Pada tanggal 1/4/06, Thomas Arie Setiawan <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Ini tanpa mengecilkan bahasa Indonesia itu sendiri loh. Dalam konteks > tertentu, saya kok merasa bahwa kadang lebih baik "tetap dalam bahasa yang > sudah akrab di audience" ya?
Pertama, kita membentuk sebuah kebiasaan, yang pada akhirnya kebiasaan itu akan membentuk diri kita. Jika tidak, maka kita hanya akan menjadi korban gegar budaya. -- Steal the time, take a song and be glad. Be free as the birds, don't be sad. Your time will come, I'll make you feel it.
