On Fri, Oct 14, 2005 at 10:42:07AM -0700, Patriawan, Carlos wrote: > waduh jangan dicampur adukkan seperti es campur begini oom,saya gak > ngerti itu dan bukan domain saya....Maaf oom karena saya tahunya hal > ini saja(India/China IT),yang bukan domain saya gw gak bisa komentar > karena gak tahu,tapi terus terang saya punya concern relevansinya apa > dengan hal sebelumnya.
yang dicampur yang mana? apa politik pat-gulipat AS yang campur aduk macam tahu campur seperti pistol air yang berhasil mereka temukan di irak? :-)) cina, india bisa ngetop karena mau dibayar murah. sony hengkang dari indonesia memangnya karena dilemparin batu? ya kagak, karena ongkos produksi di sini mahal, bukannya apa-apa, karena di sini (katanya) buruhnya cerewet. itu saja. indonesia jadi exportir TKI terbesar juga karena mereka mau dibayar murah. bisnis selalu membela kepentingan orang kaya. makanya morgan stanley berikut embah-embahnya pada buka cabang di cina. maunya ongkos cekak untungnya banyak. btw, setuju saja modal asing masuk ke sini. lah kita untung kok ditolak. yang ingin dihindari adalah mereka tidak hanya meminta kejelasan hukum di indonesia supaya bisa mempekerjakan orang-orang dibawah standar mereka sendiri. > Sama juga dengan yang ini juga.....dasar org Indonesia (no offense > please),skrg kambing hitamnya Mafia Berkeley setelah Barat :) wah .. kok jadi men-'dasar-dasar'-kan orang Indonesia? :-) barangkali penyakitnya karena kita seringkali merasa benar. tapi itu bukan berarti 100% salah. banyak juga kok kebijakan ekonomi kita itu didikte oleh barat (kalau saya bilang semua, ntar anda bilang dasar orang indonesia lagi), dan setelah berpuluh-puluh tahun ini hasilnya kemana? mana? yang jelas hutang semakin menumpuk. Salam, P.Y. Adi Prasaja
