. Kita serahkan kepada
>>Allah agar 'turun tangan' dengan cara-Nya sendiri untuk menolong
>>umat yang selama ini mengagungkan-Nya. Allah Mahatahu dan
>>Mahabijaksana; Dia tahu apa yang terbaik bagi kita, bagi bangsa
>>kita.
>>
>>Untuk dapat bertindak, kita terlebih dahulu perlu mencari akar
>>permasalahannya, dan saya memperoleh ilham bahwa negara kita ini
>>telah rusak dalam berbagai sektor kehidupan. Negara-negara adidaya
>>berusaha menundukkan kita dengan pola-pola 'divide et empera' yang
>>kita semua sudah mafhum. Mereka tidak lagi menggunakan kekuatan
>>militer untuk membuat kita takluk, tetapi dengan cara menimbulkan
>>saling permusuhan dan kekacauan-kekacauan lain. Bukan hanya
>>Indonesia; kawasan Asia termasuk Malaysia pun diguncang. Mereka
>>belum akan berhenti sebelum berhasil menundukkan seluruh dunia. Saya
>>melihat bahwa kita sekarang ini *secara makro* tak berdaya untuk
>>melakukan apa-apa yang lebih bermanfaat selain berdoa. Hanya Allah
>>yang mampu mengatasi semua ini. Mengenai hal ini saya tidak dapat
>>menunjukkan bukti. Anda dapat mempertanyakan kebenarannya kepada
>>hati nurani anda sendiri.
>>
>>Jadi anda lihat, kalau insight tersebut benar dan kita menyalahkan
>>umat Kristen di Ambon, maka kita keliru. Mereka pun menderita akibat
>>ulah negara adidaya itu, sedangkan mereka itu saudara kita pula.
>>Kita perlu menyelesaikan masalah ini di luar konteks 'Islam melawan
>>Kristen.'
>>
>>Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
>>RS
>>
>>-----Original Message-----
>>From:    Eko Raharjo
>>Sent:    Wednesday, March 03, 1999 7:26 AM
>>Subject:RE: Oknum Polisi Berondong Jamaah Sholat
>>
>>> Assalamu'alaikum wr. wb.
>>
>>> Apakabar Pak Sunarman ?
>>> Membaca mail Pak Sunarman saya jadi serba salah , saya sangat sedih
>>> dengan kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di-Ambon, belum lagi
>>> berita di Indonesia dan diluar negeri yang dengan jelas
>>> menjungkirbalikkan fakta.
>>> Saya jadi bertanya-tanya kemana umat islam yang lain dan kemana para
>>> pemuka agama kita kenapa terus membiarkan saudara kita dibantai tanpa
>>> perlawanan yang seimbang.
>>> Tapi disisi lain saya juga tidak ingin umat salah bertindak hingga tidak
>>> adil seperti yang di-isyaratkan agama.
>>
>>> Menurut mail bapak kejadian di-Ambon merupakan awal dari rentetetan
>>> panjang kekacauan yang akan menimpa umat islam dan tanah air tercinta.
>>> Dan beberapa orang pandai telah mempersiapkan diri untuk keadaan perang
>>> agama.
>>> Selama ini saya belum tahu dan belum melihat niat baik kelompok non
>>> islam atau barangkali saya yang bodoh dan kurang punya kepekaan untuk
>>> melihat kebobrokan dan kekurangan kita. Kalau bapak tidak keberatan saya
>>> ingin dijelaskan lebih jauh tentang mail bapak dibawah hingga saya dapat
>>> lebih bijaksana bersikap. Terus untuk kejadian di Ambon kenapa hanya doa
>>> yang bapak anjurkan sementara lebih dari itupun sebenarnya kita mampu
>>> melakukan (atau bapak hanya mengatakan itu dalam milis ) ,terima kasih
>>
>>
>>> Wassalamu'alaikum wr wb
>>
>>> Eko Raharjo
>>
>>
>
>
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke