Assalamu Alaykum Wr.Wb.

Kejarlah duniamu seolah-olah engkau akan hidup seribu tahun lagi bisa jadi
setara dengan
Tuntutlah akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok pagi.
Kalo kita yakin akan hidup seribu tahun lagi berarti kita tidak perlu
buru-buru mengejar dunia. Bukankah masih ada hari esok dan esok lagi?
Berarti kita diberi dorongan dua kali untuk berbuat untuk akhirat kita.
Bukankah dunia itu sebenarnya adalah ketenggelaman kita pada dunia itu
sendiri? Bisa jadi apa yang kita lakukan keliahatan seperti amalan duniawi
tapi ternyata bernilai akhirat. Seperti membelikan mobil buat pesantren :-)
Wabtaghi fiy maa aatakallahu al-dar al-akhira(h). Wa laa tansa nashibaka min
al-dunya.
Wa ahsin kamaa ahsanallahu ilayk(a).

Wassalam
SFdiUP

----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 08 Juli 1999 10:32
Subject: [Tasawuf] Dunia atau akhirat


> Assalamu'alaikum wr wb,
>
> Ada seorang teman yang memberitahu saya, bahwasanya jika ingin "berhasil"
> didalam menempuh perjalanan hidup ada dua pilihan, dan kita harus
> memilih salah satunya. pilihan tersebut adalah :
>
> 1. Duniawi
> 2. Tuhan (jalan sufi)
>
> apabila kita memilih untuk sukses kedua-duanya, maka justru yang terjadi
> adalah kita tidak akan mendapatkan kedua-duanya. Dan jikalau kita sudah
> memutuskan untuk memilih yang nomer dua, maka didalam kita mencari dunia
> ndak usah ngoyo (menggebu-nggebu), secukupnya saja. Kalaupun kita jadi
> kaya(sukses duniawi) itupun bukan karena kita sengaja, melainkan memang
> kita "diberi" olah yang Maha Pemurah, karena keinginan untuk sukses
didunia
> (keduniawian) akan menjadikan tirai yang menutupi sang bulan dengan sinar
> mentari akan semakin tebal sehingga makin sulit untuk sang bulan berbisik
> ... wahai matahariku engkaulah aku... dan aku adalah engkau, lebih parah
> lagi malah terjadi gerhana !!!
>
>
> Yang kedua, ada nasihat (Hadist Nabi ?) :
>
> Kejarlah Dunia (Duniawi) seolah - olah kamu akan hidup seribu tahun lagi,
> dan
> beribadahlah kamu seakan-akan dirimu akan mati esok hari (Tuhan).
>
>
> kalau kita bandingkan dua hal di atas ada suatu pertentangan yang pertama
> kita harus memilih, sedangkan yang kedua kita bisa mendapatkan dua-duanya.
>
> . . . . . . . . . .
>
> Yang manakah harus kupilih ? sute mohon pencerahan para suheng dan para
> suhu.
>
> by the way, mengenai "Komisi" khok tidak ada tanggapan ya ?
> (saya takut nanti sudah berusaha membersihkan diri, bisa musnah hanya
> karena
> menerima komisi(kecil lagi) yang ternyata haram !!!)
>
>
> Terima kasih sebelumnya, dan mohon maaf jikalau pertanyaan yang bodoh ini
> terasa mericuki.
>
>
> Wassalamu'alaikum wr wb
> satrijo
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke