Mohon maaf, pak Bambang. Apakah pesan itu ditujukan untuk saya?
Saya sudah cukup lama mengikuti milis TQN ini. Milis ini merupakan milis
kesayangan saya. Dari milis ini saya paham perlunya kita memiliki guru
mursyid. Sejak lama saya ingi sekali bergabung menjadi murid TQN. Tapi ada
saja halangannya. Antara lain tidak punya teman yang dapat saya ajak
bergabung bersama. Sampai akhirnya adik saya mengajak berguru kepada seorang
guru mursyid lain. Saya sebenarnya sudah nyaman dengan guru saya. Tetapi
sebagian hati saya masih ada pada TQN. Sayangnya Guru ada di Suryalaya.
Sedang  Guru saya ada di Jakarta.
Mohon maaf jika saya mengganggu kalian.


On 1/3/08, Bambang Irawan Eko Saputra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Kalau saya ingat saja selalu pesan guru:
> "ulah nyalahken kana pangajaran batur: Jangan menyalahkan pengajaran orang
> lain"
> "ulah mariksa murid batur: Jangan memeriksa murid orang lain"
> Wass. Wr. Wb.
> Bambang Irawan
>
> ------------------------------
> To: [email protected]
> From: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Thu, 3 Jan 2008 17:05:22 +0700
> Subject: Re: [tqn] Tahun Baru
>
> Saya sungguh amat terkejut ketika anda menyinggung tentang Ahmadiyah dan
> fatwa MUI tentangnya. Bagaimana sebenarnya pandangan anda mengenai
> Ahmadiyah? Apakah pandangan anda itu mewakili TQN? Tolong dijawab karena itu
> mungkin akan mengubah seluruh pandangan saya selama ini tentang TQN.
>
> Roosdiana.
>
>
>
> ------------------------------
> Share life's special moments with Photo Gallery. Windows Live Photo
> Gallery <http://www.get.live.com/wl/all>
>
> 
>



-- 
Roosdiana

Kirim email ke