Assalaamu 'alaikum wr. wb.
Tolong pak Nading cerita lebih jauh apa yang dimaksud dengan Bid'ah pada
posting ini.... Ada 2 cap buruk yang dulu paling sering dilontarkan oleh
pihak Wahabi terhadap praktek-praktek tertentu dari golongan umat islam
lainnya, yaitu cap 'syirik' dan cap 'bidah' ini. Makanya saya rada alergi
mendengar kedua kata ini. :-)
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
> ----------
> From: [EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Saturday, 19 June 1999 18:02
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Tasawuf] Bahaya Bid'ah Bagi yang mengerjakannya.
>
> Assalamu a'laikum Wr.Wb.
>
> Pada Era Globalisasi Komunikasi dan Teknologi sebagai mana yang kita semua
> alami sekarang ini, terkadang mengundang suatu tantangan dalam
> kepercayaan diri dan mengikis secara pelan-pelan kadar keimanan, yang
> mana sangat berpotensi terhadap perubahan perilaku seseorang.
>
> Kadang kadang timbul rasa bangga dan merasa wah...bila kita memiliki
> sesuatu produk teknologi modern dan mutahir didalam rumah kita, ya..
> seperti VCD, Seperangkat PC dengan Modem, Mobil Istimewa, Keyboard/
> Orgen, Alat komunikasi 2 arah, TV, dll, yang mana kesemua fasilitas2 itu
> hanya diperuntukkan dalam mengisi kebutuhan diri untuk mencapai suatu
> kepuasan dan ketenangan jiwa. Namun tidak sedikit orang yang baru
> beberapa saat saja menikmati fasilitas itu, lalu segera timbul lagi rasa
> kebosanan yang dibarengi dengan keinginan (nafsu) untuk mencari-cari
> sesuatu yang baru,....begitu seterusnya,..dan seterusnya........
> Dunia terasa sudah sangat sempit, waktu berjalan terasa sangat singkat,
> seseorang yang hanya duduk disebuah sudut kamar dalam rumah, yang
> terletak ribuan kilometer jauh diseberang lautan, dikaki sebuah bukit dan
> lembah nan luas, bisa berkomunikasi satu sama lain dengan fasilitas yang
> canggih, peristiwa2 diberbagai sudut bumi ini dapat kita lihat dan dengar
> sambil tiduran didalam kamar pribadi rumah kita, dan banyaklah contoh2
> yang semuanya tidak sempat diungkap disini.
> Didalam kemapuan dan kehebatan teknologi itu terselip usaha2 Iblis untuk
> membisikkan rasa bangga dalam hati manusia, yang ingin menonjolkan
> kehebatan orang yang menciptakan perangkat2 canggih itu, sehingga mereka
> bisa lupa diri bahawa selain manusia masih ada Yang Maha Pencipta,
> sehingga orang orang itu makin jauh dari Tuhannya.
>
> Dalam perjalanan seseorang untuk menghalau kebosanan dan mengejar
> sesuatu
> yang baru tersebut demi mencari ketenangan batin, jika tidak cermat dan
> extra hati hati, kita akan terperangkap kedalam situasi yang kadang2
> sulit dibedakan antara yang baik dan yang terlarang, mana kekasih Allah
> dan mana Kekasih Syaitan, dan membuat sipelakunya terperosok kedalam
> perbuatan Bid'ah.
>
> Hadis Rasulullah:
> "Allah tidak akan menerima perkataan melainkan dengan amal perbuatan,
> dan tidak akan menerima amal perbuatan melainkan dengan niat, dan tdk
> akan menerima perkataan, perbuatan, dan niat, melainkan apa yang sesuai
> dengan kitab dan sunnah".
> "Sesungguhnya Allah Ta'ala menolak akan taubat dari tiap-tiap orang yang
> ahli bid'ah".
> (Riwayat Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi).
>
> Dalam tafsirnya, Hadis tsb mengandung keterangan bahwa Iblis menyata
> kan penyesalannya, dan kegirangannya terhadap orang2 Islam, Ia telah
> merusak umat Islam dengan membisikkan perbuatan2 yang dapat menim
> bulkan dosa bagi mereka, tetapi mereka (orang Islam) dapat menghapus
> dosa2 mereka itu dengan jalan memohon ampunan kepada Allah dengan
> membaca istighfar dalm arti yang sebenarnya. Setelah Iblis melihat mereka
> berbuat demikian itu, lalu dia merusakkan umat Islam dengan melakukan
> perbuatan yang didorong oleh hawa nafsunya untuk mengada-adakan per
> buatan bid'ah, didalam urusan Aqidah dan Ibadah, lalu orang2 Islam mengi
> rah dan merasa perbuatannya itu benar menurut pimpinan Rasul, dan per
> buatan yang diperintahkan oleh Allah, sehingga orang2 Islam tsb tidak
> lagi memohon ampunan kepada Allah, karena mereka merasa selalu ber
> buat baik.
> Perbuatan mengerjakan bid'ah dalam agama adalah sangat berbahaya
> ketimbang perbuatan dosa lainnya, kerana jika seseorang merasa berbuat
> suatu
> dosa, maka ianya akan segera bertaubat kepada Allah, tetapi bagi para
> pelaku bid'ah dia tidak akan pernah bertaubat hingga ajal tiba, sebab
> selalu
> merasa benar dan tidak merasa melanggar perintah Allah.
> Apabila seseorang sedang dalam mengerjakan bid'ah maka Iblis datang
> kepadanya dan mencampakkan perasaan khusyu' dan tangis diatasnya,
> dan orang itu benar benar mencucurkan air mata haru, dengan begitu dia
> merasa perbuatannya telah mendapat ridho dari Allah, sehingga bertambah
> lah keinginan dan keyakinan untuk tetap melakukan perbuatan ibadah itu.
> Dia tidak menyadari lagi bahwa seperti menarik sehelai rambut didalam
> gundukan tepung, begitu halusnya sehingga tidak terasa sama sekali, dia
> telah diperdaya oleh sang Iblis sehingga menjadi kekasih Iblis, dan bukan
> kekasih Allah lagi.
>
> "Innai'ndakullibid'atin kiidabihal islamu wah'luhu"
> ( "Sesungguhnya disamping tiap-tiap bid'ah itu, terperdayalah Islam dan
> ahlinya dengan bid'ah itu.")
>
> "Qaala rasuulullahi saw : Manmasyaila shohibi bid'atin liyuwaqqirahu
> faqad'
> a'aana a'lahadmil islaam"
> ( " Barang siapa berjalan kepada ahli bid'ah karena akan menghormatinya,
> maka sesungguhnya ia telah menolong kerobohan Islam".)
>
> Ganjaran Allah bagi pelaku-pelaku Bid'ah :
> Hadis Rasulullah :
> "Barang siapa yang melakukan suatu perbuatan yang bukan perintah
> kami, maka ia tertolak". (HR: riwayat Achmad, Bukhari, Abu Dawud).
>
> " Allah tidak akan menerima bagi orang-orang ahli bid'ah akan sholatnya,
> tidak akan menerima puasanya, tidak akan menerima shadaqanya,
> tidak akan menerima hajjinya, tidak akan menerima umrahnya, tidak akan
> menerimajihadnya, tidak akan menerima taubatnya, dan tidak akan me
> nerima tebusannya; ia keluar dari Islam seperti keluarnya sehelai rambut
> dari dalam tepung".
> (HR: Riwayat Ibnu Majah)
>
> Dan banyak lagi hadis hadis Rasulullah yang menerangkan akan bahaya
> bahaya bagi orang orang Islam yang melakukan perbuatan mengada-adakan
> atau menambah-nambahkan unsur Ibadah didalam agama, yang tidak ada
> perbuatannya yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.
>
> Hal ini terasa sangat penting untuk diangkat dalam milis tasawuf, sebab
> didaerah-daerah maupun dikota-kota besar, sangatlah banyak umat Islam
> yang masih melakukan atau mengamalkan perbuatan2 yang menjurus ke
> bid'ah, atau sekurang-kurangnya sudah terperangkap dalam lobang bid'ah,
> baik mereka sadari maupun yang tidak mereka sadari.
> Rasa-rasanya sangatlah tidak manusiawi jika ada orang orang Islam yang
> tahu persis akan hal ini, lalu tidak segera menegur dan memperbaiki
> sesama saudaranya dalam Islam.
>
> Referensi : Kitab "Kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah"
> Oleh : K.H. Munawar Khalil.
>
> Wassalam
> H.Nading.
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)