dear all,
 
menarik juga bincang2 soal bahasa indonesia. dan banyak pro-kontra soal "keterjajahan" kita dlm penggunaan bahasa yg suka dicampur2 dg bahasa inggris.
 
hal yg sama juga terjadi pada bahasa arab. FYI, dari yg saya tahu, daftar kosa kota bahasa arab sebenarnya lebih banyak dibanding inggris. kamus klasik bhs arab Lisan al-Arab sebanyak 12 volume di mana perjilid tebalnya sebanding dg satu kamus oxford, bandingkan dg kamus inggris yg tidak sampai separuhnya.
 
namun, dalam bahasa jurnalisme maupun buku arab modern, kosa kota mereka banyak yg diambil dari bahasa inggris. komputer -->gombuter, misalnya. pernah dicoba memakai kata al-hisab al-utumatikiyyah (mesin hitung otomatis), tapi kata ini tidak jalan. ini salah satu contoh.
 
sebaliknya, era abad pertengahan, bahasa eropa termasuk inggris banyak mengambil istilah dari bahasa arab. contoh, raja-->sultan (salten). amir-->emir. dll. pada saat itu Arab lebih maju budayanya dibanding barat.
 
intinya, bangsa manapun yg lebih maju dari segi sains, budaya, literatur maka ia akan mendominasi bahasa bangsa lain. dan itu wajar. jadi, kalau ingin 'swasembada'' bahasa, dimajuin dulu peradaban dan teknologi kita.
 
contoh lokal, bahasa ala betawi dan jawa menjadi istilah yg banyak ditiru oleh komunitas dari propinsi/daerah lain. --> budaya/literatur/sinetron bersumber dari kawasan jawa/jakarta.
 
sekedar ikut bincang2 sesuai 'perintah' bos saya carlos patriawan (hallo pal, howdy your sillicon? :D ),
fatih
http://afsyuhud.blogspot.com
 
 
 
 

 

Kirim email ke