Halo Pak Budi. Budi Rahardjo wrote: > On 2/18/06, Akhmad Fathonih <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Dari kemaren saya bertanya-tanya sendiri, bisakah tenaga ahli (IT) di > > Indonesia disalurkan seperti halnya TKI? > > Saya pernah punya perusahaan yang mencoba menyalurkan tenaga IT > ke luar negeri. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. > > 1. Job desc. yang ada di luar negeri seringkali sangat spesifik > dan membutuhkan requirement yang cukup tinggi.
Tergantung demand yang dibutuhkan persh dan industrinya apa Pak.Memang kelihatanya job reqsnya kelihatan sangat spesifik dan detail , padahal ternyata supply di AS untuk fill position itu juga rendah koq. Sebetulnya sich, ini masalah industry-specific dan lagi2 demand vs supply.Intinya, apakah ada dan banyak engineer2 di AS yang bisa mengiisi posisi tersebut ? Terus terang saja untuk pekerjaan: 1. Kernel (vxworks/linux) Software Engineer 2. System Software Engineer 3. Network Software Engineer (seperti profilenya om Baskara) 4. Network Test Engineer 5. Driver Software Engineer Diatas ini semua : Demand > Supply ; mungkin " demand > supply * 10 " sedangkan untuk posisi 1. System Engineer 2. Linux/Unix System Administrator 3. PHP/MySQL Programer 5. Mid Level Customer Support Untuk ini: Demand < Supply ; karena supply di AS untuk bidang ini banyak > Misalnya, waktu itu ada tawaran untuk orang yang mengerti > cardpac dengan jam terbang minimail 5 tahun. > Mana ada di Indonesia? (Kalaupun ada, sudah mapan di tempat > kerjanya.) Ya jangan dicari yang gak ada dooong :) kebanyakan posisi sebenarnya bisa difill in koq, kalao lockheed martin nyari engineer yang bisa code driver untuk embedded produk di pesawat tempur ya even di US nyarinya juga berbulan-bulan. > 2. Tenaga kerja di Indonesia kurang pengalaman kerja. > (Kebanyakan kuliah kali? kurang praktek.) > Mau tanya ... ada di antara rekan-rekan yang punya pengalaman > Java 7 tahun? ;-) > Kalaupun ada biasanya tidak ingin pindah kerja. Kurang Pengalaman Kerja ini karena 1. industri di tanah airnya kurang berkembang 2. tidak ada senior di LN yang bisa membimbing agar bisa belajar-bekerja di LN. Di India sebelum maju sekarang, awal2 sampai pertengahan 1990an nomor 2nya itu sudah maju pesat walaupun #1 (persh IT nasional di India) sudah ada tapi belum berkembang seperti sekarang. .> > 3. Tenaga kerja Indonesia lebih manja. > Pernah kami kirim ke LN, belum apa-apa udah minta pulang :( > hik hik hik. Belum lagi kalau fasilitas di LN gak bagus, > minta yang bagus atau pulang. > Padahal tenaga kerja India mau kerja desak-desakan. > > Apa lagi ya? Kalau ini sich menurut saya salah proses hiring Pak Budi. Dari dulu kalau saya interview orang, entah kandidatnya lulusan stanford atau apa , tapi kalau attitudenya gak team worker , low motivation tapi pintar , ya pasti saya beri tahu exit door. Ternyata ini sama dengan Cara reqreuiment di valley : persh lebih cenderung hire orang yg sedang2 saja tapi punya motivasi tinggi dan good attitude. Carlos --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "teknologia" grup. To post to this group, send email to [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/teknologia -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
