On 1/4/06, Mohammad DAMT <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terima kasih Pak Damt, usulan ini secara pribadi telah mendorong untuk melakukan perubahan, secara lebih spesifik dalam situs weblogs.or.id
Saat ini sebagian besar kata/frase/kalimat sudah dalam bahasa Indonesia. Kecuali untuk bahasa yang memang mengambil dari language pack. Sengaja tidak langsung diterjemahkan, tapi tag untuk nampilkan frase/kata/kalimat tetap ada disitu.
Tapi untuk frase atau kata tertentu, mungkin tetap akan dalam bentuk semula (misal: blog, weblog, dan beberapa kata lain).
Kembali ke topik bahasa, kalo saya kok melihatnya adalah "pesan" nya. Pengalaman pribadi, kok kadang malah lebih mudah menjelaskan dalam bahasa inggris. Misal dalam topik teknologi, kita kita meminta orang untuk men-download, akan lebih mudah untuk bilang, "Download saja itu..." daripada "Unduh saja itu..." (kecuali memang orang itu tidak ngerti sama sekali tentang kata 'download'). Baru proses berikutnya adalah menyosialisasikan (atau mensosialisasikan?) bahwa ada kata 'unduh'.
Ini tanpa mengecilkan bahasa Indonesia itu sendiri loh. Dalam konteks tertentu, saya kok merasa bahwa kadang lebih baik "tetap dalam bahasa yang sudah akrab di audience" ya?
rdgs,
Thomas Arie S.
Yang saya soroti dalam diskusi sebelumnya adalah penggunaan Bahasa
Indonesia dalam antarmuka weblogs.or.id. Dasar pemikirannya adalah
weblogs.or.id untuk orang Indonesia (kecuali bila saya salah tangkap),
maka seyogyanya juga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa
pengantar.
Terima kasih Pak Damt, usulan ini secara pribadi telah mendorong untuk melakukan perubahan, secara lebih spesifik dalam situs weblogs.or.id
Saat ini sebagian besar kata/frase/kalimat sudah dalam bahasa Indonesia. Kecuali untuk bahasa yang memang mengambil dari language pack. Sengaja tidak langsung diterjemahkan, tapi tag untuk nampilkan frase/kata/kalimat tetap ada disitu.
Tapi untuk frase atau kata tertentu, mungkin tetap akan dalam bentuk semula (misal: blog, weblog, dan beberapa kata lain).
Kembali ke topik bahasa, kalo saya kok melihatnya adalah "pesan" nya. Pengalaman pribadi, kok kadang malah lebih mudah menjelaskan dalam bahasa inggris. Misal dalam topik teknologi, kita kita meminta orang untuk men-download, akan lebih mudah untuk bilang, "Download saja itu..." daripada "Unduh saja itu..." (kecuali memang orang itu tidak ngerti sama sekali tentang kata 'download'). Baru proses berikutnya adalah menyosialisasikan (atau mensosialisasikan?) bahwa ada kata 'unduh'.
Ini tanpa mengecilkan bahasa Indonesia itu sendiri loh. Dalam konteks tertentu, saya kok merasa bahwa kadang lebih baik "tetap dalam bahasa yang sudah akrab di audience" ya?
rdgs,
Thomas Arie S.
