Assalamu a'laikum Wr.Wb.

Pada Era Globalisasi Komunikasi dan Teknologi sebagai mana yang kita semua
alami sekarang ini, terkadang mengundang suatu tantangan dalam
kepercayaan diri dan mengikis secara pelan-pelan kadar keimanan, yang
mana sangat berpotensi terhadap perubahan perilaku seseorang.

Kadang kadang timbul rasa bangga dan merasa wah...bila kita memiliki
sesuatu produk teknologi modern dan mutahir didalam rumah kita, ya..
seperti VCD, Seperangkat PC dengan Modem, Mobil Istimewa, Keyboard/
Orgen, Alat komunikasi 2 arah, TV, dll, yang mana kesemua fasilitas2  itu
hanya diperuntukkan dalam mengisi kebutuhan diri untuk mencapai  suatu
kepuasan dan ketenangan jiwa.     Namun  tidak sedikit orang  yang   baru
beberapa saat saja menikmati fasilitas itu, lalu segera timbul lagi rasa
kebosanan yang dibarengi dengan keinginan (nafsu) untuk mencari-cari
sesuatu yang baru,....begitu seterusnya,..dan seterusnya........
Dunia terasa sudah sangat sempit, waktu berjalan terasa sangat singkat,
seseorang yang hanya duduk disebuah sudut kamar dalam rumah,  yang
terletak ribuan kilometer jauh diseberang lautan, dikaki sebuah bukit dan
lembah nan luas, bisa berkomunikasi satu sama lain dengan fasilitas yang
canggih, peristiwa2 diberbagai sudut bumi ini dapat kita lihat dan dengar
sambil tiduran didalam kamar pribadi rumah kita, dan banyaklah contoh2
yang semuanya tidak sempat diungkap disini.
Didalam kemapuan dan kehebatan teknologi itu terselip usaha2 Iblis untuk
membisikkan rasa bangga dalam hati manusia, yang ingin menonjolkan
kehebatan orang yang menciptakan perangkat2 canggih itu, sehingga mereka
bisa lupa diri bahawa selain manusia masih ada Yang Maha Pencipta, 
sehingga orang orang itu makin jauh dari Tuhannya.

Dalam perjalanan seseorang untuk menghalau  kebosanan   dan mengejar sesuatu
yang baru tersebut demi mencari ketenangan batin, jika tidak cermat dan
extra hati hati, kita akan terperangkap kedalam situasi yang kadang2 
sulit dibedakan antara yang baik dan yang terlarang, mana kekasih Allah
dan mana Kekasih Syaitan, dan membuat sipelakunya terperosok kedalam
perbuatan Bid'ah.

Hadis Rasulullah:
"Allah tidak akan menerima perkataan melainkan dengan amal perbuatan,
dan tidak akan menerima amal perbuatan melainkan dengan niat, dan tdk
akan menerima perkataan, perbuatan, dan niat, melainkan apa yang sesuai
dengan kitab dan sunnah".
"Sesungguhnya Allah Ta'ala menolak akan taubat dari tiap-tiap orang yang
ahli bid'ah".
(Riwayat Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi).

Dalam tafsirnya, Hadis tsb mengandung keterangan bahwa Iblis menyata
kan penyesalannya, dan kegirangannya terhadap orang2 Islam, Ia telah
merusak umat Islam dengan membisikkan perbuatan2 yang dapat menim
bulkan dosa bagi mereka, tetapi mereka (orang Islam) dapat menghapus
dosa2 mereka itu dengan jalan memohon ampunan kepada Allah dengan
membaca istighfar dalm arti yang sebenarnya. Setelah Iblis melihat mereka
berbuat demikian itu, lalu dia merusakkan umat Islam dengan melakukan
perbuatan yang didorong oleh hawa nafsunya untuk mengada-adakan per
buatan bid'ah, didalam urusan Aqidah dan Ibadah, lalu orang2 Islam mengi
rah dan merasa perbuatannya itu benar menurut pimpinan Rasul, dan per
buatan yang diperintahkan oleh Allah, sehingga orang2 Islam tsb tidak
lagi memohon ampunan kepada Allah, karena mereka merasa selalu ber
buat baik.
Perbuatan mengerjakan bid'ah dalam agama adalah sangat berbahaya
ketimbang perbuatan dosa lainnya, kerana jika seseorang merasa berbuat suatu
dosa, maka ianya akan segera bertaubat kepada Allah, tetapi bagi para
pelaku bid'ah dia tidak akan pernah bertaubat hingga ajal tiba, sebab selalu
merasa benar dan tidak merasa melanggar perintah Allah.
Apabila seseorang sedang dalam mengerjakan bid'ah maka Iblis datang
kepadanya dan mencampakkan perasaan khusyu' dan tangis diatasnya,
dan orang itu benar benar mencucurkan air mata haru, dengan begitu dia
merasa perbuatannya telah mendapat ridho dari Allah, sehingga bertambah
lah keinginan dan keyakinan untuk tetap melakukan perbuatan ibadah itu.
Dia tidak menyadari lagi bahwa seperti menarik sehelai rambut didalam
gundukan tepung, begitu halusnya sehingga tidak terasa sama sekali, dia
telah diperdaya oleh sang Iblis sehingga menjadi kekasih Iblis, dan bukan
kekasih Allah lagi.

"Innai'ndakullibid'atin kiidabihal islamu wah'luhu"
( "Sesungguhnya disamping tiap-tiap bid'ah itu, terperdayalah Islam dan
  ahlinya dengan bid'ah itu.") 

"Qaala rasuulullahi saw : Manmasyaila shohibi bid'atin liyuwaqqirahu faqad'
a'aana a'lahadmil islaam"
( " Barang siapa berjalan kepada ahli bid'ah karena akan menghormatinya,
  maka sesungguhnya ia telah menolong kerobohan Islam".)

Ganjaran Allah bagi pelaku-pelaku Bid'ah :
Hadis Rasulullah :
"Barang siapa yang melakukan suatu perbuatan yang bukan perintah
  kami, maka ia tertolak". (HR: riwayat Achmad, Bukhari, Abu Dawud).

" Allah tidak akan menerima bagi orang-orang ahli bid'ah akan sholatnya,
tidak akan menerima puasanya, tidak akan menerima shadaqanya,
tidak akan menerima hajjinya, tidak akan menerima umrahnya, tidak akan
menerimajihadnya, tidak akan menerima taubatnya, dan tidak akan me
nerima tebusannya; ia keluar dari Islam seperti keluarnya sehelai rambut
dari dalam tepung".
(HR: Riwayat Ibnu Majah)

Dan banyak lagi hadis hadis Rasulullah yang menerangkan akan bahaya
bahaya bagi orang orang Islam yang melakukan perbuatan mengada-adakan
atau menambah-nambahkan unsur Ibadah didalam agama, yang tidak ada
perbuatannya yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Hal ini terasa sangat penting untuk diangkat dalam milis tasawuf, sebab
didaerah-daerah maupun dikota-kota besar, sangatlah banyak umat Islam
yang masih melakukan atau mengamalkan perbuatan2 yang menjurus ke
bid'ah, atau sekurang-kurangnya sudah terperangkap dalam lobang bid'ah,
baik mereka sadari maupun yang tidak mereka sadari.
Rasa-rasanya sangatlah tidak manusiawi jika ada orang orang Islam yang
tahu persis akan hal ini, lalu tidak segera menegur dan memperbaiki
sesama saudaranya dalam Islam.

Referensi : Kitab "Kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah"
                Oleh : K.H. Munawar Khalil.      

Wassalam
H.Nading.
   

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke