Jay wrote:
> Pada tanggal 1/4/06, Thomas Arie Setiawan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> >
> >  Ini tanpa mengecilkan bahasa Indonesia itu sendiri loh. Dalam konteks
> > tertentu, saya kok merasa bahwa kadang lebih baik "tetap dalam bahasa yang
> > sudah akrab di audience" ya?
>
> Pertama, kita membentuk sebuah kebiasaan, yang pada akhirnya kebiasaan
> itu akan membentuk diri kita.
>
> Jika tidak, maka kita hanya akan menjadi korban gegar budaya.
>

Dari perspektif lain,mungkin bisa diteliti juga,apakah ada faktor siapa
mantan penjajahnya ?

Apakah masalah tersebut ada ditiap negara yang pernah terjajah ?

Bagaimana cara pandang negara ex-kolonial Inggris seperti India dan
Malaysia terhadap penggunaan bahasa aslinya untuk istilah teknologi ?

Carlos

Kirim email ke