On 12/7/05, Zaki Akhmad <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau dari kacamata saya, mereka yang pernah mengenyam pendidikan di LN > dan tidak sekadar belajar lalu lulus kuliah, mendapatkan pengalaman > "intangible". Nah yang "intagible" ini yang susah didapat. Karena > hal-hal yang intagible itu tidak diajarkan di bangku kuliah. Tidak ada > SKS nya. Itulah mengapa, katakanlah sebagai contoh, MIT dengan naifnya > membuka semua bahan kuliahnya. Kenapa MIT tidak takut? Ya MIT tidak > perlu takut karena atmosfer kuliahnya tidak akan tergantikan.
Bahan kuliah itu di mana2 kebanyakan terbuka karena kuliah itu kebanyakan hanya berdasarkan textbook yang bisa kita dapatkan di toko buku/tempat fotokopi/teman/dll. Tidak ada yang takut membuka materi kuliah. Bedanya dengan MIT, MIT mengorganisirnya sehingga dapat diakses melalui website. Kalau mau cari bahan kuliah di ITB (misalnya) kan harus tanya2 orang dulu, lalu copy/beli sendiri materinya di toko buku/tempat fotocopy. ;-) Antara mengikuti kuliah dan belajar sendiri itu, berbeda di proses. Yang kuliah ada penuntunnya dan ada proses yang memaksa untuk belajar dalam kurun waktu yang sudah ditentukan.
