> Kesannya saya jadi sombong, maunya diturutin. Padahal sebenarnya tidak, > saya ingin merangkul dua kubu di sini. Kalau sekarang ga mau sepaham > dengan Carlos cs, ya tidak apa-apa. Ketika dunia nanti kelaparan > kemudian insinyur2 komputer tsb pulang kampung dengan tujuan kembali
yang lucu itu kalo ada istilah "paham", karena paham saya cuman "MajuISME" :) Saya ketularan "stanford-ISME nya" pak budi barang kali eh salah .... ketularan 10% otak india, sino dan yahudi terbaik. Jujur saja,selama saya disini,saya banyak sekali belajar **behavior** dan **attitude** kawan2 dari negeri lain yang sudah berhasil (dari india ampe china).Ternyata mereka punya banyak sekali kesamaan. Jadi ini bukan 'Carlos's story' tapi "indian's dan sino's story' sebenarnya.Yang menarik: kehidupan mereka rata2 JAUUUUH Lebih susah dibanding kehidupan kita di Indonesia ini waktu mereka masih di kampungnya. sekarang nanya: ada gak sich orang di jalanan ngasih tahu cara: "kalo mau hidup tentram,enak caranya begini,gak perlu modal asing,gak perlu ngutang,gak perlu jadi pengemis" ..... artinya ngajarin ke arah yang lebih baik agar bisa memproduksi 'something', bukan konsumtif kayak iklan yang ada di pinggir jalan. kalau tidak mau tidak apa-apa,namanya juga 'jalan'...cuman..... #1 jangan pernah komplen kalo harga minyak 4500 seliter dan kemungkinan bakal naik terus.....#2 jangan pernah komplen kalo 1 dolar ceban > Intinya: tiap orang punya jalan masing-masing. Tapi tiap orang juga > boleh mempromosikan jalan yang sudah ditempuh yang ternyata enak kepada > rekan lainnya. namanya jalan,ada yang jalan dah pake jalan version 1.0 ada yang 2.0, sebagian ada yang 20.0 ... yah kita berbagi info dan saling membantu sajalah baik buruk masing2 jalan apa,yang penting motonya satu: mau maju dan gak mau lihat anak anak kita jadi tukang bikin panci. > > keadaan ini ? Bisa .. caranya, wah.. saya 'script kiddies'.. gak bisa > > Ah pasti sama sebalnya dengan saya kalau sering2 membaca alasan 'skript > kiddies' ini. si zaki harus bertanggung jawab. carlos
