Bukan itu, itu pesan Abah Sepuh kepada segenap murid TQN, termasuk saya, yang 
termuat di dalam Rangkaian Mutiara dari Tanbih yang senantiasa kita baca 
manakala kita melaksanakan Manakib.Wass. Wr. Wb.
Bambang Irawan


To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Thu, 3 Jan 2008 17:45:25 
+0700Subject: Re: [tqn] Tahun Baru



Mohon maaf, pak Bambang. Apakah pesan itu ditujukan untuk saya?
Saya sudah cukup lama mengikuti milis TQN ini. Milis ini merupakan milis 
kesayangan saya. Dari milis ini saya paham perlunya kita memiliki guru mursyid. 
Sejak lama saya ingi sekali bergabung menjadi murid TQN. Tapi ada saja 
halangannya. Antara lain tidak punya teman yang dapat saya ajak bergabung 
bersama. Sampai akhirnya adik saya mengajak berguru kepada seorang guru mursyid 
lain. Saya sebenarnya sudah nyaman dengan guru saya. Tetapi sebagian hati saya 
masih ada pada TQN. Sayangnya Guru ada di Suryalaya. Sedang  Guru saya ada di 
Jakarta. 
Mohon maaf jika saya mengganggu kalian.  
On 1/3/08, Bambang Irawan Eko Saputra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 





Kalau saya ingat saja selalu pesan guru:"ulah nyalahken kana pangajaran batur: 
Jangan menyalahkan pengajaran orang lain""ulah mariksa murid batur: Jangan 
memeriksa murid orang lain"Wass. Wr. Wb. Bambang Irawan


To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Thu, 3 Jan 2008 17:05:22 
+0700Subject: Re: [tqn] Tahun Baru
Saya sungguh amat terkejut ketika anda menyinggung tentang Ahmadiyah dan fatwa 
MUI tentangnya. Bagaimana sebenarnya pandangan anda mengenai Ahmadiyah? Apakah 
pandangan anda itu mewakili TQN? Tolong dijawab karena itu mungkin akan 
mengubah seluruh pandangan saya selama ini tentang TQN.  
Roosdiana. 

Share life's special moments with Photo Gallery. Windows Live Photo Gallery 

-- Roosdiana  
_________________________________________________________________
Edit your photos like a pro with Photo Gallery.
http://www.get.live.com/wl/all

Kirim email ke