On Fri, Oct 14, 2005 at 07:31:28AM -0700, Patriawan, Carlos wrote: > Kita bikin singkatnya aja deh.... kalau Indonesia kayak India atau > China aja deh,gua yakin udah pada balik sebagian expert2 IT yang > diluar.
intinya mengadakan perbaikan di dlm. mulai menghitung public accountibilty tiap-tiap institusi (terutama perguruan tinggi!) dan penerapan 'impeachment' pada tiap-tiap bentuk badan hukum berikut aturan mainnya yang jelas. kalau tidak, non-sense orang bilang kita harus berbicara soal penegakan hukum dan berperan aktif dalam pembangunan. baru kita bisa melihat modal asing masuk ke Indonesia. kalau tidak, kita akan dikadalin lagi seperti yang orang bilang sebagai imperialisme moderen. di sana kan berita bejibun, coba pelajari apa sih yang dikeluhkan oleh orang-orang indian di amerika selatan. bukan cuman keluhannya, tapi latar belakangnya juga. jangan keburu menengok ke cina, india dll. buruk rupa cermin dibelah :-) > Om Adi: Bisa dijabarkan lagi ? gw gak paham ini. http://google.com/search?q=mafia+berkeley > udah minum obat hari ooom ? baru kemaren kayaknya ente komplain > pemthnya collapsed nyaris APBNnya jebol :) sekarang disuruh beli > teknologi.....aduh udah tahu belum itu harga "teknologinya" berapa ? kalau tidak salah terima, saya yang salah tulis :-) tapi, gini, menurut saya, nitisastronomics vs habibienomics itu wacana di awang-awang. bule always talking talking about non-sense hi..hi.. saya jadi berpikir, kenapa kok kita dari dulu tidak berpikir begini: kita tidak butuh konsultan kelas 2, 3, 4, 5 dst.. kita butuh konsultan kelas 1. kalau tidak yang mau, kita garap sendiri saja. yang terjadi justru sebaliknya, sama konsultan kelas 100 kita tiarap. Salam, P.Y. Adi Prasaja
