On 12/25/05, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ... > rekayasa genetika adalah jargon payung. kalau itu diarahkan ke bidang > kesehatan, nah .. jelas aneh. kenapa? ...
pak adi. saya lencengkan sedikit topiknya ya? ke biotech ... saya tadinya tidak mengerti apa sih bisnis biotech itu dan merasa yakin bahwa dia tidak punya prospek bisnisnya di indonesia. akhirnya ketemu pak iskandar alisyahbana. setelah dia cerita, baru ngeh. ooo... iya ya. bapak yang satu itu memang visionary dan punya naluri bisnis yang sangat tinggi. kebayang gak waktu jaman dulu kalau ada orang indonesia yang usul bikin satelit? (sekarang saja mungkin kalau ada yang usul gitu, *pasti* ditertawakan.) mosok orang indonesia bisa??? itu teknologi tinggi! buktinya, palapa merupakan salah satu pionir (di asia). itu berkat kepiawaian pak iskandar alisyahbana dalam memelintir orang-orang, termasuk orang asing. saya pikir tadinya rekayasa genetika itu juga harus dilakukan oleh orang yang sangat high-tech. mahal. eh ... ternyata dia menunjukkan ke saya dengan cara search patent :) kemudian menghubungi orang yang punya paten tersebut. nego. kemudian dibisniskan di indonesia. pada saat yang sama, kembangkan teknologi sendiri. saya bisa melihat munculnya hasil rekayasa genetika (franken food anybody?): - jeruk obat sakit perut dari garut (gak perlu diatab/diapet) - apel obat pusing dari malang (gak perlu decolgen) - beras obat batuk (sekalian makan dan batuk hilang ;-) - ... bisnis nih! sebelum keduluan oleh thailand. venture capital: yayasan bill & melinda gates ;-) tentu saja, saya hanya bisa ngomong karena ini bukan bidang yang saya kuasai. hik hik hik. :(( -- budi
