Assalamu'laikum WW


Krisis datang karena mayoritas umat Islam sudah tidak lagi menaati Allah 
dan Rasul-Nya, dan sudah tidak berjalan di atas "jalan" yang 
benar/lurus.

Janji Allah di dalam Al Qur'an : 

"Barang siapa yang menjadikan Allah, Rasul dan orang-orang beriman 
menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut Allah itulah yang pasti 
menang." (Q.S Al Jin ayat 16)

"Dan bahwasanya jika mereka berdiri tetap di atas Thariqat yang benar 
(jalan, metodologi yang benar), Kami akan limpahkan kepada mereka 
(Karunia sebanyak) hujan lebat (dari langit)." (Q.S Al Maidah ayat 56).

Kalau memang umat Islam berada di atas jalan (thariqat) yang benar, 
menjadikan Allah, Rasul dan orang-orang beriman menjadi pemimpinnya, 
maka akan menjadi negara yang "baldatun thoyibatun wa robbun ghafur". 
Allah akan melimpahkan ampunan dan Rahmat-Nya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi berbagai krisis, tapi 
kook malah semakin parah (?). 
Metode yang dilakukan untuk dijadikan solusi, masih buatan manusia yang 
bersifat relatif. Untuk bisa mengatasi berbagai krisis, bencana dan 
huru-hara harus dikembalikan kepada metode dan Hukum yang diturunkan 
Tuhan melalui Rasulullah SAW. Hanya dengan metode dan undang-undang dari 
Allah SWT yang bisa menurunkan Ampunan dan Rahmat-Nya. 

Banyaknya kekacauan di muka bumi, karena Al Iblis menguasai dan 
merajalela di muka bumi ini. Kita belum mampu memerangi musuh utama kita 
itu yaitu Iblis. Mereka masih bersarang di hati, dan bahkan mengikuti 
aliran darah manusia. Karena umat tidak bisa membentengi/menghijabi 
hatinya dari iblis, hingga iblis masuk ke dalam hatinya dan ikut aliran 
darahnya, hingga nafsunya dikendalikannya, dan akhirnya membuat 
kerusakan di muka bumi. 
Jadi, perang yang paling utama (besar) adalah perang melawan iblis di 
dalam hati pribadi masing-masing. 

Banyaknya bencana yang datang, yang sulit ditanggulangi. Hanya dengan 
kekuatan Allah saja yang dapat menanggulangi dan mencegahnya. 
Allah akan melindungi dan menyelamatkan hamba-Nya yang beriman, tentu 
saja. Orang beriman tentunya harus mempunyai "link", "channel", hubungan 
yang halus dengan Tuhan-nya (Tali Allah). Kalau tidak, bagaimana ia 
disebut beriman (mukmin?). Cuma yang jadi pertanyaan, apakah kita akan 
termasuk di dalamnya? 

Kita lihat, banyaknya bencana, huru-hara yang menimpa umat Islam, dan 
"seakan-akan" Allah tidak menolong umat-Nya? 
Berarti umat itu sudah kehilangan Tali Allah. Tidak bisa menjuluk rahmat 
dan pertolongan Allah. Tuhan sudah menyediakan karunia-Nya di alam 
(fisik dan metafisik), hanya umat sendiri yang harus menjuluknya sebagai 
Sunnatullah. Apakah kekayaan bumi di Indonesia yang kaya raya ini akan 
keluar sendiri tapan dijuluk (diproses denganteknologi) oleh manusia? 
Begitu pula rahmat (karunia) Allah  di alam metafisik tidak akan turun 
sendiri, tanpa umat menjulukknya dengan metode yang diwariskan 
Rasulullah SAW kepada Aulia-Aulia-Nya. Nampaknya rahasia-rahasia 
kemenangan Rasulullah SAW sudah tidak diwarisi lagi oleh umatnya 
sekarang, hingga rahmat Tuhan-pun sulit (tidak)turun-turun.

Nampaknya memang Allah ingin "membersihkan" bumi Indonesia, yang buruk 
akan terlempar, dan yang baik akan tinggal (selamat).

Wassalamu'laikum WW


>From: "Nana Aryana" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Thu, 4 Mar 1999 11:19:44 +0700

>Subject: Re: [Tasawuf] Siapa bisa jawab- Oknum Polisi Berondong Jamaah 
Sholat
>
>Ass.Wr.Wb
>Saudaras, ijinkan kami meresumekan 2 (dua) ceramah yang pernah diterima 
di
>kantor (di Surabaya), saya resumekan secara singkat sebagai berikut:
>(resume ini adalah persepsi saya sendiri, semoga tak deviasi)
>
>1. Prof. DR. Nurcholis Madjid/Cak Nur, Selasa 15 September 1998
>Umumnya materialisme demikian kentalnya menarik fokus jiwa manusia, 
secara
>ilmu dapat diketahui bahwa raga atau fisik atau lebih luas lagi adalah
>fisika mempunyai variables yang dapat dideteksi pendek-pendek sehingga 
dapat
>dikuantitatifkan, maka mempunyai daya ramal lemah shg hasilkan solusi 
yang
>lemah pula dan berjangkauan relatif pendek.
>Pada bidang soft science misalnya ilmu-ilmu sosial juga ekonomi inipun 
hanya
>mampu meng-analisis events yang sudah terjadi dan itupun tetap berdaya 
ramal
>rendah. Terbukti krisis dg. cepat menerkam kita, event yang telah 
terjadi
>ini baru bisa dianalisis dengan tajam oleh para ekonom, sosiolog,
>pakar-pakar relevant setelah terjadi, bukannya sebelumnya. Sebelum 
krisis
>malah disebutkan ekonomi kita ok punya.
>Rohani kita mengandalkan mekanisme lompatan, yaitu rohani-pun hanya 
bisa
>percaya karena ada berita dari para nabi / rasul, kitab suci dan kontak
>dengan Tuhan, (maka para salik perlu mursyid)
>Manusia saat ini ter-alienasi, jaman dahulu pada masyarakat manusia dg.
>lingkungan seolah jadi satu environment. Saat ini demikian terpisah, 
Sebagai
>makhluk rohani dan fisika terjadi gap / stress dengan efek kumulatif 
toksik
>(shg perlu hiburan maka ada bisnis hiburan dan �hiburan�). Bahaya 
kemunduran
>akhlak dan fisik menerpa.
>Suatu bangsa yang mulai kehilangan akhlak yang baik, maka moral fitness 
to
>survive mulai menghilang, sunatullah : jika moral fitness / akhlak yang 
baik
>menghilang maka berakibat kehancuran / katastrop yang bersifat objektif 
(tak
>tergantung kita lagi) contoh sejarah skala besar :
>Utsmaniyah hancur dlm. 700 th, juga andalusia / spanyol hancur dalam 
700
>tahun, juga Umawiyah dan Abbasiyah. (note : Amerika baru 200 th, 
barangkali
>mau lebih cepat utk. rekor ? ) . . lha . .  kita malah mungkin bisa 
lebih
>cepat ya ?.
>
>2. Drs. ..(nama depan saya lupa)... Towil (Dari Kanwil Depag Sby.), 
Selasa
>15 Desember 1998
>
>Singkat saja :
>Current status
>a. Krisis menerkam Indonesia (relatif) lebih parah dibanding negara 
lainnya
>b. Mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam
>c. Perintah Allah SWT : � Taati Allah dan Rasulnya � adalah zero option 
utk.
>selamat.
>
>Kesimpulan saya :
>Umat Islam yang mayoritas di Indonesia tidak men-taati Allah dan 
rasulnya,
>maka sunatullah : krisis menimpa. Inkonsistensi  mayoritas muslimin 
yang
>akibatkan moral fitness / akhlak yang baik sbg mukminin terbang entah 
kemana
>(ke bintang tsuraya ?). bagaimana bisa begini, mungkin beberapa ketidak
>taatan / kealpaan berat (apa saja ya ?) yang ada existed kronis dan 
akut
>pada Kita?
>Ada masalah akhlak dalam skala umat dan teralienasinya antar umat
>(individu, kelompok, partai) Islam.
>Bdsk. referensi Zero option diatas, jelas sekali mengundang Sunatullah
>objektif.
>Bagaimana analisis / treatment dari sudut pandang Tasawuf utk. skala 
besar
>umat Islam ini?, saya yang dangkal lagi lemah tak punya kompetensi.
>wassalamu'alaykum wr.wb
>Nana Aryana
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke