[Ahmad Anis wrote]:
>Assalaamualaikum wr. wb.

Wa'alaikum salam wr wb,

>Saya lebih setuju pada pendapat agar memisahkan antara "ke-Mahatahuan
>Allah" dengan "Kehendak Allah".

Silahkan....

>Allah memang Maha Tahu atas segala peristiwa, tetapi tidak lantas
>otomatis berarti Allah Menghendaki kejadian tersebut. Jika kita
>mencampuradukkan kedua hal di atas, maka kitapun menjadi bingung
>karena bila semua kejadian adalah atas Kehendak Allah maka bagaimana
>kita berani melawan Kehendak Allah?

Dari mana anda tahu bahwa Allah tidak berkehendak dibalik itu semua?

>Barangkali lebih tepat dikatakan, Allah pasti MENGETAHUI kemungkaran
>tersebut dan Allah MENGHENDAKI kita sebagai hamba-Nya agar
>menghentikan kejadian tersebut. Kita hendaknya jangan melawan KEHENDAK
>Allah tersebut yang sudah dituliskan dalam firman-Nya, dan diajarkan
>oleh Rasul-Nya, dan dibisikkan ke dalam jiwa Muthmainnah hamba-Nya.

>Allah berKEHENDAK agar hamba-Nya mencintai sesamanya sebagaimana
>mencintai dirinya sendiri. Allah berKEHENDAK agar hamba-Nya
>menghentikan kemungkaran di muka bumi. Allah TAHU bahwa ada sebagian
>manusia yang menurutkan nafsunya dan berbuat kerusakan di muka bumi.
>Allah beKEHENDAK agar ada sebagian hamba-Nya menolong agama Allah di
>muka bumi.

Bagaimana Allah berkehendak agar hambaNya menghentikan kemungkaran di muka
bumi kalau kemungkaran itu tidak DIADAKAN?
Apakah kemungkaran di muka bumi itu memang seharusnya ada?

>Sehingga jika kita yang mengaku hamba-Nya tidak menolong agama Allah
>di muka bumi maka berarti kita melawan KEHENDAK Allah. Jika kita
>sebagai yang mengaku sebagai hamba-Nya tidak mencintai muslim lain
>sebagaimana mencintai diri sendiri maka kita melawan KEHENDAK Allah.
>Siapa yang berani melawan kehendak Allah, pasti akan binasa. Jika kita
>tidak menolong agama Allah maka Allah akan menggantikan kita dengan
>umat lain yang lebih baik yang akan menolong Agama Allah.

>Hai manusia, kamulah yang berkehendak; dan Allah Dia-lah Yang Maha
>Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia
>mengendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang
>baru (untuk menggantikan kamu). (QS. 35:15-16)

Ini sih sudah lama Mas! Sejak dulu sebelum Muhammas SAW jadi Nabi juga
sudah
begitu. Umat-umat dulu yang pada kurang ajar lalu 'dihabisi' Penciptanya
dengan banjir, gempa, atau azab lain lalu diganti umat yang baru, tapi toh
dunia sampai sekarang ya begitu-begitu saja tuh.

Bahkan saya berkeyakinan dunia ini semakin lama bukan semakin baik, tapi
semakin bobrok (termasuk manusianya), semakin rusak. Bukan semakin baik.
Sejak dulu saya belum bisa merubah pendapat saya sendiri tentang kehendak
bebas manusia itu sebenarnya tidak ada.
Orang yang akan merubah dunia ini menjadi semakin baik itu tidak salah tapi
yang terjadi adalah sebaliknya. Ini menunjukkan bahwa kehendak manusia itu
kehendak bebas yang kosong.

Saya mengucapkan banyak terima kasih atas saran dan pendapat rekan-rekan
tapi sampai saat ini saya belum menemukan jawaban yang ces-pleng!

Kebanyakan dari jawaban reken-rekan yang dapat saya tangkap, kekacauan
dunia
khususnya di negeri ini karena salah manusia yang tidak patuh kepada Allah.
Saya akan  bertanya:

Mengapa kejadian kekacauan semacam itu bisa tercium sejak beberapa waktu,
sebelum kejadian (bagi yang dikasih tahu)? Ada yang bilang berita langit.

Kalau kejadian itu hanya ulah manusia yang saling baku hantam mestinya
tidak
bisa terdeteksi dalam kurun waktu yang panjang sebelum kejadian.


Saya masih menunggu jawaban dari reken-rekan yang lain.

Kurang lebihnya mohon maaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino





---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke