On 11/22/05, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Again ... sebenarnya sih kita mampu. Asal MAU...
Sependapat pak. Yang kurang itu informasi mengenai how to get the job done. Untuk Pak Budi yang wawasannya banyak mungkin bisa membayangkan how to get the job done saat ada tawaran pekerjaan atau kesempatan baru. Saya pernah mendapatkan masalah "culture". Ada sebuah kerjaan outsource dari luar negeri. Dasar modal nekat warisan ala di himpunan mahasiswa, kita terima saja. Kita bilang bisa! OK, satu per satu kerjaan bisa dilakukan hingga akhirnya ada satu bagian yang driver untuk sebuah device tidak ada (linux based). Ditambah lagi pihak pemberi pekerjaan ternyata menganggap budaya kerja kita sama dengan mereka (laporan tiap hari! at least once in a week). Kita bingung laporan seperti apa yang mereka inginkan. Sudah dicoba berbagai macam deskripsi laporan tetapi dianggap masih kurang. Padahal sudah berjalan sekitar 2 bulan. Akhirnya cannot get the job done. :-(
