Assalaamualaikum wr. wb.

Saya lebih setuju pada pendapat agar memisahkan antara "ke-Mahatahuan
Allah" dengan "Kehendak Allah". 

Allah memang Maha Tahu atas segala peristiwa, tetapi tidak lantas
otomatis berarti Allah Menghendaki kejadian tersebut. Jika kita
mencampuradukkan kedua hal di atas, maka kitapun menjadi bingung
karena bila semua kejadian adalah atas Kehendak Allah maka bagaimana
kita berani melawan Kehendak Allah? 

Barangkali lebih tepat dikatakan, Allah pasti MENGETAHUI kemungkaran
tersebut dan Allah MENGHENDAKI kita sebagai hamba-Nya agar
menghentikan kejadian tersebut. Kita hendaknya jangan melawan KEHENDAK
Allah tersebut yang sudah dituliskan dalam firman-Nya, dan diajarkan
oleh Rasul-Nya, dan dibisikkan ke dalam jiwa Muthmainnah hamba-Nya. 

Allah berKEHENDAK agar hamba-Nya mencintai sesamanya sebagaimana
mencintai dirinya sendiri. Allah berKEHENDAK agar hamba-Nya
menghentikan kemungkaran di muka bumi. Allah TAHU bahwa ada sebagian
manusia yang menurutkan nafsunya dan berbuat kerusakan di muka bumi.
Allah beKEHENDAK agar ada sebagian hamba-Nya menolong agama Allah di
muka bumi. 

Sehingga jika kita yang mengaku hamba-Nya tidak menolong agama Allah
di muka bumi maka berarti kita melawan KEHENDAK Allah. Jika kita
sebagai yang mengaku sebagai hamba-Nya tidak mencintai muslim lain
sebagaimana mencintai diri sendiri maka kita melawan KEHENDAK Allah.
Siapa yang berani melawan kehendak Allah, pasti akan binasa. Jika kita
tidak menolong agama Allah maka Allah akan menggantikan kita dengan
umat lain yang lebih baik yang akan menolong Agama Allah.

Hai manusia, kamulah yang berkehendak; dan Allah Dia-lah Yang Maha
Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia
mengendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang
baru (untuk menggantikan kamu). (QS. 35:15-16)

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang 'murtad'
dari diin-Nya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang
Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap
lemah-lembut terhadap orang-orang mu'min, yang bersikap keras terhadap
orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut
kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah,
diberikan-Nya kepada siap yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas
(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 5:54)

.....Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong
(agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha
Perkasa. (QS. 22:40)

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan
Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah
Maha Kuasa berbuat demikian. (QS. 4:133)

Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu
apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan
Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan
kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya
Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu. (QS. 11:57)

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan
langit dan bumi dengan hak Jika Dia mengendaki, niscaya Dia
membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru, (QS.
14:19)

Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu)
pada jalan Allah.Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa
yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya
sendiri.Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang
yang membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan
menganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti
kamu (ini). (QS. 47:38)

Wassalaamualaikum wr. wb.

----------
From:
        [EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Thursday, 4 March 1999 12:44
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        [Tasawuf] Siapa bisa jawab- Oknum Polisi Berondong Jamaah
Sholat


Assalamu'alaikum wr wb,

Mengapa kita baru prihatin atau baru tersentuh rasa-bersaudara kita
      terhadap sesama muslim
setelah ada suatu peristiwa yang mengenaskan ya...?.  Misalnya
pembantaian
      dsb.

Dan anehnya lagi perasaan ini hadir hanya sesaat saja. Buktinya
pembantaian
      yang berlansung
sekian lama di Bosnia, kini tak lagi dirasakan sebagai bagian dari
      darah-daging kita yang teriris.
Perang sepanjang jaman di Timur Tengah adalah pemandangan yang biasa
yang
      tidak menyentuh
nurani lagi. Mengapa? Apakah memang manusia mempunyai sifat imum?

Sudah berapa Rasul dan Nabi yang diturunkan di daerah itu (Timur-Tengah)
      tapi kok tidak tercipta
suasana 'aman-tentram' versi 'kita' ya....? Mengapa hal ini terus
terjadi?

Ribuan manusia berdoa tentang keselamatan-kemakmuran di muka Bumi. Bukan
      hanya manusia biasa
tapi juga para Manusi Suci, Para Nabi, Rasul, Awlia dan para
      Sholihiin...... kenapa dunia tetap saja isinya
begini? Apakah Tuhan tidak mendengar do'a hambanya? Mana nanji-Mu Yaa..
      Allah yang Engkau
janjikan pasti akan mengabulkan setiap do'a hambaMu?

Akankah kita protes kepada Allah ? Ini adalah ide yang gila..... gile...
      bener!!

Bukankah hal ini penyebabnya hanya satu hal, yaitu karena adanya Syaitan
      sebagai pemicu kejahatan.
Mengapa Allah tidak menghilangkan syaitan itu dari tatanan system jagad
      raya ini agar aman damai?
Mengapa Allah dulu-dulunya menciptakan atau mengadakan syaitan padahal
      Allah Maha Tahu apa
yang bakal diperbuat syaitan terhadap dunia?


Rekan-rekan milis yang terhormat,
Tidaklah perlu kita saling menyalahkan satu dengan yang lain. Peristiwa
      demi peristiwa yang terjadi
itu menurut saya bukan murni kehendak manusia. Dari beberapa pertanyaan
      saya di atas kalau dicari
jawabannya akan sangat sulit. Karena jawabanya itu menyangkut wewenagn
      mutlak Allah. Seolah-olah
kita akan mendikte Allah yang Maha Tahu.

Menurut saya yang perlu kita lakukan adalah mawas diri, usaha semampunya
      menurut kapasitasnya,
lalu mengambil pelajaran dan hikmah dari semua kejadian itu.

Kejadian-demi kejadian yang mengerikan itu tidak ada yang sia-sia. Semua
      menggambarkan
keseimbangan ada baiknya dan ada pula buruknya. Juga sebagai bahan-bakar
      iman agar tetap
membara-menyala dalam hati kita...

Semoga kita senantiasa dituntun Allah di atas jalan yang diridloiNya.
      Amiin.

Kurang lebih mohon maaf.
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino








Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> on 03/04/99 07:38:19 AM

Please respond to [EMAIL PROTECTED]

To:   "'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL PROTECTED]>
cc:    (bcc: Wargino Sihim)
Subject:  RE: [Tasawuf] RE: Oknum Polisi Berondong Jamaah Sholat




Assalamu'alaikum wr wb.


Saya jadi membayangkan bagaimana sekarang anda saudara seagama yang saya
cintai seadainya bertemu dengan rasulullah dan menanyakan apa yang telah
kamu lakukan terhadap saudara-saudaramu yang teraniaya di-Ambon ;sedih
membayangkannya

Dikatakan kita beriman tapi kita belum tergerak dan tersentuh dengan
penderitaan saudara kita. Barangkali sangat banyak yang kita lakukan
selain doa. Doa memang wajib .. tetapi alangkah lebih baik kita juga
berjihad dengan harta yang kita miliki walaupun tidak seberapa dan
menyalurkannya lewat bantuan kemanusian yang dikelola oleh saudara
muslim lainnya.

Saya belum bisa belum bisa mengerti bila ada orang yang mampu berserah
diri tapi membiarkan saudara-saudara kita teraniaya. Sementara kita
masih bisa menikmati dan mencintai kehidupan duniawi seperti sebelumnya
seakan-akan tidak terjadi apa-apa.

Tidak usah kita berpikir ini rencana jangka panjang yang harus terjadi
di-Indonesia dan kita tidak bisa melakukan apa-apa. Bisa, kita bisa
melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan masing-masing jangan tunggu
sampai anda tahu semua fakta baru tergerak untuk membantu karena
barangkali saat tersebut sudah terlambat.

Maafkan saya yang sedih dan bingung.


Wassalamu'alaikum Wr Wb

Eko Raharjo
>----------
>From:    R. Sunarman[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent:    Wednesday, 3 March 1999 15:33
>To:      Tasawuf
>Subject:      [Tasawuf] RE: Oknum Polisi Berondong Jamaah Sholat
>
>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
>
>Memang kita semua serba salah. Ada dorongan agar kita berbuat
>sesuatu, tetapi kita tidak dapat merumuskannya dengan jelas. Apa
>yang dapat kita lakukan dalam kapasitas kita masing-masing? Menunggu
>perintah seseorang untuk beramai-ramai menyerbu Ambon? Menunggu
>seseorang mengkoordinir pengumpulan dana untuk membantu mereka? Saya
>sendiri menyadari keterbatasan yang ada pada saya, sehingga saya
>hanya mampu mengajak rekan-rekan untuk berdoa. Kita serahkan kepada
>Allah agar 'turun tangan' dengan cara-Nya sendiri untuk menolong
>umat yang selama ini mengagungkan-Nya. Allah Mahatahu dan
>Mahabijaksana; Dia tahu apa yang terbaik bagi kita, bagi bangsa
>kita.
>
>Untuk dapat bertindak, kita terlebih dahulu perlu mencari akar
>permasalahannya, dan saya memperoleh ilham bahwa negara kita ini
>telah rusak dalam berbagai sektor kehidupan. Negara-negara adidaya
>berusaha menundukkan kita dengan pola-pola 'divide et empera' yang
>kita semua sudah mafhum. Mereka tidak lagi menggunakan kekuatan
>militer untuk membuat kita takluk, tetapi dengan cara menimbulkan
>saling permusuhan dan kekacauan-kekacauan lain. Bukan hanya
>Indonesia; kawasan Asia termasuk Malaysia pun diguncang. Mereka
>belum akan berhenti sebelum berhasil menundukkan seluruh dunia. Saya
>melihat bahwa kita sekarang ini *secara makro* tak berdaya untuk
>melakukan apa-apa yang lebih bermanfaat selain berdoa. Hanya Allah
>yang mampu mengatasi semua ini. Mengenai hal ini saya tidak dapat
>menunjukkan bukti. Anda dapat mempertanyakan kebenarannya kepada
>hati nurani anda sendiri.
>
>Jadi anda lihat, kalau insight tersebut benar dan kita menyalahkan
>umat Kristen di Ambon, maka kita keliru. Mereka pun menderita akibat
>ulah negara adidaya itu, sedangkan mereka itu saudara kita pula.
>Kita perlu menyelesaikan masalah ini di luar konteks 'Islam melawan
>Kristen.'
>
>Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
>RS
>
>-----Original Message-----
>From:    Eko Raharjo
>Sent:    Wednesday, March 03, 1999 7:26 AM
>Subject:RE: Oknum Polisi Berondong Jamaah Sholat
>
>> Assalamu'alaikum wr. wb.
>
>> Apakabar Pak Sunarman ?
>> Membaca mail Pak Sunarman saya jadi serba salah , saya sangat sedih
>> dengan kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di-Ambon, belum
lagi
>> berita di Indonesia dan diluar negeri yang dengan jelas
>> menjungkirbalikkan fakta.
>> Saya jadi bertanya-tanya kemana umat islam yang lain dan kemana para
>> pemuka agama kita kenapa terus membiarkan saudara kita dibantai tanpa
>> perlawanan yang seimbang.
>> Tapi disisi lain saya juga tidak ingin umat salah bertindak hingga
tidak
>> adil seperti yang di-isyaratkan agama.
>
>> Menurut mail bapak kejadian di-Ambon merupakan awal dari rentetetan
>> panjang kekacauan yang akan menimpa umat islam dan tanah air
tercinta.
>> Dan beberapa orang pandai telah mempersiapkan diri untuk keadaan
perang
>> agama.
>> Selama ini saya belum tahu dan belum melihat niat baik kelompok non
>> islam atau barangkali saya yang bodoh dan kurang punya kepekaan untuk
>> melihat kebobrokan dan kekurangan kita. Kalau bapak tidak keberatan
saya
>> ingin dijelaskan lebih jauh tentang mail bapak dibawah hingga saya
dapat
>> lebih bijaksana bersikap. Terus untuk kejadian di Ambon kenapa
hanya doa
>> yang bapak anjurkan sementara lebih dari itupun sebenarnya kita mampu
>> melakukan (atau bapak hanya mengatakan itu dalam milis ) ,terima
kasih
>
>
>> Wassalamu'alaikum wr wb
>
>> Eko Raharjo
>










_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke