"Budi Utomo" <[EMAIL PROTECTED]> on 03/06/99 08:39:17 AM
Subject: Re: [Tasawuf] Siapa bisa jawab- Oknum Polisi Berondong Jamaah
Sholat
>Assalamu'alaikum wr wb,
Wa'alaikum salam wr wb,
>Sebelumnya minta maaf, menyimak beberapa pandangan anda tentang kejadian
>di muka bumi ini termasuk pembantaian, kejahatan dsb kok sepertinya anda
>berpendapat bahwa itu kehendak Allah.
Sepertinya tidak ada yang perlu dimaafkan kawan, kita sama-sama belajar.
>Saya kurang setuju kalau Allah Berkehendak menciptakan kejahatan di bumi
>ini. Saya tetap sepakat dengan kawan-kawan yang lain bahwa itu karena
>kebejatan aklak manusia. Dan bukan kehendak Allah.
Terima kasih, itu hak anda untuk berpendapat dan saya juga tidak bermaksud
mengarahkan pola fikir anda sebagaimana pendapat saya. Saya sendiri belum
yakin benar, bahwa pendapat saya itu benar. Mungkin saya akan berubah
pikiran
setelah mendapat jawaban atau masukan dari rekan-rekan.
Sedikit saya berkomentar,
sepertinya pendapat anda ini mencampur adukkan antara masalah makluk dengan
masalah Chalik. Maksud saya yang manusia mendefinisikan sebuah 'kejahatan'
itu
belum tentu berarti kejahatan bagi Allah. Allah jangan dimasukkan dalam
obyek
makluk. Kita sedang membahas kejadian di dunia makluk. Jadi Allah
semestinya
tidak ikut menjadi obyek dalam hal ini. Allah 'diluar' pengaruh segala
bentuk hukum dan definisi. Maha Suci Dia dari segala sifat-sifat makluk
yang dlo'if. Allah Berdiri Sendiri, Allah Berbeda dengan Makluk.
Saya sama sekali tidak berpendapat bahwa Allah menciptakan kejahatan di
muka bumi. Saya melihat yang manusia definisikan sebagai suatu 'kejahatan',
tetapi dibalik itu secara seimbang terdapat limpahan karunia yang luar
biasa.
Misalnya karena adanya 'kejahatan' manusia mengembangkan segenap budi
dayanya
untuk menciptakan berbagai disiplin ilmu, tentang politik, hukum, pedang,
pistol
sampai rudal, pesawat tempur, aneka password untuk software protection dan
jutaan hal positif yang tak terhitung jumlahnya. Kemudian untuk melakukan
kegiatan itu juga terjadi transaksi, perdagangan, penyerapan tenaga kerja,
dan tuntutan mengembangkan management yang jitu dsb.
Saya tidak bisa menghitung itu semua.
Yang saya tahu Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hambanya.
Bahkan saya tidak bisa melihat sedikitpun kekejaman Tuhan dari nerakaNya.
Saya melihat Allah menciptakan neraka itu karena sifat Kasih dan AdilNya.
Maafkan saya kalau sampai saat ini saya belum sependapat dengan anda.
>Wassalamu'alaikum wr wb,
Wa'alaikum salaam wr wb,
Wargino
>From: [EMAIL PROTECTED]
>X-Lotus-FromDomain: SEAGATE@INTERNET
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Fri, 5 Mar 1999 11:10:38 +0700
>Mime-Version: 1.0
>Content-type: text/plain; charset=us-ascii
>Content-Disposition: inline
>Subject: [Tasawuf] Siapa bisa jawab- Oknum Polisi Berondong Jamaah
Sholat
>
>
>[Ahmad Anis wrote]:
>>Assalaamualaikum wr. wb.
>
>Wa'alaikum salam wr wb,
>
>>Saya lebih setuju pada pendapat agar memisahkan antara "ke-Mahatahuan
>>Allah" dengan "Kehendak Allah".
>
>Silahkan....
>
>>Allah memang Maha Tahu atas segala peristiwa, tetapi tidak lantas
>>otomatis berarti Allah Menghendaki kejadian tersebut. Jika kita
>>mencampuradukkan kedua hal di atas, maka kitapun menjadi bingung
>>karena bila semua kejadian adalah atas Kehendak Allah maka bagaimana
>>kita berani melawan Kehendak Allah?
>
>Dari mana anda tahu bahwa Allah tidak berkehendak dibalik itu semua?
>
>>Barangkali lebih tepat dikatakan, Allah pasti MENGETAHUI kemungkaran
>>tersebut dan Allah MENGHENDAKI kita sebagai hamba-Nya agar
>>menghentikan kejadian tersebut. Kita hendaknya jangan melawan KEHENDAK
>>Allah tersebut yang sudah dituliskan dalam firman-Nya, dan diajarkan
>>oleh Rasul-Nya, dan dibisikkan ke dalam jiwa Muthmainnah hamba-Nya.
>
>>Allah berKEHENDAK agar hamba-Nya mencintai sesamanya sebagaimana
>>mencintai dirinya sendiri. Allah berKEHENDAK agar hamba-Nya
>>menghentikan kemungkaran di muka bumi. Allah TAHU bahwa ada sebagian
>>manusia yang menurutkan nafsunya dan berbuat kerusakan di muka bumi.
>>Allah beKEHENDAK agar ada sebagian hamba-Nya menolong agama Allah di
>>muka bumi.
>
>Bagaimana Allah berkehendak agar hambaNya menghentikan kemungkaran di
muka
>bumi kalau kemungkaran itu tidak DIADAKAN?
>Apakah kemungkaran di muka bumi itu memang seharusnya ada?
>
>>Sehingga jika kita yang mengaku hamba-Nya tidak menolong agama Allah
>>di muka bumi maka berarti kita melawan KEHENDAK Allah. Jika kita
>>sebagai yang mengaku sebagai hamba-Nya tidak mencintai muslim lain
>>sebagaimana mencintai diri sendiri maka kita melawan KEHENDAK Allah.
>>Siapa yang berani melawan kehendak Allah, pasti akan binasa. Jika kita
>>tidak menolong agama Allah maka Allah akan menggantikan kita dengan
>>umat lain yang lebih baik yang akan menolong Agama Allah.
>
>>Hai manusia, kamulah yang berkehendak; dan Allah Dia-lah Yang Maha
>>Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia
>>mengendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang
>>baru (untuk menggantikan kamu). (QS. 35:15-16)
>
>Ini sih sudah lama Mas! Sejak dulu sebelum Muhammas SAW jadi Nabi juga
>sudah
>begitu. Umat-umat dulu yang pada kurang ajar lalu 'dihabisi'
Penciptanya
>dengan banjir, gempa, atau azab lain lalu diganti umat yang baru, tapi
toh
>dunia sampai sekarang ya begitu-begitu saja tuh.
>
>Bahkan saya berkeyakinan dunia ini semakin lama bukan semakin baik,
tapi
>semakin bobrok (termasuk manusianya), semakin rusak. Bukan semakin
baik.
>Sejak dulu saya belum bisa merubah pendapat saya sendiri tentang
kehendak
>bebas manusia itu sebenarnya tidak ada.
>Orang yang akan merubah dunia ini menjadi semakin baik itu tidak salah
tapi
>yang terjadi adalah sebaliknya. Ini menunjukkan bahwa kehendak manusia
itu
>kehendak bebas yang kosong.
>
>Saya mengucapkan banyak terima kasih atas saran dan pendapat
rekan-rekan
>tapi sampai saat ini saya belum menemukan jawaban yang ces-pleng!
>
>Kebanyakan dari jawaban reken-rekan yang dapat saya tangkap, kekacauan
>dunia
>khususnya di negeri ini karena salah manusia yang tidak patuh kepada
Allah.
>Saya akan bertanya:
>
>Mengapa kejadian kekacauan semacam itu bisa tercium sejak beberapa
waktu,
>sebelum kejadian (bagi yang dikasih tahu)? Ada yang bilang berita
langit.
>
>Kalau kejadian itu hanya ulah manusia yang saling baku hantam mestinya
>tidak
>bisa terdeteksi dalam kurun waktu yang panjang sebelum kejadian.
>
>
>Saya masih menunggu jawaban dari reken-rekan yang lain.
>
>Kurang lebihnya mohon maaf,
>Wassalamu'alaikum wr wb,
>Wargino
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)