Mas Amien (jeung Pak Kwik) ti baheula teu kendat-kendat nyorowok perkara
kajahatan PT Freeport Indonesia ti jaman repormasi keneh. Naha nya teu
dipalire ku Soeharto, Habibie, Gus Dur, Mega, nepi ka SBY ayeuna? Piraku
diarantep bae yeuh?
AJ
----------------
Amien Rais: Tutup Dulu Freeport Indonesia
(http://www.gatra.com/artikel.php?id=92598)
Jakarta, 28 Pebruari 2006 08:44
Mantan Ketua MPR Amien Rais menegaskan, PT Freeport Indonesia (FI) harus
ditutup dulu, seiring banyaknya tuntutan dari warga Papua untuk menghentikan
operasi perusahaan tambang tersebut, pasca-bentrok antara aparat keamanan PT
FI dengan masyarakat setempat.
"PT Freeport tutup dulu itu syarat `no musyawarah`, terlebih lagi wilayahnya
berada dalam yuridksi hukum kita," katanya kepada ANTARA, di Jakarta, Senin
malam (27/2).
Menurut dia, penutupan itu untuk `moratorium` dan jika mereka ingin
beroperasi lagi maka harus memenuhi persyarakatan utama, pertama jangan
merusak lingkungan secara ugal-ugalan, kedua bayar pajak sungguh-sungguh, dan
ketiga harus ada negoisasi ulang dalam kontrak karya itu.
Ia mengatakan jika PT FI tidak mau memenuhi persyaratan tersebut maka mereka
jangan kembali dan kita kerjakan sendiri penambangannya.
"Sebaliknya jika ada kekhawatiran dari sebagian masyarakat bahwa investor
akan lari, itu hanya omong kosong," katanya.
Ia mengatakan PT FI sekarang ini semakin merajalela merusak lingkungan dan
telah melakukan tiga kejahatan, yakni, kejahatan ekologis dengan menghancurkan
lingkungan semena-mena seperti 230 kilometer persegi tanah rusak total, bahkan
Sungai Ajkwa yang dahulunya hijau dan jernih sekarang tidak hanya keruh namun
sudah menjadi lautan timbunan sampah tambang.
Kedua, lanjut dia, tidak kalah ganasnya selama puluhan tahun kekayaan alam
kita yang berwujud konsentrat, emas dan tembaga digelontorkan menggunakan pipa
besar dari pucuk Gunung Jayawijaya lewat pipa sepanjang 100 kilometer menuju
ke Pantai Arafura dan dibawa ke luar negeri.
"Dari data otentik hanya tiga persen hasil tambang yang dibawa ke Gresik
untuk dimasak emas dan perak, sisanya 97 persen diangkut ke luar negeri entah
kemana dan kita tidak pernah supervisi," tegasnya.
Ketiga, kejahatan yang telah dilakukan PT FI, yakni, kejahatan perpajakan
karena tidak membayar pajak secara sungguh-sungguh.
Oleh karena itu, ia mengatakan pemerintahan Yudhoyono/Kalla mesti merevisi
kontrak karya dengan PT FI karena dalam hukum internasional menyebutkan sebuah
perjanjian itu hanya bisa dipertahankan bilamana masih ada `surfing by
interest` atau masih melayani kepentingan kedua belah pihak.
"Kalau di satu pihak sudah dirugikan, maka kontrak karya itu harus batal dan
dibuat yang baru. Jadi, saya mohon kepada pemerintah jangan ragu-ragu karena
kita sudah lama terhina dan kita dipecundangi oleh PT Freeport McMoran,"
katanya.
Ia menyebutkan persoalan ini merupakan batu ujian bagi pemerintahan
Yudhoyono/Kalla dan jika tidak berani membedah kejahatan PT FI, itu artinya
tidak ada harapan lagi pemerintah untuk bisa mandiri, otonom atau bisa berdiri
di atas kaki sendiri.
Ia mengharapkan Indonesia yang sudah enam dasawarsa merdeka, dalam menambang
emas yang begitu mudah, mestinya tidak perlu lagi orang dari luar negeri,
karena kita punya ribuan teknolog ahli pertambangan dari ITB, ITS, UGM, dan UI.
"Sepertinya saat ini teknolog kita dijadikan barisan `jongos`, mereka tidak
dihargai kemampuannya kemudian orang-orang luar negeri yang disuruh menjadi
majikan, kita ditipu mereka dan hal itu tidak boleh terjadi lagi," katanya.
[EL, Ant]
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.
[Non-text portions of this message have been removed]
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/