On Thu, Oct 13, 2005 at 05:29:42PM -0700, Patriawan, Carlos wrote:
> pesh2 asing takut banget masuk ke Indonesia karena isu
> nasionalisasi,makanya SBY mau bikin UU agar isu tsb sama sekali tidak
> ada dan hak/kewajiban investor asing sama dengan investor DN.

perusahaan2 asing itu kalau pakai standar negera mereka dalam berbisnis
di Indonesia sih bagus-bagus saja. kadang-kadang (sering!) justru mereka
memanfaatkan ketidakjelasan di sini, tapi mau jelas di sisi mereka
doang. contonya ya yang di atas .. tengoklah freeport, tengoklah proyek,
hibah, bantuan yang mendatangkan konsultan asing, tengoklah apa sih
'solusi' dari mereka secara komprehensif .. dst..dst.. barangkali kita
bisa belajar dari demo berdarah yang dilakukan oleh orang-orang indian
di amerika selatan....

biar lebih obyektif, kalau saya mengomentari 'bule' kemungkinan
komentar saya miring. sudah jauh-jauh hari saya kehilangan simpati sama
yang satu ini.

contohnya jelas, (mudah-mudahan saya ditegor karena OOT :-) taliban,
pemusnahan senjata pemusnah massal. lah itu kan jelas mencolok mata,
tapi orang masih bersikukuh berkampanye memerangi terorisme dunia,
seperti kebo dicocok hidungnya saja. kisruh timur tengah yang ndak
selesai-selesai itu siapa yang punya andil terbesar? karena orang
timteng tidak rukun? lah yang ngebikin gitu siapa :-) sengaja kali
emir-emir itu dibegitukan (lihat kasus kuwait-irak). say no to bule.

sayangnya bangsa ini juga bermental inlander. hampir semua lowongan
konsultan baik untuk perusahaan pemerintah maupun swasta diisi bule.
kayaknya kurang mantep kalau nggak gitu.

gini aja deh, seandainya ada lowongan konsultan di sini, anda bawa rekan
anda di sana yang paling idiot untuk melamar bersama anda di sini, terus
lihat siapa yang menang he..he.. (cuman 'what if' lah .. nggak nyuruh
beneran :-)

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Kirim email ke